Budidaya Semangka Yang Mudah Dan Berbuah Lebat

Siapa yang nggak tahu buah semangka? Buah yang besar dengan kandungan air yang banyak membuat buah ini sangat cocok untuk dimakan pada siang hari.

Bercocok tanaman tumbuhan ini adalah hal yang bisa menjadi ide bisnis yang cukup menjanjikan. Masalahnya, buah semangka ini sangat banyak peminatnya dan juga sangat banyak jenisnya. Budidaya semangka non biji.

Jika ingin memulai budidaya semangka, ada yang perlu kamu tahu bahwa tumbuhan semangka membutuhkan banyak ruang, banyak sinar matahari, banyak air dan banyak nutrisi.

Tumbuhan semangka adalah jenis tanaman merambat yang merambat dengan liar, seperti semua tanaman dalam keluarga Cucurbita (misalnya squash, labu siam, dan mentimum).

Sebenarnya, budidaya semangka itu tidak terlalu sulit, semangka tidak terlalu sulit untuk tumbuh namun jangan terlalu meremehkan dalam budidaya tanaman semangka ini jika Kamu masih tahap awal dalam budidaya tanaman merambat ini.

Semangka akan tumbuh subur jika ditanam pada iklim yang sempurna, tanah yang sempurna, pengairan yang baik, dan juga pemberian nutrisi yang baik.

Jadi, walaupun tanaman ini seperti hanya tumbuhan merambat biasa, tapi demi menghasilkan buah yang berkualitas, perlu adanya perawatan yang ekstra.

Pada umumnya, semangka ini ditanam pada lahan persawahan yang luas, namun bagi Kamu yang punya pekarangan rumah yang cukup luas untuk budidaya tanaman semangka, maka budidaya semangka dalam polybag adalah solusi yang sangat tepat.

Budidaya Semangka Dalam Polybag

Salah satu teknik penanaman yang sangat banyak orang yang menggemarinya adalah dengan teknik menaman tumbuhan dalam polybag.

Polybag ini dipilih karena medianya yang mudah didapatkan dan juga dengan hasil yang maksimal. Biasanya teknik penanaman tumbuhan dalam polybag dilakukan untuk tumbuhan yang berbuah. Dengan budidaya semangka dalam polybag, kamu bisa lakukan sendiri dirumah.

Kamu yang ingin budidaya semangka dengan teknik penanaman dalam polybag tentunya akan sangat menyenangkan. Semangka ini biasanya sudah dapat dipanen 3 bulan setelah masa tanam.

Berkebun sendiri di pekarangan rumah tentu sangat menyenangkan, apalagi menghasilkan buah semangka yang besar dan bisa langsung dikonsumsi, jadi masih fresh.

Budidaya Semangka Pada Lahan Luas

Di daerah tropis sejati, musim kemarau adalah musim tumbuh semangka terbaik. Semangka tidak tahan dengan panas ekstrem atau dengan kondisi lembab dan basah di musim hujan/musim panas.

Penyakit jamur dan serangga akan segera menyerang tumbuhan semangka dan membuatnya mati. Iklim yang sejuk seperti di Indonesia adalah iklim yang sangat tepat untuk budidaya semangka.

Ada varietas semangka yang berbeda, jadi jika Kamu bertempat tinggal di dataran rendah, carilah varietas yang lebih cepat matang.

Tumbuhan semangka akan subur di bawah sinar matahari yang cukup, biarkan tumbuhan semangka ini terkena sinar matahari langsung.

Ada 3 jenis semangka yang bisa menjadi pilihan kamu untuk memulai bisnis jual beli semangka. Ada semangka inul, semangka kuning, dan juga semangka tanpa biji. Semua memiliki keunggulan masing-masing dan juga peminat masing-masing.

Budidaya Semangka Inul

Semangka inul adalah semangka pepaya hibrida dengan ukuran dan bentuknya lebih mirip dengan pepaya. Bentuk dari semangka inul ini oval dengan warna kulit hijau gelap, dan memiliki berat sekitar 2,5 sampai 3,5 kg.

Penampilannya yang unik tentunya mengundan penasaran banyak orang. Dalam budidayanya juga sangat unik, Kamu akan terlihat menanam pepaya tapi dengan buah yang muncul dari semak-semak seperti semangka.

Semangka ini diberi nama semangka inul karena ukurannya yang kecil dan berbentuk oval. Daging buahnya ada yang berwarna merah dan kuning dengan rasa yang manis. Tak heran kalau banyak sekali penggemar dari semangka inul ini.

Tanaman ini paling cocok untuk dipelihara di media gembur yang kaya akan bahan organik dan memiliki pH sekitar 6-6,7. budidaya semangka inul idealnya dilakukan di daerah pada ketinggian sekitar 100-300 m di atas permukaan laut. Jadi tidak terlalu masalah jika semangka inul ditanam pada pekarangan rumah, namun harus dengan media tanah yang gembur.

Budidaya Semangka Kuning

Sebagian besar dari kita sudah mengenal buah yang populer, semangka. Daging merah cerah dan biji hitam membuat makan manis, berair, dan mempunyai banyak biji, apakah kamu sudah tahu kalau ada semangka dengan daging buah dengan warna kuning?

Tapi apakah semangka kuning itu alami? Dengan lebih dari 1.200 varietas semangka yang ada di pasaran saat ini, dari tanpa biji hingga merah muda hingga hitam, seharusnya tidak mengherankan bahwa memang semangka dengan jenis daging kuning adalah semangka yang tumbuh alami tanpa adaya suntikan pewarna.

Daging kuning pada semangka mungkin mengejutkan karena bagian luarnya tidak terlihat berbeda dari varietas semangka merah.

Daging semangka menjadi kuning adalah mutasi alami. Sebenarnya, penggagas budidaya semangka dengan varietas ini berasal dari Afrika.

Buah ini memiliki rasa lebih manis, seperti madu dibandingkan dengan semangka dengan daging buah warna merah, tetapi memiliki nutrisi dan dan kandungan manfaat yang sama.

Buah semangka kuning sekarang banyak tersedia dan merupakan alternatif bagi kamu yang ingin melakukan budidaya semangka yang berbeda dari semangka tradisional dengan warna merah.

Budidaya Semangka Tanpa Biji

Semangka adalah makanan pokok musim panas, dan lebih umum kita melihatnya tersedia di pinggiran jalan saat mulai memasuki musim panas.

Semangka tanpa biji telah membuat hidup kita lebih mudah. Tentunya kamu tahu sendiri bahwa biji pada buah semangka sangatlah banyak yang biasanya sangat mengganggu saat memakannya. Dalam satu gigitan buah semangka saja mungkin kamu banyak mengeluarkan biji dari mulut Kamu.

Semangka tanpa biji ditemukan lebih dari 50 tahun yang lalu, dan mereka memiliki sedikit atau bahkan tanpa biji. Ketika kita mengatakan biji, kita berbicara tentang benih matang, yang hitam.

Seringkali, mantel biji putih di mana benih tidak sepenuhnya matang diasumsikan menjadi biji. Tapi ini bukan masalahnya! Biji ini memang masih aman jika tertelan, jadi Kamu jangan khawatir karena tidak ada semangka yang tumbuh di perut Kamu.

Budidaya Semangka Dengan Buah Lebat Dan Berkualitas

Sebelum memulai budidaya semangka, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pH tanah, ketinggian lahan tanam, iklim, jarak tanam adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. pH Tanah dan Jenis Tanah

Tanah yang sangat tepat dalam budidaya semangka adalah tanah dengan unsur organik dan unsur hara yang tinggi, gembur, dan tentunya bersih dari gulma. Pastikan lahan yang akan ditanami semangka ini memiliki pH yang normal yaitu 6-7. Penaburan dolomite atau kapur pertanian adalah hal yang bisa dilakukan jika pH tanah dibawah 6.

  1. Ketinggian Lahan

Maksud dari ketinggian lahan disini adalah tinggi dataran dari permukaan laut. Dalam budidaya semangka, semangka bisa ditanam mulai dari 0-1000 meter diatas permukaan laut. Namun, setiap permukaan memiliki varietas semangka yang cocok. Jadi, pastikan Kamu memilih jenis semangka yang cocok sesuai dengan tempat Kamu menanam semangka.

  1. Iklim dan Suhu

Semangka sangat cocok tumbuh pada kelembaban udara yang rendah dengan curah hujan 40-50 mm perbulan dengan suhu rata-rata 25°C pada siang hari.

  1. Jarak Tanam

Jarak tanam masing-masing benih semangka tentunya menjadikan tanaman semangka akan bisa tumbuh dengan bebas dan juga mendapatkan asupan cahaya yang cukup tanpa terhalang dengan tanaman semangka yang lainnya. Ada dua cara untuk menentukan jarak tanam semangka.

  1. Sistem tunggal yaitu menggunakan jarak tanam ideal sekitar 90-100 cm x 3 m.
  2. Sistem ganda yaitu menggunakan jarak tanam 90-100 cm x 6-7 m.

Mempersiapkan Benih

Kamu bisa membeli benih semangka di berbagai toko pertanian dan lebih bagusnya lagi di petani yang sudah paham betul tentang budidaya tanaman semangka.

Setelah kamu mendapatkan benihnya, jangan langsung kamu tanam, ada berbagai hal yang perlu kamu lakukan.

Perendaman dengan menggunakan pupuk organik cair bisa membuat benih mudah berkecambah dan tumbuh dengan bagus.

Caranya adalah dengan merendam benih semangka ke dalam pupuk organik cair selama 4-5 jam. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran.

Setelah 2-3 hari benih semangka akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Penyemaian

Langkah ini dilakukan untuk benih semangka ini dapat tumbuh dengan maksimal. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam penyemaian benih semangka.

  • Membersihkan tanah dari hama pengganggu
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan jumlah secukupnya
  • Benih semangka lalu ditanam ke dalam lubang tanah sedalam 3-5cm
  • Siram dengan air bersih secara rutin, namun jangan terlalu banyak

Pengolahan Lahan

Lakukan pembajakan pada tanah, selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang nantinya akan ditanami bibit semangka yang sudah siap tanam. Lakukan juga penyemprotan pupuk dan suplemen organik cair agar tanah menjadi gembur.

Menanam Semangka

Setelah benih tersebut menjadi bibit berumur 7-10 hari maka bibit semangka siap untuk ditanam pada lahan tanam. Tanam benih semangka pada lubang yang cukup.

Apabila saat proses pemindahan benih ke lahan tanam ini ada yang mati, sebaiknya dilakukan penyulaman dengan menanam bibit baru.

Pemupukan Tanaman Semangka

Lakukan pemupukan pada tanaman semangka dengan menggunakan pupuk organik dengan selang waktu 1 minggu sekali. Bisa juga dilakukan penyemprotan dengan bubuk organik cair agar pertumbuhan buah semangka ini menjadi lebih cepat.

Pemeliharaan Tumbuhan Semangka

Dalam budidaya semangka, tentunya harus dilakukan pemeliharaan agar semangka bisa tumbuh dengan optimal dan bisa menghasilkan semangka dengan harga jual yang tinggi.

Penyiraman Tanaman Semangka

Penyiraman pada tanaman semangka ini dilakukan setiap 3 hari sekali atau disesuaikan saja dengan kondisi cuaca atau lingkungan dimana kamu menanam.

Yang perlu kamu perhatikan, saat semangka dalam proses pembentukan bunga, jangan lakukan penyiraman. Lanjutkan penyiraman setelah semangka mulai terbentuk.

Pemangkasan Cabang

Pemangkasan cabang dilakukan karena semangka ini tumbuh merambat dengan tidak teratur, maka pemangkasan cabang dilakukan agar antara tanaman semangka satu dan lainnya tidak mengganggu.

Tunas samping yang baru tumbuh juga dipangkas, kemudian tiga cabang samping yang dipelihara. Hal ini dilakukan agar penyerapan nutrisi pada semangka terfokus pada beberapa cabang utama.

Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan agar tanaman semangka tidak terganggu tumbuh kembangnya dengan tanaman liar yang ada di sekitarnya.

Pengendalian Hama

Lakukanlah pengamatan pada lahan semangka Kamu, pastikan tidak ada hama yang mengganggu semangka yang nantinya malah membuat tumbuhan semangka terkena penyakit.

Kendalikan dengan insektisida dam fungisida agar semangka dapat tumbuh dengan baik.

Panen Semangka

Inilah yang dinanti-nantikan, yaitu panen semangka. Semangka akan siap untuk dipanen setelah 60-70 hari setelah masa tanam, namun itu juga tergantung pada varietasnya.

Ciri-ciri dari buah semangka yang sudah siap panen adalah warna kulit buah semangka telah memudar dan sulur pangkal tangkai buah telah mengering. Buah semangka sebaiknya ditaman saat cuaca sedang cerah.

Itulah cara budidaya semangka agar bisa menghasilkan semangka yang berkualitas dan dengan harga jual yang tinggi. Selama Kamu melakukannya dengan telaten, bukan tidak mungkin kamu bisa menghasilkan semangka dengan bobot yang lebih berat ketimbang semangka yang ditanam hanya asal tanam saja tanpa adanya perawatan yang optimal.

Leave a Comment