Kiat Sukses Budidaya Melon Hingga Panen Berlimpah

Melon adalah buah dengan jenis labu-labuan yang masih satu keluarga dengan semangka. Tanaman melon sendiri mirip dengan tanaman semangka.

Bercabang banyak, dan tipe tanamannya yang merambat. Bedanya dengan tanaman semangka, tanaman melon memiliki bulu batang yang lebih halus.

Semua buah melon memiliki biji yang banyak dan terkumpul dalam rongga buah yang diliputi lender, persis seperti labu.

Melon memiliki rasa manis dan sensasi yang segar karena mengandung banyak air pada daging buahnya. Rasa yang segar tersebut membuat melon biasanya digunakan pada hidangan pencuci mulut dan juga bisa diolah menjadi jus yang sangat menyegarkan jika diminum siang hari.

Maka dari itu, melon memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tak heran kalau banyak sekali yang memulai budidaya melon dengan berbagai metode yang ada.

Disini, saya akan membagikan beberapa metode dalam budidaya melon yang bisa kamu lakukan. Ada 3 metode yang bisa kamu lakukan dalam budidaya melon.

Yaitu budidaya melon dalam pot, budidaya melon dalam polybag, dan juga metode tanam yang saat ini sedang marak digunakan yaitu budidaya melon hidroponik.

Budidaya Melon Dalam Pot

Menanam tanaman dalam pot atau yang biasa disebut dengan tabulampot, merupakan teknik budidaya melon yang sangat menguntungkan dari berbagai sisi.

Selain bisa menghasilkan buah, budidaya melon di dalam pot juga bisa menjadi hiasan pada pekarangan rumah. Tentunya ini sangat menggiurkan bukan?

Namun, ada hal yang perlu diketahui. Proses penanaman melon dengan metode ini memiliki resiko kegagalan yang lumayan besar.

Tak jarang tanaman melom yang sudah ditanam tidak berkembang dan malah tidak menghasilkan buah sama sekali dalam waktu yang sangat lama. Namun, semua itu bisa diatasi dengan perlakuan dan perawatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Memilih Jenis Melon

Ada 3 jenis melon yang bisa dibudidayakan dalam pot, yaitu:

  1. Melon jenis ini adalah jenis melon yang sangat popular di pasaran. Bentuk buahnya yang bulat dengan warna hijau dengan tekstur seperti ada jala yang membungkus melon itu, mempunyai daging buah warna hijau muda hingga oranye.
  2. Melon jenis ini memiliki tekstur yang mulus, tidak ada jala yang menyelimuti buah melon. Bentuknya agak bulat dan cenderung melonjong. Dengan daging buah berwarna hijau muda, oranye, sampai puti dengan tidak ada aroma.
  3. Melon jenis ini memiliki kulit buah yang seperti labu dengan daging buah berwarna kuning hingga oranye dan memiliki aroma yang sangat kuat.

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

  1. Sebaiknya dalam budidaya melon dengan metode apapun itu dilakukan di dataran yang agak dingin, sekitar 300-1000 mdpl. Jika kurang dari ketinggian tersebut, melon tidak akan tumbuh secara maksimal.
  2. Letakkan melon di daerah yang terbuka dengan intensitas matahari yang maksimal dengan waktu penyinaran sekitar 10 jam.
  3. Pastikan suhu antara 25-30°C dengan kelembapan udara 70-80% dengan curah hujan yang sedang seperti pada daerah tropis di Indonesia.

Persiapan Budidaya Melon dalam Pot

  1. Belilah benih pada petani yang sudah terpercaya menjual bibit melon yang berkualitas.
  2. Setelah sudah mendapatkan benihnya, rendam benih di dalam air semalaman dan peram selama 2 hari pada suhu yang hangat.
  3. Siapkan media semai yaitu campura tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 5:1. Masukkan ke pot, buat lubang kecil, lalu tanam benih di lubang tersebut, dan siram dengan air secukupnya.
  4. Bibit akan siap ditanam ke pot yang besar setelah tumbuh sekitar ada 4-5 helai daun.
  5. Setelah itu, pindahkan ke pot yang lebih besar, kira-kira memiliki diameter 30cm.
  6. Masukkan benih pada campuran tanah, pupuk kandang, pasir, dan sekam bakar dengan perbandingan 4:2:1:1.
  7. Masukkan pupuk NPK sebanyak 50gr dan Furadan 3G sebanyak 20gr diatasnya.
  8. Pasang ajir pada pot sebagai media rambat tanaman melon.
  9. Siram pot agar menjadi lembab dan letakkan pada daerah yang terkena sinar matahari.

Perawatan Melon dalam Pot

  • Penyiraman pada budidaya melin dalam pot dilakukan satu kali sehari pada pagi atau sore hari menggunakan sprayer. Namun saat bakal buah terbentuk, penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali saja.
  • Pemupukan dilakukan setelah 6-14 hari setelah masa tanam. Berikan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 10 gram per tanaman dan diulangi setiap 14 hari. Berikan juga pupuk KNO3 dengan dosis 5 gram per tanaman tiap satu bulan sekali. Sebelum diberikan, pupuk dilarutkan dalam 1 liter air. Pemupukan sebaiknya dijalankan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 untuk menghindari penguapan berlebih.
  • Pengikatan tanaman adalah hal yang perlu diperhatikan. Ikat tanaman melon setelah memiliki panjang sekitar 40cm pada ajir yang telah dipasang sebelumnya.
  • Pengikatan juga dilakukan setelah melon sudah ada bakal buahnya. Ini dilakukan agar tangkai tanaman tidak patah. Pengikatan dilakukan pada cabang tempat tumbuh buah melon yang posisinya horisontal.
  • Menjaga kebersihan pot adalah hal yang utama, pastikan tidak ada hama dan gulma yang menyerang tanaman melon. Jadi, secara intens, lakukan pengecekan terhadap setiap tanaman melon yang kamu budidayakan.

Panen Melon dalam Pot

Melon bisa dipanen setelah 90 hari setelah masa tanam. Melon yang telah siap dipanen memiliki ciri antara lain

  • Buah telah mengeluarkan bebauan harum khas buah melon.
  • Serat jala yang terdapat pada permukaan kulit buah melon tampak kasar dan juga terang.
  • Terdapat retakan-retakan kecil pada kulit buah di sekitar tangkai.
  • Warna kulit hijau kekuningan dan daun-daun tanaman telah mulai mengering.

Budidaya Melon dalam Polybag

Dalam budidaya melon dalam polybag, perawatannya tidak ada bedanya dengan budidaya melon dalam pot. Bedanya, jika polybag, ini menggunakan media tanam yang berbeda.

Pada budidaya melon dalam polybag, hal yang harus diperhatikan adalah campuran dari media tanamnya pada saat proses penyemaian.

Masukkan campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:2:3. Setelah bibit sudah mulai tumbuh dengan umur 2-3 minggu, maka penyemaian telah selesai dan pemindahan benih ke polybag dapat dilakukan.

Proses perawatan hingga panen budidaya melon dalam polybag tidak ada bedanya dengan budidaya melon dalam pot.

Panen melon bisa dilakukan setelah 90 hari masa tanam dengan ciri-ciri yang sangat pasti warna kulit buah yang kekuning-kuningan, ada lingkarang retak pada tangkai tanaman melon, dan aroma yang sangat kuat.

Salah satu jenis melon yang bisa ditanam dengan metode polybag dan memiliki harga jual yang tinggi adalah jenis melon golden.

Budidaya Melon Golden

Melon golden memiliki harga jual yang tinggi. Rasanya yang istimewa membuat banyak orang yang penasaran dan akhirnya mencoba melon dengan warna kuning tersebut.

Melon golden memiliki manfaat medis dan kandungan gizi yang tinggi. Buah ini bisa berperan sebagai makanan diet sebab rendah kalori dan berserat tinggi.

Itu sebabnya budidaya melon golden adalah salah satu bisnis pada sektor perkebunan yang menjanjikan.

Jika Kamu tahu, harga jual per kilogram melon golden malah diatas harga rata-rata buah melon macam lainnya. Budidaya buah melon golden tidak terlalu susah jikalau dilakukan di daerah iklim tropis seperti Indonesia.

Dan dengan memperhatikan syarat tumbuh tanaman melon seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Budidaya Melon Hidroponik

Pada proses budidaya melon hidroponik, berbagai tahapan yang dilakukan tidak jauh beda dengan budidaya melon dengan metode lainnya, yang membedakan hanyalah media tanamnya yang dilakukan tanpa menggunakan tanah.

Budidaya tanaman yang satu ini memang banyak digemari karena cukup unik dan dapat dikembangkan dengan mencoba membudidayakan tanaman buah atau sayuran lainnya.

Pada proses pemilihan bibit sampai dengan penyemaian tidak ada bedanya dengan proses budidaya melon lainnya. Hanya saja, yang membedakan adalah proses dimana bibit yang menjadi benih akan dipindahkan pada media hidroponik.

Perawatan Melon Hidroponik

  • Setelah proses persemaian selesai, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke media hidroponik dan tambahkan nutrisi berupa pupuk yang sudah dicairkan.
  • Melon akan tumbuh dengan baik jika menggunakan media tanam hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang menggunakan sistem selokan.
  • Pada saat melon menginjak usia remaja, pindahkan tanaman melon ke dalam media hidroponik dengan metode Dutch Bucket.

Sebagai informasi, metode dutch bucket ini dilaksanakan dengan memanfaatkan wadah yang lebih besar seperti ember yang di dalamnya berisi substrat media kering hydroton, perlite, batu apung atau zeolit.

Terdapat lubang outlet yang terhubung dengan pipa menuju tandon. Lubang outlet tersebut merupakan media yang dialiri oleh air dan gizi cair yang diperlukan tanaman.

  • Siapkan juga ajir sebagai media rambat tanaman melon.
  • Lakukan pemotongan pada beberapa bagian tunas. Tunas yang dipertahankan adalah tungas ke-7 dan ke-9 yang muncul antara daun ke-11 dan ke-14.
  • Sistem hidroponik pada umumnya dilakukan pada Greenshouse. Untuk Kamu yang melakukan budidaya melon hidroponik di Greenhouse, perkawinan bunga pada tanaman melon tidak usah dilakukan, biar dilakukan secara alami oleh lebah.
  • Seluruh tunas di bawah 7 dan di atas 9 dipangkas. Sedangkan telah dilaksanakan pemotongan secara rutin, tunas-tunas tersebut pasti akan timbul dan timbul lagi. Oleh sebab itu, anda perlu mengecek tanaman melon anda setiap hari dan pangkas tunas-tunas yang timbul lagi. Pemangkasan tunas bertujuan agar pertumbuhan buah melon tak terganggu.
  • Saat buah melon telah tumbuh sebesar telor, pangkas daun-daun yang tumbuh pada tunas, dan sisakan 2 helai saja.
  • Lakukan toping dikala telah berbuah, dan sisa daun yang dipertahankan ialah 30 helai saja.

Pemupukan dan Pemberian Nutrisi

  • Dikala tanaman melon tumbuh daun 4 helai: nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 400 ppm.
  • Dikala tanaman melon dipindahkan dalam media tanam hidroponik hingga berusia 2 pekan: nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 800 ppm.
  • Sesudah lebih dari 2 pekan: naikkan dosis pemupukan menjadi 1000 ppm hingga menjelang tanaman berbunga.
  • Dikala tanaman melon berbunga: nutrisi yang diperlukan ±1200 ppm.
  • Dikala tanaman melon berbuah: nutrisi yang diperlukan menjadi 1500 ppm.
  • Dikala tanaman melon telah berjaring: nutrisi yang diperlukan 1800 ppm hingga siap panen.

Perlu di ingat bahwa pupuk dan nutrisi yang diberikan kepada tanaman hidroponik tidak boleh menggunakan pupuk yang sembarangan. Pupuk AB Mix, Pupuk anorganik plus Gandasil D, dan pupuk organik cair adalah jenis pupuk yang cocok untuk budidaya melon dengan metode hidroponik.

Panen Melon Hidroponik

Saat yang ditunggu-tunggu adalah tahap panen melon. Melon sudah dapat dipanen saat berusia 50 – 60 hari. Amati warna, wujud dan beban buahnya.

Buah yang sehat merupakan buah melon yang berwarna segar, bentuknya tidak cacat dan berbeban kaprah-kaprah 2 – 3 kg

Leave a Comment