Cara Budidaya Ikan Lele Supaya Cepat Panen Dan Untung Besar

Budidaya Ikan Lele

Apakah kamu merupakan salah satu orang yang suka sekali makan pecel lele? Jika iya maka kamu sudah pasti tidak asing lagi dengan kelezatan daging ikan lele ini dan juga memiliki banyak sekali nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh seperti protein dan juga vitamin B-12.

Karena kelezatan dan juga kandungan gizinya yang banyak itu tidak jarang orang membudidayakan ikan lele ini untuk dijadikan bisnis rumahan yang cukup menggiurkan.

Berbisnis ikan lele memang tidaklah semudah yang dibayangkan terutama bagi kamu yang tidak suka dengan bau amis ikan.

Dan juga kamu juga harus konsisten dalam menangani berbagai masalah yang akan dihadapi dalam budidaya ikan lele ini termasuk masa panen yang cukup lama.

Tapi jika kamu yang masih pemula dan ingin sekali budidaya ikan lele tidak perlu khawatir karena ikan lele ini sangat ramah untuk pemula loh.

Jika kamu tertarik maka kamu bisa mempertimbangkan beberapa metode budidaya ikan lele yang bisa kamu pilih di bawah ini.

Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

Untuk jenis kolam terpal ini biasanya terbuat dari bambu, besi, ataupun kayu yang dijadikan rangkanya dan dilapisi oleh terpal sehingga bisa menampung air untuk ikan lele.

Adapun beberapa keunggulan dari kolam  terpal ini dibandingkan dengan kolam galian dan kolam beton yakni seperti :

  • Kolam terpal bisa ditempatkan di berbagai tempat dan pada tempat yang tidak memungkinkan untuk dibuat kolam galian misalnya saja yakni di tempat yang banyak pasirnya dan juga tempat yang rawan akan banjir.
  • Kolam terpal ini aman untuk di tempatkan diatas permukaan tanah jadi tidak masalah jika terjadi banjir.
  • Budidaya lele di kolam terpal ini dapat dilakukan dilahan yang sempit seperti halaman rumah kamu.
  • Dalam pengaturan tinggi air sangat mudah di dalam kolam terpal untuk menyesuaikan usia lele juga.
  • Lebih mudah dalam pemanenan ikan lele.
  • Lebih mudah mengontrol kondisi kolam.
  • Aman dari berbagai predator alias hewan pemangsa.
  • Ikan lele juga bisa lebih bersih dan juga lebih berkualitas di dalam kolam terpal.
  • Lahan yang digunakan juga tidak akan berubah tidak dibandingkan dengan kolam galian.
  • Untuk biaya kolam terpal lebih murah ketimbang kolam permanen lainnya.

Budidaya Ikan Lele Bioflok

Untuk cara yang kedua yakni mengunakan sistem Bioflok yang mana menggunakan modal yang cukup sedikit dibandingkan dengan cara konvensional.

Cara Bioflok juga bisa ditempatkan di lahan yang tidak terlalu luas dan juga hasil panen juga lebih banyak dibandinkan dengan cara konvensional.

Prinsip dasar dari sistem Bioflok adalah yakni memanfaatkan berbagai mikroorganisme atau bakteri yang bisa dihasilkan sebaai pakan untuk ternak lele itu sendiri. Cara ini dapat menekan biaya pakan lele itu sendiri.

Beternak ikan lele dengan sistem Bioflok ini biasanya menggunakan kolam berbentuk bulat yang bisa terbuat dari terpal sekalipun.

Jenis ini sangat praktis dan juga dapat menghemat lahan yang mana hanya menggunakan kolam dengan ukuran diameter 3 meter dan mampu menampung hingga 3 ribu ekor lele.

Di dasar kolam bisa dipasangkan saluran pipa untuk saluran pembuangan kotoran lele yang mengendap di dalam kolam.

Proses pembuangan kotoran lele ini bisa diikuti dengan penambahan air. Untuk kotoran yang dikeluarkan bisa juga dipakai untuk pupuk organik dan sumber pakan bai lele tersebut.

Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok

Untuk metode kolam tembok adalah kolam permanen yang dibangun dengan bahan utama yakni pasir dan semen. Biasanya para peternak ikan lele lebih memilih metode kolam tembok ini dikarenakan memiliki ketahanan yang lebih baik ketimbang dengan kolam terpal atau kolam tanah.

Sebenarnya budidaya ikan lele menggunakan kolam tembok bisa Kamu lakukan dengan mudah tapi dalam pembuatan kolam tembok memerlukan biaya yang lebih untuk proses pembuatannya.

Kolam beton dibuat dengan campuran semen dan pasir dilengkapi dengan kerangka besi. Untuk ukuran kolam bisa Kamu sesuaikan dengan kebutuhan Kamu sendiri.

Namun perlu Kamu ingat dalam pembuatan konstruksi kolam tembok atau beton ini dibagian dasar kolam bisa dibuat agak miring mulai dari arah pemasukan air ke arah pengeluaran air.

Hal ini dimaksudkan agar kamu mudah dalam menguras air kolam dan membersihkan endapan dari berbagai kotoran hingga lumpur.

Kemudian buat parit di tengah kolam sehingga memudahkan proses panen nantinya. Setelah sudah siap maka bisa didiamkan beberapa hari sampai kering.

Budidaya Ikan Lele Cepat Panen

Sebelum membahas cara budidaya ikan lele agar cepat panen, sebaiknya kamu juga mengetahui faktor-faktor yang mendukung budidaya lele terlebih dahulu yakni:

  • Harga benih lele ini murah dan mudah dicari.
  • Dalam melakukan ternak lele, perlengkapan dan juga alat yang digunakan tergolong mudah untuk ditemukan.
  • Ternak lele ini tergolong cepat sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang lebih cepat dan berlipat ganda.
  • Untuk pembesaran ikan lele biasanya memakan waktu sekitar 2 – 3 bulan.

Pasti ada pertanyaan bagaimana membudidaya lele dengan baik dan benar agar bisa dipanen dengan cepat?

Tahap yang penting dalam melakukan budidaya ikan lele yakni di proses pemilihan bibit. Bibit yang berkualitas yakni bibit yang berukuran 9-12 ekor.

Ukuran ini adalah ukuran yang aman dan sesuai dengan standart pada umumnya untuk meminimalisir resiko kematian.

Selain itu lle dengan ukuran tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik jadi gak mudah untuk terkena penyakit ataupun mati. Sehingga lele akan tumbuh dengan cepat dan panen pun juga lebih cepat.

Untuk ciri-ciri bibit ikan lele yang dapat dipilih yakni :

  • Tentunya Sehat.
  • Punya pergerakan tubuh yang lincah.
  • Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya.
  • Aman dari berbagai penyakit.
  • Memiliki pergerakan stabil atau baik.

Agar memudahkan budidaya lele kolam terpal adalah kolam yang cocok untuk budidaya lele bagi pemula karena berbagai kelebihan kolam terpal antara lain.

Kolam mampu dilaksanakan pemindahan dalam sistem pengembangan usaha, Lingkungan yang terjaga, Pemeliharaan dan kontrol baik pakan,

Pengamatan pertumbuhan dan pertumbuhan juga mudah, Panen yang mudah, Membutuhkan modal yang kecil, Manajemen air lebih enteng sehingga lele selalu sehat dan kolam tidak mengalami bau yang tak sedap,

Dapat dilaksanakan bersama dengan memanfaatkan pekarangan tempat tinggal gara-gara tidak memerlukan lahan yang luas.

Untuk mengisi bibit lele pada kolam kamu harus cermat dalam memperhitungkannya. Yang mana bibit yang terlalu sedikit malah tidak efektif dalam pemanfaatan kolam terpalnya.

Sedangkan jika bibit terlalu banyak malah akan mengakibatkan lele cepat mati.

Apabila kamu menggunakan kolam terpal dengan diameter sekitar 2 m2, kamu bisa membeli bibit sebanyak 3.000 hingga 4.000. tetapi tetap saja kamu harus memperhatikan besar bibit yang kamu beli.

Peralatan dan juga bahan-bahan kolam terpal yang harus disiapkan antara lain:

  1. Lem atau ember
  2. Kayu, batu bata, papan atau kerangka besi yang lain
  3. Kolam terpal yang disesuaikan dengan kondisi lapangan
  4. Tali, paku serta kawat atau alat penunjang yang bisa digunakan untuk membuat kerangka

Langkah-langkah Budidaya Ikan Lele

Pembuatan Kolam Lele

Apabila kamu memiliki kolam ikan yang tidak terpakai maka bisa dijadikan juga untuk kolam ikan lele. Jika tidak maka kamu bisa buat kolam dari terpal yang pembuatannya cukup praktis. Untuk suhu kolam lele yang baik berkisar dari 20 hingga 28 derajat Celsius.

Dan juga kamu harus menciptakan suasana kolam yang tenang dan sedikit keruh dengan beberapa lumut. Untuk pengisian air jangan terlalu dangkal karena ikan lele bisa kepanasan dan mati.

Kamu juga bisa menambah eceng gondok yang berfungsi untuk penyerap racun dan juga memberikan tempat yang teduh untuk ikan lele.

Memilih Indukan yang Berkualitas

Dalam memastikan kamu bisa sukses budidaya ikan lele ini maka kamu harus memilih indukan ikan lele yang berkualitas.

Ciri-ciri bibit lele jantan yang memiliki kualitas yang bagus antara lain:

  • Memiliki pergerakan yang lincah
  • Perut ramping
  • Tulang kepala pipih
  • Warnanya gelap
  • Alat kelaminnya runcing

sedangkan untuk bibit lele betina Kamu juga bisa memilih ciri-ciri sebagai berikut:

  • Punya Perut lebih besar dari punggung
  • Pergerakannya lebih lambat
  • Memiliki kelamin yang bulat

Memilih Lele yang Siap Kawin dan Mengembangbiakannya

Di proses ini kamu harus menyiapkan lele yang siap kawin untuk mengembangbiakannya adapun beberapa ciri-ciri lele yang siap kawin yakni dari warna kelaminnya.

Untuk ikan lele jantan yang siap kawin memiliki kelamin yang berwarna merah. Lalu untuk ikan lele yang betina memiliki warna kelaminnya akan menguning.

Setelah proses ini sudah sukses maka lahirlah benih-benih ikan lele yang harus kamu pisahkan langsung dari kolam indukannya.

Memindahkan Benih Lele ke dalam Kolam

Siapkan ember yang di isi dengan air kolam untuk meletakan benih-benih yang sudah menetas tersebut. Jika tidak kemungkinan besar benih ikan lele ini akan cepat mati karena stress.

Siapkan kolam khusus untuk meletakan benih ikan lele ini yang membutuhkan ketinggian air yang lebih rendah 10-20 cm dari ketingian air kolam lele biasa.

Kemudian kamu simpan ember ke dalam kolam yang sudah di siapkan untuk benih lele dari pagi hingga pagi lagi atau 24 jam. Proses ini dilakukan supaya benih ikan lele bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Pemeliharaan ikan Lele

Untuk memerhatikan kebersihan kolam adalah salah satu kunci sukses dalam budidaya ikan lele. Juga kamu harus memberikan pakan yang berkualitas untuk meningkatkan kesehatan dan kecepatan tumbuh si ikan lele.

Kamu bisa memilih pakan sentrat 781-1 karena memiliki kandungan yang baik untuk ikan lele. Pemberian makanan bisa kamu lakukan di sekitar jam 7 pagi, 5 sore, dan juga 10 malam.

Apabila kamu sudah memberikan pakan namun masih saja ada ikan lele yang mendongakan kepala maka kamu bisa tambahkan lagi.

Namun hindari pakan yang tersisa karena endapan makanan yang sisa ini bisa menimbulkan penyakit.

Memisahkan Lele yang Siap Panen

Jika lele sudah memasuki usia panen maka kamu bisa memilih lele yang akan dipanen dari ukurannya yakni sekitar 7 atau 9-12 cm. Selain ukuran, kolam untuk ikan lele yang sudah siap panen biasanya berwarna kemerahan.

Jika pemilihan ikan lele siap panen sudah selesai maka kamu bisa diangkut dan dipindahkan dari kolam. Pastikan kolam sudah tidak ada lele dewasa lagi agar bisa dipakai untuk benih ikan lele yang baru.

***

Itu lah beberapa informasi tentan cara budidaya ikan lele agar cepat panen, semoga membantu dan semoga sukses!

Leave a Reply