Sukses Budidaya Cacing Tanah Dengan Omset Selangit

Kebanyakan orang menganggap cacing adalah hewan yang menjijikan. Namun dibalik fakta itu ada yang namanya bisnis yang menjanjikan. Ya benar saja bahwa cacing tanah ini bisa dijadikan bisnis dengan omset yang tinggi dengan cara membudidayakannya.

Cacing tanah ini bisa digunakan sebagai obat dan juga pakan ternak yang memiliki nilai gizi tinggi. Sehingga banyak orang yang mulai untuk membudidayakan cacing tanah ini dengan harapan keuntungan yang berlipat.

Memang benar bahwa menjalankan sebuah usaha yang dapat dibilang ekstrim ini memang memerlukan tekat dan niat yang besar.

Menjalankan sebuah usaha yang dibilang nyentrik ini memang memerlukan tekad yang bulat. Terlebih lagi menghadapi pandangan masyarakat yang meremehkan budidaya cacing dikehidupan sosial.

Tapi kamu tak perlu berkecil hati, usaha ini adalah usaha yang ringan untuk ditunaikan serta mendatangkan untung yang amat besar.

Terlepas berasal dari pandangan sebelah mata yang diberikan masyarakat berasal dari budidaya cacing. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh berasal dari usaha ternak cacing yang kamu tekuni.

Namun sebelum saat mengulas lebih jauh perihal cacing tanah alangkah baiknya kami mengulas cacing apa saja yang sesuai termasuk untuk di budidayakan.

Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutra atau nama ilmiahnya adalah Tubifex Sp ini adalah pakan alami yang diberikan kepada budidaya benih ikan.

Cacing sutra ini khususnya yang masih berbentuk larva memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan benih ikan itu sendiri.

Sehingga tidak jarang orang yang membudidayakan cacing sutra ini walaupun harga jualnya terbilang murah.

Umumnya di dalam usaha peternakan biasanya dimanfaatkan sebagai pakan alami terhadap ikan air tawar, belut, lele, cupang, lobster, ayam, dan hewan peliharaan.

Jadi dengan permintaan yang tinggi ini cacing sutra menjadi peluang bisnis untuk dilakukan pembudidayaan cacing sutra baik untuk pakan ternak sendiri atau dijual dipasaran.

Budidaya Cacing Merah

Berikutnya adalah cacing merah, dimana cacing merah ini memiliki kemampuan dalam menyembuhkan berbagai penyakit secara herbal seperti penyakit sakit thypus, magh dan asam lambung.

Selain sebagai obat herbal cacing merah ini juga terkenal sebagai bahan baku obat pabrik untuk menyebuhkan penyakit Thypus, stroke, darah tinggi dan rendah dan masih banyak lagi.

Selain sebagai bahan obat-obatan cacing merah ini juga dipakai sebagai bahan pembuatan kosmetik, seperti misalnya pelembab kulit, dan lipstik. Dan juga yang paling banyak digunakan adalah sebagai pakan ternak dan juga campuran pada makanan ternak untuk menambahkan nilai gizi didalamnya.

Cacing merah sanggup di gunakan sebagai pakan ikan hias, kura-kura, lopster, unggas, dan binatang lainnya, karena sebetulnya kandungan gizi cacing merah terlalu bagus untuk makanan tambahan binatang.

Budidaya Cacing Darah

Cacing darah, ya mungkin terdengar mengerikan karena menyebut kata darah didalamnya. Cacing darah ini memiliki nama lain yakni latin Larva Chironomus sp yang biasanya dijadikan pakan ikan.

Budidaya cacing darah sendiri juga bisa dijadikan pilihan yang cukup menjanjikan sebagai penghemat perawatan ikan hias.

Karena cacing merah ini biasanya dijadikan pakan ikan juga cacing ini mengandung banyak sekali gizi yang penting untuk ikan itu sendiri. Seperti misalnya 62.5% protein, 10,4% lemak, dan juga 11,6% abu sehingga mudah untuk dicerna oleh ikan.

Dan juga persentase lemak yang terkandung di dalam cacing termasuk dapat mendukung perkembangan ikan. Pigmen karoten yang terkandung di dalam cacing termasuk dapat mencerahkan pigmen warna ikan hias tersebut.

Budidaya Cacing Lumbricus

Cacing lumbricus ini sebenarnya adalah nama lain dari cacing tanah atau jenis spesifiknya cacing tanah. Dengan bentuknya yang unik ini tak sedikit orang yang jijik melihatnya.

Walaupun begitu hewan tanpa tulang belakang ini banyak dicari orang karena tujuan tertentu misalnya saja yakni untuk pakan ternak atau bahan obat-obatan.

Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah punya banyak sekali terdapat protein yang benar-benar bagus untuk hewan ternak. Cacing tanah  juga berkhasiat sebagai obat penurun panas bagi manusia.

Dan juga produk berbahan dasar cacing tanah mulai merambah ke dunia kosmetik yang dikarenakan khasiatnya dalam melembabkan dan meremajakan kulit. Hal ini yang membuat Cacing tanah memiliki banyak manfaat untuk keperluan sehari-hari.

Selain banyaknya manfaat yang dimilikinya, cacing tanah juga memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sebanyak 76%, kandungan protein Cacing Tanah lebih banyak berasal dari kandungan protein Sapi yang hanya sebanyak 65%.

Dan juga cacing tanah memiliki kandungan Asam amino 17% yang mampu membantu pembentukan sel, otot dan sistem kekebalan tubuh. Untuk harga cacing tanah dipasaran tergolng tinggi berkisar Rp. 75.000,00-85.000,00/Kg nya.

Langkah-Langkah Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula

Untuk budidaya cacing tanah ini memang diperlukan peralatan dan pengetahuan yang cukup. Dibawah ini adalah beberapa tahapan untuk kamu mulai membudidayakan cacing tanah dengan baik dan benar.

Persiapkan Media Budidaya Cacing Tanah

Proses pertama dalam budidaya cacing tanah adalah persiapkan media pembudidayaannya terlebih dahulu. Untuk media perkembangbiakannya kamu bisa menggunakan kotak box yang berisi tanah dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm.

Sebaiknya tanah yang digunakan adalah tanah humus yang subur. Karena jika tanah yang diberikan adalah tanah yang tidak subur maka kamu bisa menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang. Isi kotak box dengan tanah dengan ketinggian sekitar 5-10 cm.

Kemudian bisa kamu letakan kotak di tempat yang teduh dan terhindar dari terik sinar matahari langsung.

Persiapkan Bibit Cacing Yang Berkualitas

Memilih bibit cacing yang berkualitas ini akan memberikan peluang hasil panen yang memuaskan. Untuk mendapatkan bibit cacing bisa kamu cari dan ambil langsung di tempat-tempat yang banyak terdapat cacing seperti tanah-tanah lembab dan juga sampah organik.

Untuk menambah bibit cacing maka berikut tahapan yang harus kamu lakukan:

  • Siapkan wadah baik itu kotak sebagai media perkembangbiakan cacing tanah kemudian masukan bibit cacing yang sudah kamu dapat sebelumnya.
  • Berikan cacing dengan makanan berupa sayur atau juga daun kering.
  • Setelah kurang lebih 2 bulan cacing akan berkembang biak menjadi lebih banyak sehingga Anda perlu memindahkannya ke media yang lebih besar.
  • Umumnya membudidayakan cacing dalam 1 box Anda dapat menampung sekitar 50-100 cacing. Teknik itu bisa digunakan untuk budidaya dengan skala kecil.
  • Untuk kamu yang berencana untuk membudidayakan cacing tanah dengan skala besar maka bisa beli bibit dari peternak cacing lain lebih praktis.

Pemindahan Bibit Cacing

Jika sudah memiliki bibit yang banyak kamu bisa memindahkannya ke dalam media budidaya yang lebih besar. Adapun langkah-langkah untuk memindahkan bibit cacing sebagai berikut:

  • Menjaga kelembaban tanah adalah hal yang sangat penting, kamu bisa membasahi tanah yang ada di dalam wadah.
  • Untuk media tanah pastikan juga sudah memiliki kondisi yang normal baik itu Ph tanah yang sesuai yakni berkisar 5,5-7,5. Kemudian kamu bisa mengisi wadah hingga 50-100 ekor.
  • Periksalah setiap 3 jam sekali di hari pertama, hal ini bertujuan untuk melihat apakah cacing tersebut berusaha keluar dari tanah atau tidak. Karena jika keluar dari tanah maka mengindikasikan media tanah tersebut tidak nyaman. Hal ini bisa dikarenakan suhu tanah atau ph tidak sesuai dengan kondisi habitatnya.

Perawatan dan Pemeliharaan Cacing Tanah

Untuk proses perawatan dan pemeliharaan cacing tanah kamu bisa melakukan beberapa hal secara rutin seperti dibawah berikut ini:

  1. Pemberian pakan cacing

Supaya cacing tumbuh sehat bisa kamu berikan pakan secara rutin. Pakan yang terbaik untuk perkembangbiakan cacing tanah yakni bisa berikan kotoran hewan ternah baik kerbau maupun sapi.

Jika tidak bisa berikan jenis pakan lain seperti kompos sayuran. Selain itu pastikan juga bahwa pakan yang diberikan memiliki struktur gembur sehingga cacing bisa dengan mudah dalam mencernanya.

Metode fermentasi mampu memberikan pakan cacing menjadi gembur. Cukup memercikan sisa sayuran dan buah-buahan dengan larutan fermentasi yang terdiri dari air campuran EM4 dan tetes tebu. Setelah 1-2 hari, maka kompos sayuran ini bisa digunakan untuk pakan cacing tanah.

  1. Penggantian Media Tanah

Tanah adalah faktor yang paling penting untuk perkembangbiakan cacing tanah. Dengan tanah yang diganti secara rutin maka cacing akan dengan mudah berkembang lebih pesat. Penggantian tanah ini bisa kamu lakukan setiap 1 atau 2 bulan sekali saja.

Caranya yakni dengan mengeluarkan semua cacing dari wadah pengembangbiakan. Kemudian  itu masukan tanah baru dan juga pindahkan cacing kedalam media pengembangbiakan lagi.

Untuk tanah lama didiamkan hingga telur cacing yang ada didalamnya dapat menetas dan juga mengeluarkan cacing baru.

  1. Pembuatan Media untuk Bertelur

Ketika cacing akan bertelur, maka Anda harus mempersiapkan media yang sesuai baginya. Media favorit yang bisa digunakan sebagai media bertelur cacing yaitu campuran jerami dengan pupuk kandang dan juga kompos kering.

Tanam media ini kedalam media box perkembangbiakannya. Ketika akan bertelur, cacing otomatis akan menuju lokasi media bertelur dan akan meletakkan telurnya di tempat tersebut.

Dengan membuat media khusus untuk bertelur, maka Anda bisa dengan mudah mengumpulkan telur ketika proses penggantian tanah ada box.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tak jarang cacing juga terkena penyakit dan juga hama yang bisa membuat penyakit tertentu. Hama yang biasanya menyerang cacing adalah berasal dari serangga.

Jenis serangga hama yang paling besar adalah semut. Semut ini bisa memangsa cacing tanah, untuk menghindarinya kamu bisa meletakan wadah pengembangbiakan cacing di rak susun atau meja yang sudah diberikan kapur anti serangga.

Pemanenan Cacing Tanah

Cacing tanah ini dapat Anda panen di umur 6 bulan perawatan. Cacing ini sudah siap untuk dipanen dan dijual.

Cara memanennya cukup mudah yakni karena cacing takut dengan cahaya maka kamu arahkan cahaya lampu ke wadah pengembang biakan tersebut hingga cacingnya akan keluar sendiri dan siap dipanen.

Kemudian untuk telur cacing yang ada pada sarang atau wadah pengembangbiakan bisa kamu pisahkan. Sedangkan tanah bekas cacing sebelumnya bisa kamu kumpulkan dan gunakan sebagai pupuk organik.

***

Demikianlah beberapa cara budidaya cacing tanah yang mngkin bisa menjadi referensi buat kamu yang masih pemula. Mudah kan? Gimana tertarik untuk budidaya cacing tanah? Lakukan dengan tekun dan juga jangan patah semangat jika gagal coba lagi dan lagi, selamat mencoba!.

Leave a Comment