Budidaya Alpukat Dari Nol Sampai Jadi Juragan

Alpukat Hasil Budidaya

Apakah kamu seorang yang suka sekali meminum jus alpukat? Apalagi dengan dicampur dengan susu kental manis dan juga es batu lalu di blender hingga halsus.

Waw sungguh nikmat sekalikan hehe. Kalau iya maka kamu sudah meminum sumber kesehatan yang banyak manfaatnya yakni seperti menjaga kesehatan mata, rambut, dan juga kulit kamu loh.

Ya memang mengkonsumi buah alpukat yang tanpa pemanis juga baik untuk mencegah juga mengatasi berbagai penyakit loh.

Alpukat juga sangat baik diberikan untuk ibu hamil, anak-anak hingga bayi dikarenakan alpukat ini banyak mengandung zat asam folat yang dapat membantu perkembangan otak sehingga mempengaruhi kecerdasan.

Alpukat ini berasal dari benua Amerika bagian Tengah, yang mana konon katanya dibawa ke Indonesia oleh bangsa Belanda sejak zaman koloni hingga sekarang.

Makanya tak asing apabila alpukat dijadikan salah satu kuliner yang populer di Indonesia.

Budidaya Alpukat Unggul

Tips-Budidaya-Alpukat-Mini

Jenis dari alpukat memang banyak yang mana bisa Kamu pilih untuk hal budidaya alpukat.

Salah satunya yakni alpukat miki yang merupakan salah satu jenis alpukat yang unggul khusus untuk daerah dataran rendah.

Perlu kamu tahu bahwa hampir semua jenis tanaman alpukat itu tumbuh di dataran tinggi.

Maka dari itu alpukat miki ini menjadi favorit petani yang menanam alpukat di dataran rendah yang mampu tumbuh dan berbuah dengan optimal.

Alpukat miki ini bisa mencapai bobot sekitar 400-600 gram per-buah.

Karakter dagingnya juga tebal dan memiliki ciri khas warnanya yang kuning juga memiliki rasa yang pulen, manis, dan bebas dari getir.

Ada lagi keunggulan lainnya yakni alpukat miki ini tidak disukai oleh hama ulat buah loh. Hal ini di karenakan alpukat miki memiliki kulit yang tebal sehingga sulit untuk di tembus oleh ulat.

Budidaya Alpukat Mentega

Ada lagi satu jenis alpukat mentega yang mana sering sekali di jadikan favorit para budidaya alpukat di Indonesia.

Hal ini bukan tanpa alasan yang mana alpukat mentega memiliki tekstur daging yang lembut layaknya mentega dan memiliki daging yang tebal dan tidak berserat.

Pada umumnya alpukat mentega ini di budidaya di kebun. Namun begitu alpukat ini bisa di tanam di rumah loh.

Tetapi sebelum menanam alpukat ini harus kamu ketahui dahulu karakteristik pohon alpukat mentega dengan linkgunan yang cocok untuk dapat berkembang dengan optimal.

Spesies alpukat ini ada 3 kelompok besarnya yakni kelompok Mexico, Indian Barat, dan Guatemala.

Masing-masing spesies memiliki kunggulan dan juga kekurangannya seperti misalnya di segi ukuran buah, tekstur kulit buah, rasa, kandungan lemak, ketahanan terhadap penyakit dan penyimpanannya dan juga adaptasinya terhadap lingkungan.

Untuk kamu yang tertarik untuk budidaya alpukat ini maka kamu harus mengetahui beberapa hal dibawah ini untuk dapat meningkatkan hasil panen kamu nantinya.

Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

jarak tanam ideal budidaya alpukat

Pertama-tama kamu harus mengetahui syarat tumbuh tanaman alpukat itu sendiri. Dimana ada beberapa jenis alpukat yang memiliki syarat tumbuh masing-masing untuk bisa tumbuh dengan maksimal.

Berikut ini penjabaran syarat tumbuh tanaman alpukat dalam budidaya alpukat:

Jenis dan PH tanah

Ya pohon alpukat ini bisa tumbuh maksimal di tanah yang gembur, tidak mudah tergenang air, subur, dan banyak megandung bahan organik.

Utnuk jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir, lempung liat, dan juga lempung endapan.

Untuk tingkat keasamannya atau pH tanah harus berkisar 5,6 – 6,4. Apabila di bawah 5,5 tanaman bisa mengalami keracuran akibat unsur Al, Mg, dan Fe yang larut dalam jumlah cukup banyak.

Ketinggian Lokasi Budidaya

Untuk budidaya alpukat ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi yakni sekitar 5 – 1500 mdpl.

Alpukat akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada tingkat ketinggian 200-1000 mdpl. Oh iya, untuk tanaman spesies Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di ketinggian 1000-2000 mdpl, kalau spesies Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 mdpl.

Iklim atau Suhu

Ngomongin soal suhu alpukat ini bisa tumbuh jika suhunya berkisar antara 12,8-28,3 oC. kalaupun tidak maka alpukat bisa mentolelir suhu dari 15-30 oC saja.

Kebutuhan akan cahaya matahari juga mempengaruhi tumbuhnya alpukat ini yakni harus terpapar sinar matahari sekitar 40-80%.

Juga harus adanya akses angin yang lewat untuk membantu penyerbukan alpukat itu sendiri namun perlu di perhatikan juga angin berkecepatan lebih dari 63,-73,6 km/jam dapat mematahkan pohon alpukat tersebut yang terbilang rapuh dan mudah patah.

Jarak Tanam Alpukat

Social distancing juga berlaku untuk tanaman alpukat loh hehe, yang mana lahan yang harus di persiapkan minimal dibuat lubang tanam dengan ukuran 75x75x75 m tergantung dari kondisi tanah.

Spesies alpukat dan juga tujuan penanamannya juga. Untuk tanah yang cenderung tidak subuh, keras, maka lubang tanamnya dapat lebih diperbesar.

Jarak aman untuk alpukat ini disarankan minimal 9×12 m lubang tanam untuk alpukat sebaiknya disiapkan 1-2 bulan sebelum melakukan budidaya alpukat.

Persiapan Benih Alpukat Unggul

kebutuhan bibit budidaya alpukat

 

Nah kalau sudah siap budidaya alpukat maka kamu harus memilih spesies yang unggul untuk hasil yang maksimal.

Untuk varietas alpukat yang unggul bisa memilih varietas Ijo Panjang, Ijo Bundar, Merah Panjang, Merah Bundar, Mega Gegauan, Mega Paninggahan, dan Mega Murapi.

Juga yang harus diperhatikan adalah asal usul benih dari alpukat tersebut supaya bisa mengetahui kualitas dan juga buah yang dihasilkan dapat maksimal.

Untuk benih yang diambil adalah bibit yang sudah tua dan masak pohon juga memilih yang bernas, padat, dan tidak keriput. Ukuran benih yang berkualitas sekitar 65-68 gram.

Kemudian benih direndam dengan pupuk organik cair khusus buah sekitar 30 ml dicampur dengan 1 liter air hangat dan direndam selama 4-5 jam.

Setelah itu bisa ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau bahan penyerap air lainnya. Setelah sekitar 2-3 hari benih alpukat akan mulai tumbuh kecambahnya dan siap dipindah pada media semai.

Perendaman dilakukan bertujuan untuk mencegah penyakit pada benih tersebut

Penyemaian Benih Alpukat

Dalam budidaya alpukat penyemaian benih alpukat dilakukan di tempat yang aman dari berbagai gangguan hewan ataupun manusia, stategis dan dekat dengan air.

Dan juga ruang yang cukup untuk melindungi bibit dari terik matahari langsung dan air hujan yang deras.

Bahan Penyemaian Benih Alpukat

Persiapan bahan dalam proses penyemaian benih alpukat adalah:

  • Polybag ukuran 15 x 21 cm
  • Campuran tanah + pupuk kandang + pasir/sekam (2:1:1)

Cara Penyemaian Benih Alpukat

Penyemaian benih kedalam polybag yakni bagian pangkal benih yang agak rata diletakan di bawah dan bagian ujung benih yang runcing menghadap keatas.

Kemudian ditempatkan di bawah naungan kurang lebih 3 minggu setelah ditanam maka benih akan tumbuh kecambah dan membentuk anak semai.

Pengolahan Lahan Tanam Alpukat

Lahan alpukat ini haruslah di tanah yang gembur. Untuk membuat tanah menjadi lebih gembur maka dilakukan pembajakan kemudian dibuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos sebanyak 10-20 ton per ha.

Pupuk kandang ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, jika tingkat keasaman tanah masih rendah maka bisa di tambahkan dolomite/kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah hingga menjadi pH 6 -7.

Langkah-Langkah Pembuatan Lubang Tanam Alpukat

Persiapan lubang tanam budidaya alpukat bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Galilah tanah kemudian pisahkan tanah bagian bawah dan tanah bagian atas, yang mana tanah bagian atas di campur dengan pupuk kandang yang “matang” atau kompos sebanyak 20 kg per lubang.
  • Setelah di gali maka lubang tanam dibiarkan selama 14 hari sehingga tanah dan lubang galian cukup terpapar matahari. Bisa juga kamu semportkan fungisida untuk mencegah adanya mikroba yang dapat menyerang akar tanaman.
  • Jika keasaman tanahnya kurang maka bisa ditambahkan dolomite atau kapur pertanian sebanyak 0,5 – 1 kg per lubang tanam.
  • Sekitar 1 minggu sebelum melakukan penanaman maka lubang bisa di berikan pupuk (15-15-15) sebanyak 100 g.

Langkah-langkah Cara Menanam Alpukat

Berikut adalah langkah-langkah penanaman budidaya alpukat yang efektif.:

  • Bibit dapat dikeluarkan dari polybag dengan hati-hati supaya akar tidak rusak.
  • Bibit dapat ditanam sebatas pangkal batang atau leher batang, usahakan pada saat menanam akar tidak menggerombol pada satu sisi, sebaiknya di atur agar lebih menyebar ke semua arah. Posisikan bibit untuk tegak lurus agar bisa tumbuh dengan optimal.
  • Tanah galian dapat dimasukan ke dalam lubang agar bibit bisa berdiri kokoh, kemudian bibit bisa disiram air supaya cepat tumbuh. Usahakan bibit tidak terkena sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman hujan.

Cara Pemupukan Alpukat

Untuk hasil yang maksimal maka dapat dilakukan pemupukan 1 minggu sekali dengan menggunakan pupuk NPK dan KNO3.

Pemeliharaan Dalam Budidaya Alpukat

Dalam pemeliharaan budidaya alpukat ini harus dilakukan dengan tekun dan berkala supaya tanaman alpukat tidak terserang penyakit.

Kamu bisa mengikuti langkah-langkah pemeliharaan tanaman alpukat berikut ini:

Penyulaman

Apabila bibit yang telah ditanam kemudian mati, maka sebaiknya langsung diganti dengan yang baru atau disulam supaya agar bisa menyamai pertumbuhan bibit yang lainnya.

Pemberantasan Gulma

Pemberantasan tanaman pengganggu haruslah dilakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak tanaman alpukat kamu, karena biasanya akar alpukat ini cukup peka.

Lakukan penyiangan tergantung banyaknya gulma yang tumbuh disekeliling tanaman. Pengendalian gulma juga bisa di lakukan menggunakan herbisida selektif.

Pengairan

Untuk asupan air maka dilakukan dilakukan penyiraman pada tanaman yang masih muda. Karena sistem akarnya masih belum cukup mampu menyerap air di tempat yang lebih dalam. Penyiramannya haruslah teratur supaya tanaman tidak mati.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat, atau bisa juga pangkas ranting-ranting yang sudah mati supaya tidak mengganggu seluruh tanaman alpukat tersebut.

Pertahankan tinggi dari pohon alpukat sekitar 4-5 meter dari permukaan tanah dan letak cabang paling rendah dengan jarak 1-1,5 m dari permukaan tanah.

Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Alpukat

Serangan hama dan penyakit memang tidak bisa di duga maka dari itu harus dilakukan proses pengamatan secara berkala untuk mengetahuinya lebih awal.

Jika hama hanya di ambang batas ekonomi maka kamu bisa menggunakan insektisida dan juga fungisida atau bakterisida.

Tahap Panen Alpukat

Untuk masa panen biasanya alpukat bisa dipetik pada umur 6-7 bulan dari saat bunganya mekar dan tergantung varietasnya.

Pada saat pemetikan haruslah buah memiliki kematangan sekitar 80% dan dipotong bersama dengan tangkainya sekitar 3-5cm untuk mencegah memar atau luka pada bagian dekat tangkai buah alpukat tersebut.

***

Demikianlah cara budidaya alpukat yang mungkin bisa kamu praktekan sendiri. Memang tidaklah mudah dalam membudidaya alpukat ini namun dengan ketekunan dan kerja keras pasti akan menuai hasilnya, selamat bercocok tanam.

Leave a Reply