Sukses Dengan Budidaya Maggot, Banyak Yang Gak Tau Bisnis Ini

Maggot adalah lava dari lalat hitam atau Black Soldier Fly (BSF) memiliki sangat banyak manfaat khususnya dalam bidang peternakan dan juga pertanian.

Hasil olahan sampah rumah tangga bisa dijadikan sebagai kompos dan larvanya dapat dipanen dan dijadikan sebagai pakan ternak atau ikan.

Tentunya hal ini membuat maggot BFS sedang banyak dicari untuk dibudidayakan, walaupun memang cenderung jijik saat budidayanya.

Namun dibalik itu semua, potensi sukses dalam budidaya maggot sangatlah tinggi dengan hasil yang menggiurkan. Banyak sekali yang mencari maggot ini sebagai pakan ternak ayam.

Siapa yang tidak tahu ayam, komoditas utama dalam perdagangan yang ada di Indonesia dan banyak yang membudidayakannya, tentunya menginginkan ayamnya tumbuh kembang dengan sehat. Inilah fungsi maggot sebagai asupan gizi dan vitamin yang baik bagi ayam.

Sebagai informasi tambahan, maggot BSF adalah salah satu variasi lalat yang mirip seperti tawon yang berwarna hitam. Panjang maggot BSF sekitar 15-20 mili meter.

Maggot BSF ini hakekatnya merupakan fase larva dari siklus hidup BSF. Metamorfosa maggot BSF ini adalah dari telur, larva, prepupa, pupa dan BSF. Untuk siklus hidup BSF betul-betul singkat adalah 40- 44 hari saja.

Fase larva yaitu fase sebagai belatung atau maggot bsf. Umumnya maggot tumbuh di bahan organik yang sudah membusuk misalnya seperti buah, sayur, bangkai dan lain sebagainya. Dalam keadaan utuh maggot memiliki kadar protein yang cukup tinggi sekitar 40%.

Budidaya Maggot BSF

Maggot BSF memiliki berbagai manfaat yang bisa didapatkan selain untuk dibudidayakan dan pada akhirnya dipanen dan dijual.

  • Maggot BSF Mengurai Sampah Organik

Seperti yang kamu ketahui, sekarang ini permasalahan negara kita salah satunya adalah penumpukan sampah. Maggot BSF ini memiliki peranana penting dalam menekan jumlah limbah organik.

Bayangkan saja, 15 ribu larva BSF dapat menghabiskan sekitar 2 kilogram makanan dan limbah organik hanya dalam waktu 24 jam saja.

Dengan kemampuannya itu juga, hasil penguraian sampah organik bisa dijadikan pupuk yang bisa membantu dalam bidang perkebunan.

Untuk itulah mengapa budidaya maggot ini mulai banyak yang melakukannya karena keuntungan yang didapatkan dari sektor perkebunan, dan ada lagi dari manfaat budidaya maggot dari sektor peternakan.

  • Untuk Pakan Super Kaya Nutrisi

Maggot BSF merupakan pakan super bagi hewan ternak yang kaya akan gizi dan nutrisi bagi hewan ternak. Maggot BSF mengandung nutrisi yang sangat baik untuk pakan ternak, salah satunya adalah ayam dan juga ikan.

Namun jangan salah, untuk pakan hewan peliharaan maggot BSF juga bisa diandalkan sebagai pakan yang kaya akan nutrisi untuk burung, iguana, sugar glider, tokek, dan masih banyak lagi.

Setelah mengehtahui berbagai manfaat dari budidaya BSF, ada beberapa keunggulan dari maggot BSF. Yaitu:

  1. Tidak berbau amis seperti pakan ternak lainnya
  2. Tidak jorok
  3. Sangat mudah dicerna oleh hewan ternak dan peliharaan
  4. Sangat sehat bagi hewan ternak dan peliharaan
  5. Cara budidaya maggot BSF yang mudah dan tidak ribet
  6. Panen jelas dan teratur

Maggot BSF benar-benar aman untuk di jadikan pakan ternak. Karena lalat BSF bukan termasuk dalam kelompok lalat penyebar penyakit, jadi aman.

Berbeda dengan lalat hijau yang senantiasa hinggap di daerah yang kumal lalat BSF ini hanya hinggap di daerah yang berbahan fermentasi saja.

Budidaya Maggot Media Air

Setelah mengehtahui manfaat dan potensi bisnis dari budidaya maggot, saatnya adalah memulainya sendiri. Ada beberapa tahapan yang harus kamu perhatikan dalam budidaya maggot BSF ini.

Persiapan Ternak Maggot BSF

  • Kandang

Sebuah hal yang tidak perlu dipertanyakan dalam budidaya hewan apapun itu termasuk sekecil larva, adalah kandang. Fungsi kandang dalam budidaya maggot ini adalah sebagai tempat dimana BSF akan memproduksi telur-telurnya yang nantinya akan dijadikan sebgai bibit maggot BSF.

Anda bisa memikirkan terlebih dahulu kebutuhan budidaya maggot yang akan Anda lakukan. Ini semua tergantung pada sebanyak dan sebesar apa bisnis maggot BSF yang akan kamu lakukan.

Jika terlalu besar, dan kamu tidak tahu bagaimana teknik pemasarannya, tentunya malah membuat Anda kerepotan dalam budidaya maggot.

Pada kasus yang normal dalam pembuatan kandang maggot BSF, buatlah kandang dengan ukuran 2,5 m x 4 m x 3 m. Itu merupakan ukuran kandang yang cukup untuk budidaya maggot kelas kecil dan menengah. Dengan ukuran itu saja, kamu bisa menampung puluhan ribu larva BSF.

  • Media Penetasan Telur

Dalam budidaya maggot, setelah telur-telur tersebut menetas, kamu bisa memindahkannya pada media pemeliharaan maggot BSF tersebut.

Ini bisa dibuat dengan bahan dasar tripleks atau box kardus kecil. Setelah telur menetas, pindahkan larvanya langsung ke biopond sebagai media pembesaran.

Pisahkan media penetasan dan pembesaran di dalam kandang. Pemisahan ini sangat penting karena jika menyatu, telur-telur akan mudah pecah tertekan oleh larva. Sebenarnya, apakah yang disebut dengan biopond?

  • Media Pembesaran Larva

Dalam media pembesaran larva, biopond adalah hal yang digunakan untuk budidaya maggot. Biopond merupakan media pembesaran larva BSF yang terbuat dari kayu, PVC, dan dipenuhi oleh tanah yang gembur.

Biopond sendiri memiliki 2 jenis, yaitu biopond dengan menggunakan ramp (bidang miring sebagai jalan migrasi prepupa) dan biopond yang tidak menggunakan ramp.

Ukuran biopond juga harus disesuaikan dengan budidaya maggot yang sedang kamu lakukan, persis seperti pada saat persiapan kandang.

Pengembangbiakan Maggot BSF

Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menarik lalat BSF untuk bertelur seperti:

  1. Air
  2. Ember
  3. EM4 (bisa didapatkan dari Yakult)
  4. Kantong plastik
  5. Penyedap makanan (bisa menggunakan Royco)
  6. Gula pasir
  7. Dedak

Setelah semua bahan siap, saatnya membuat pakan alternatif untuk menarik lalat BSF bertelur, inilah tahapan yang dimulai dalam budidaya maggot:

  1. Siapkan air 1 litter dan gula 5 sendok.
  2. Sesudah air dan gula siap lalu letakkan di ember atau panci.
  3. Siapkan dedak 5 kg dan royco lalu campur dengan air dan gula yang telah di siapkan tadi. Penerapan royco ini agar baunya lebih menyengat. Bau menyengat akan membuat lalat BSF akan kencang datang.
  4. Sesudah semuanya tercampur tuangkan EM4 atau yakutl. Dari 2 bahan hal yang demikian Anda dapat memilih salah satu. Untuk komposisi EM4 dapat 1 tutup botol EM4. Untuk yakult dapat berikan separuh botol atau 1 botol.
  5. Campur semua bahan hal yang demikian dan aduk sampai merata.
  6. Siapkan kantong plastik 5 kg atau 8 kg.
  7. Masukkan dedak yang telah di campur tadi ke kantong plastik. Isilah separuh saja jangan sampai penuh agar masih ada ruang udara di dalam kantong plastik.
  8. Ikat kantong plastik yang telah di isi dengan dedak hal yang demikian rapat-rapat.
  9. Letakkan kantong plastik ke daerah yang adem biarkan 4-5 hari sampai benar-benar telah terfrementasi. Petunjuk telah terfrementasi yakni kantong plastik akan mengembang seperti habis di tiup.
  10. Agar hasil fermentasi aman dan terhindar dari kucing atau binatang lainnya maka dapat di tutup dengan kawat besi di komponen atasnya.
  11. Sesudah hasil fermentasi benar – benar sempurna, selanjutnya tuang hasil fermentasi hal yang demikian kedalam ember.
  12. Sesudah di tuang lalu di tutup dengan daun pisang atau kertas minyak. Tutup sampai merata.
  13. Simpan ember di dalam kandang dekat dengan media penetasan telur.
  14. Setelah 2 sampai 3 hari, lalat BSF akan berdatangan dan mulai bertelur di sekitar ember dan media penetasan.

Setelah semuanya siap, coba kamu lihat media yang sudah kamu simpan setelah 2 atau 3 hari, apakah lalat BSF sudah mulai bertelur.

Dalam budidaya maggot, telur maggot memang cenderung sangat kecil dan lalat maggot ini akan bertelur pada pinggir atau sekitar media penutup. Lalat tidak akan bertelur pada dedak yang sudah kamu siapkan.

Telur lalat BSF akan menetas di hari ke 2 atau ke 3. Bayi-bayi lalat itu nantinya akan otomatis bergerak menuju dedak fermentasi karena dedak merupakan salah satu media hidup bagi maggot BSF.

Selain sebagai media hidup maggot juga akan mencari makanan di dedak itu juga.

Panen Maggot

Inilah hal yang sangat ditunggu-tunggu saat budidaya maggot, adalah tahap panen. Pada umur 1 pekan maggot BSF sudah nampak wujudnya.

Pada umur 2 atau 3 pekan kamu sudah dapat memanennya. Lazimnya maggot BSF akan berkumpul di bawah penutup dedak atau di dalam dedaknya seketika setelah siap panen.

Pada tahapan ini, kamu bisa melakukan budidaya maggot lagi dengan cara menaburkan sisa dedak fermentasi yang tersisa.

Lama kelamaan fermentasi dedak tersebut akan berubah warna menjadi hitam dan lalat akan kembali timbul di pinggir atau sekitar fermentasi dedak tadi.

Dengan hal yang kamu lakukan itu, budidaya maggot tidak akan pernah berhenti kamu lakukan. Jika kamu dengan rutin menaburi kembali dedaknya selama seminggu sekali, maka maggot akan konsisten ada. Setelah di taburi tutup kembali fermentasi dedak tersebut.

Budidaya Maggot Tanpa Bau

Pada dasarnya, pada budidaya larva BSF ini tidak menimbulkan bau. Walaupun terlihat jijik, faktanya larva ini bersih, dan bukan sumber pembawa penyakit.

Belatung yang berasal dari lalat BSF berbeda dengan lalat hijau dan lalat hitam yang menyebarkan penyakit. Lalat BSF tidak memunculkan bau busuk dan bukan pembawa sumber penyakit.

Sebab betul-betul aman, anak kecil malah berani bermain-main dengan belatung lalat BSF.

Maggot merupakan decomposer sampah organik yang alami. Maggot dikenal sebagai pengurai atau penghancur sampah organik tanpa memunculkan bau busuk.

Hal ini dapat menjadi solusi masalah sampah di perkotaan. Bisa menjadi pakan ternak dan bisa menguraikan sampah organik yang nantinya bisa dijadikan pupuk kompos, tentunya membuat kamu yang ingin memulai budidaya maggot sangat menguntungkan.

***

Setelah mengetahui cara budidaya maggot BSF yang menguntungkan? Apakah Anda mulai tertarik dengan budidaya yang menguntungkan yang satu ini?

Kebutuhan maggot BSF cenderung banyak di pasaran, jadi akan sangat menguntungkan jika kamu mulai dari sekarang membudidayakan larva dari lalat dengan jenis BSF.

Leave a Comment