Category Archives: Budidaya

Cara Budidaya Rumput Laut Yang Mudah Dan Hasil Berlimpah

budidaya rumput laut

“Rumput Laut” adalah nama umum untuk spesies tanaman laut dan ganggang yang tak terhitung jumlahnya yang tumbuh di laut serta di sungai, danau, dan badan air lainnya.

Rumput laut ini hidup pada perariran asin dan juga tawar. Namun, selama ini tentunya Kamu lebih familiar dengan rumput laut yang hidup di air asin bukan? Rumput laut merupakan tanaman yang sangat tahan akan penyakit.

Sebagian besar tanaman tidak dapat hidup di air asin, karena air menenggelamkan akarnya dan garam meracuni sistem tanaman tersebut.

Namun, rumput laut adalah sebuah tanaman pengecualian, tidak menggunakan sistem yang dapat terendam air.

Batangnya tebal dan karet yang melindunginya dari air laut yang korosif, dan menggunakan versi akar dan daun yang disederhanakan untuk menahannya di tempat dan menyerap sinar matahari.

Jenis rumput laut yang lebih rumit bahkan memiliki kantung khusus yang memungkinkannya mengapung.

Rumput laut dapat bertahan hidup di banyak lingkungan air yang berbeda tetapi hampir selalu membutuhkan beberapa jenis permukaan padat untuk tumbuh.

Organisme ini menumbuhkan struktur khusus yang disebut pegangan tahan yang membuatnya menjadi batuan atau tanah, dan menyerap nutrisi yang diperlukan dari air di sekitarnya.

Beberapa jenis rumput laut dapat tumbuh hingga ratusan kaki untuk mencapai di dekat permukaan air, di mana mereka dapat menerima sinar matahari yang dibutuhkan.

Budidaya Rumput Laut Prospek Bisnis Menjanjikan

Budidaya rumput laut adalah salah satu prospek bisnis yang menjanjikan. Masalahnya, ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari rumput laut.

Rumput laut tertentu dapat dimakan dan digunakan dalam hidangan yang berbeda, tetapi ganggang merah dipanen dalam jumlah besar untuk menghasilkan gelatin sayur yang digunakan dalam sejumlah besar makanan dan produk kosmetik.

Beberapa rumput laut yang lebih besar juga digunakan untuk membuat pupuk, obat-obatan dan bahan kimia makanan.

Sebelum memulai berbisnis rumput laut, ada baiknya memahami lokasi budidaya rumput laut. Lokasi budidaya rumput laut ini ada 2 macam, yaitu alami dan di tambak buatan. Masing-masing tentunya memiliki varietas tersendiri dalam penanaman rumput laut.

Budidaya Rumput Laut Alami

Dalam budidaya rumput laut alami, terkadang para petani rumut laut melakukannya pada laut langsung dengan jarak beberapa meter dari pinggir pantai.

Namun, dengan mengandalkan alam, tentunya ini merupakan resiko yang besar. Tak jarang petani merugi jika air laut pasang dan kadar garam pada air laut tinggi.

Tambak alami adalah salah satu solusi yang lebih efektif. Tambak alami memiliki jarak 300-1000 meter dari batas laut. Ini dipilih karena pada jarak tersebut, tanah masih berupa pasir laut.

Namun, pemilihan lokasi yang terlalu dekat dengan batas laut bukan hal yang bagus. Pasalnya, dapat menumbulkan salinitas air yang terlalu tinggi pada beberapa jenis rumput laut, sehingga dapat menghambat tumbuh kembang dari rumput laut. Contoh jenis rumput laut yang cocok untuk lokasi budidaya rumput laut ini adalah eucheuma cottonii.

Budidaya Rumput Laut Eucheuma Cottonii

Salah satu spesies rumput laut sangat terkenal di Sulawesi, Jawa, Maluku, Madura, dan diberbagai wilayah di Indonesia adalah Eucheuma Cottonii.

Di Sulawesi, Eucheuma telah diternakkan sekarang selama beberapa tahun oleh penduduk desa pesisir. Beberapa dari mereka telah berhasil dan sekarang ini menekuni budidaya rumput laut  eucheuma sebagai sumber pendapatan utama mereka.

Rumput laut eucheuma dapat tumbuh dalam berbagai warna. Kamu dapat menemukannya dengan warna hijau atau coklat. Meskipun warnanya berbeda, tanaman ini memberikan produk akhir yang sama.

Rumput laut eucheuma tidak memiliki akar tetapi beberapa cabangnya dapat menempel pada karang dan tumbuh. Meskipun rumput laut tumbuh ke segala arah, sebagian besar cabangnya tumbuh menuju permukaan laut. Cabang-cabang dapat tumbuh dalam berbagai bentuk tergantung di mana rumput laut ditanam.

Budidaya Rumput Laut Di Tambak Buatan

Tambak buatan adalah solusi dimana Kamu yang menginginkan budidaya rumput laut namun dengan tambak yang agak jauh dari batas air laut, maka ini adalah hal yang sangat bagus.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut dengan tambak buatan ini.

  1. Sesuaikan kedalaman air dengan kegiatan budidaya rumput laut.
  2. Periksa lokasi terlebih dahulu sebelum membuat tambak, apakah terpapar oleh polusi berupa limbah atau polusi tanah dan air lainnya yang nantinya dapat mengganggu proses budidaya.
  3. Gunakan air yang tidak terlalu keruh. Ini bertujuan agar sinar matahari bisa masuk ke dalam air agar rumput laut bisa melakukan
  4. Perhatikan sirkulasi airnya. Lokasi yang dipilih lebih baik dengan adanya saluran keluar dan masuk air.

Salah satu jenis dari rumput laut yang bagus dibudidayakan pada tambak buatan adalah alga merah atau Gracilaria Verrucosa.

Budidaya Rumput Laut Gracilaria Verrucosa

Alga merah atau gracilaria verrucosa banyak digunakan di beberapa bidang, termasuk makanan, pakan, dan sudut pandang industri.

Analisis kimia menunjukkan bahwa alga merah mengandung senyawa terpenoid, asetogenik, dan aromatik, yang memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti anti-mikroba, anti-inflamasi, dan anti-virus.

Rumput laut ini tumbuh subur di Sulawesi Selatan. Masyarakat sana membudidayakan alga merah ini sebagai penghasilan sehari-hari karena keuntungan yang dihasilkan dari budidaya rumput laut ini sangatlah menguntungkan.

Ini adalah salah satu rumput laut tawar yang bisa hidup dengan baik. Namun, jika ingin membudidayakannya pada tambak buatan, kebutuhan nutrisinya harus dicukupi.

Metode Budidaya Rumput Laut

Ada berbagai metode budidaya rumput laut yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut. Metode-metode ini berdasarkan posisi tanaman terhadap dasar perairan.

Berbagai metode tersebut yaitu: metode lepas dasar, metode rakit apung, metode long line, dan metode jalur. Metode ini sudah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan.

Yang harus diingat, metode tersebut disesuaikan dengan kondisi perairan dimana nantinya Kamu melakukan budidaya rumput laut.

Metode Lepas Dasar

Metode ini dilakukan pada perairan yang berpasir atau yang bercampur dengan lumpur. Metode ini dilakukan karena dengan dasar pasir lumpur, maka akan mudah dalam menancapkan patok/pacang.

Penanaman dengan sistem ini dijalankan dengan sistem merentangkan tali ris yang telah berisi ikatan tanaman pada tali ris utama dan posisi tanaman budidaya berada sekitar 30 cm di atas dasar perairan (perkirakan pada saat surut terendah masih tetap terendam air).

Patok terbuat dari kayu yang berdiameter sekitar 5 cm sepanjang 1 m dan runcing pada salah satu ujungnya.

Jarak antara patok untuk merentangkan tali ris sekitar 2,5 m. Setiap patok yang berderet dikaitkan dengan tali ris polyethylen (PE) berdiameter 8 mm.

Jarak antara tali jangka sekitar 20 – 25 cm. Dengan demikian untuk budidaya rumput laut dengan menerapkan sistem lepas dasar berukuran (50 x 10) m2

Metode Rakit Apung

Metode rakit apung adalah cara budidaya rumput laut dengan menerapkan rakit yang terbuat dari bambu/kayu. Sistem ini pantas dipakai pada perairan berkaranq dimana pergerakan airnya didominasi oleh ombak.

Penanaman dijalankan dengan menerapkan rakit dari bambu/kayu. Ukuran tiap rakit amat bervariasi tergantung pada ketersediaan material.

Untuk menahan agar rakit tak hanyut terbawa oleh arus, dipakai jangkar (patok) dengan tali PE yang berukuran 10 mm sebagai penahannya.

Untuk menghemat areal dan mempermudah pemeliharaan, beberapa rakit dapat digabung menjadi satu dan tiap rakit diberi jarak sekitar 1 meter. Bibit 50 -100 gr diikatkan di tali plastik berjarak 20-25 cm pada tiap titiknya.

Pertumbuhan tanaman yang menerapkan cara apung ini, lazimnya lebih bagus ketimbang cara lepas dasar, sebab pergerakan air dan intensitas cahaya cukup memadai bagi pertumbuhan rumput laut.

Sistem apung mempunyai keuntungan lain adalah pemeliharaannya gampang dijalankan, terbebas tanaman dari gangguan bulu babi dan binatang laut lain, berkurangnya tanaman yang hanyut sebab lepasnya cabang-cabang, serta pengendapan pada tanaman lebih sedikit.

Kerugian dari cara ini adalah biaya lebih mahal dan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan sarana budidayanya relatif lebih lama.

Metode Long Line

Metode long line merupakan metode budidaya rumput laut dengan menggunakan tali panjang yang dibentangkan. Cara budidaya ini banyak diminati oleh masyarakat karena alat dan bahan yang diaplikasikan lebih awet, dan mudah untuk diperoleh. Banyak petani rumput laut pesisisr pantai yang menggunakan metode ini.

Teknik budidaya rumput laut dengan metode ini menggunakan tali sepanjang 50-100 meter yang pada kedua ujungnya diberikan jangkar dan pelampung besar, tiap-tiap 25 meter diberikan pelampung utama yang terbuat dari drum plastik atau styrofoam. Pada tiap-tiap jarak 5 meter diberikan pelampung berupa potongan styrofoam/karet sandal atau botol aqua bekas 500 ml.

Metode Jalur

Cara budidaya rumput laut di masing-masing tempat berkembang sesuai dengan budaya dan kondisi lokasi perairan di wilayah hal yang demikian.

Dari ketiga sistem budidaya adalah lepas dasar, rakit apung dan longline sudah berkembang di masyarakat beberapa sistem baru, salah satunya adalah metoda jalur.

Cara ini adalah kombinasi antara sistem rakit dan sistem long line. Dengan kombinasi ini, tentunya membuat rumput laut jadi tumbuh dengan bagus.

Budidaya Rumput Laut Di Air Tawar

Setelah mengehtahui lahan dan juga metode dalam budidaya rumput laut, selanjutnya adalah penanaman rumput laut. Namun, dengan budidaya rumput laut yang dilakukan di laut gampang membuat rumput laut hanyut, maka ini adalah penanaman rumput laut di air tawar.

Persiapan Lahan

Keluarkan semua air dari tambak dan mulai bajak tambak dan dicangkul. Pastikan dasar tambak tidak memiliki kondisi tanah yang keras.

Ketebalan tambak juga dipastikan 10-15 cm, lalu diamkan 3 hari. Bersihkan juga tambak dari berbagai gulma, sampah, dan juga bangkai binatang.

Penebaran Rumput Laut

Jika tambak sudah kering, masukkan air hingga kedalaman sekitar 10 cm dan tebarkan bibit secara merata pada sore haru. Pastikan untuk penebaran bibit jangan terlalu rapat. Setelah itu tambak baru diisi dengan air dengan ketinggian sekitar 50 cm.

Perawatan Rumput Laut

  • Pergantian air pada tambak seminggu sekali merupakan hal yang bagus untuk rumput laut melakukan fotosintesis agar memperbarui unsur hara dalam tambak.
  • Di masa awal penanaman, kedalaman semestinya terus dipertahankan. Rumput laut yang sudah berumur 3 pekan dapat ditambahkan kedalamannya hingga 70 cm.
  • Di pekan penanaman kedua, sebaiknya Kamu amati progres pertumbuhannya, jika terlihat petunjuk kurang subur maka dilakukan pemupukan dengan menggunakan urea dan natrium.
  • Tanaman yang sudah berkembang lalu dilakukan pemecahan rumput laut untuk terus dapat disebarkan ke tambak yang masih jarang.
  • Rumput laut di rawat dengan sistem di bersihkan dari tanaman lain dan juga sampah.
  • Bersihkan tambak dari binatang yang dapat menjadi predator rumput laut seperti, mujair, keong, sumpil, kerang, marah-marah dan lain-lain.
  • Tambak semestinya selalu di control kadar garam yang cocok dengan keperluan ragam rumput laut.

Pemecahan Dan Pemanenan Rumput Laut

  • Perhatikan rumput laut yang Kamu tanam, pilih rumput laut yang punya daya tumbuh yang sangat cepat, pecah jadi 3 sampai 4 bagian.
  • Hasil pemecahan tadi bisa ditanam pada bagian yang kosong atau pada tambak yang baru.
  • Rumput laut akan siap panen setelah 7 minggu sampai 8 minggu.

***

Itu adalah cara budidaya rumput laut di air tawar. Dengan perawatan yang telaten, maka bukannya tidak mungkin Kamu bisa menghasilkan rumput laut yang melimpah dan dengan harga jual yang tinggi.

Cara Sukses Budidaya Anggrek, Si Bunga Cantik Nan Langka

budidaya anggrek

Cara budidaya anggrek yang benar sebenarnya tidaklah terlalu sulit dilakukan karena cara penanamannya juga tidak serumit yang dibayangkan walaupun tanaman ini termasuk tanaman yang langka.

Cara perawatannya tanaman anggrek ini juga tergolong murah loh, namun dengan budidaya anggrek yang tepat dan benar sekaligus melakukan perawatan yang rutin dilakukan maka anggrek bisa tumbuh dengan baik.

Ada beberapa cara memelihara tanaman cantik ini secara alami atau menggunakan teknik khusus sekalipun. Bagi kamu yang penasaran mungkin bisa membaca artikel ini sampai selesai ya.

Anggrek merupakan salah satu tanaman bunga yang tumbuh dan muncul dengan warna yang indah, menawan, dan menarik untuk dilihat.

Bunga yang cantik dengan warna yang beraneka ragam sesuai jenisnya sangat digemari oleh para pecinta bunga hingga orang awam sekalipun.

Buat kamu yang suka sekali menanam bunga maka budidaya anggrek ini juga bisa menjadi salah satu hobi baru kamu loh.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali orang yang membudidaya bunga ini yang mana spesiesnya bisa mencapai 3.500 spesies baik itu yang dihasilkan secara alami maupun dengan cara persilangan.

Budidaya Anggrek Bulan

Untuk para pecinta bunga anggrek tentu sudah familiar sekali dengan yang namanya anggrek bulan ini. Ya tanaman yang hidup dengan cara menempel ke tanaman lain ini dapat mengeluarkan bunga yang cantik disaat mekar.

Bunga anggrek bulan memiliki warna dominan putih dan warna lain yang sangat menarik. Untuk budidaya anggrek bulan agar bunganya bermekaran dari tangkai-tangkai bunganya maka anggrek ini harus diperlakukan dengan baik dan benar. Selain itu saking cantiknya bunga ini menjadi simbol bunga nasional Indonesia.

Budidaya Anggrek Dendrobium

Salah satu bunga anggrek yang sering di budidaya adalah bunga anggrek Dendrobium. Hal ini mungkin dikarenakan bunga ini mudah dalam perawatannya.

Umumnya bunga cantik ini dibagi menjadi 2 jenis yakni Epiphyt dan bunga anggrek jenis Terrestris atau yang juga disebut dengan anggrek tanah.

Pada jenis anggrek Epiphyt ini tumbuh dengan cara menempel sebagai parasit pada tanaman-tanaman lain, tapi bunga ini adalah parasit yang baik yakni hanya menumpang saja dan tidak mengganggu tumbuh kembang tanaman lainnya.

Syarat Lokasi Pertumbuhan Anggrek

Sebelum melakukan proses penanaman dalam budidaya anggrek kamu harus perlu tahu lokasi mana yang tepat untuk memelihara anggrek ini agar dapat tumbuh dengan cepat dan alami, sehingga tidak sembarangan kamu meletakan anggrek ini yang malah membuatnya sulit untuk berkembang.

Dalam pemilihan lokasi untuk menanam anggrek sebaiknya memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup karena sangat berpengaruh sekali dengan proses pertumbuhan anggrek itu sendiri. Kamu juga harus menyesuaikan jenis anggrek tertentu dengan pencahayaan sinar mataharinya karena setiap varian anggrek membutuhkan tingkat intensitas cahaya yang berbeda-beda.

Yang pertama tanaman anggrek yang membutuhkan intensitas cahaya langsung seperti anggrek arachnis, anggrek vanda, dan anggrek renanthera.

Kedua jenis anggrek yang tidak terkena sinar matahari langsung seperti anggrek dendronium atau yang disebut dengan anggrek cattleya dan anggrek ancedium.

Dan yang ketiga tanaman anggrek yang tidak terlalu suka dengan sinar matahari yakni jenis anggrek phalaenopsis dan anggrek paphiopedilum.

Memperhatikan Ketinggian Lokasi

Dalam budidaya anggrek ternyata ketinggian lokasi juga mempengaruhi tumbuh kembang tanaman anggrek ini loh. Yang mana anggrek akan lebih sempurna tumbuh yakni dengan menanamnya di lokasi ketinggian tertentu sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Ada 3 jenis tanaman anggrek yang bisa dijadikan referensi dalam pemilihan ketinggian lokasi.

Yang pertama sekitar 1001 m dpl, cocok untuk jenig anggrek miltonia dan anggrek cymbidium.

Kemudian yang kedua yakni lokasi dengan ketinggian 500 – 1000 m dpl maka akan lebih cocok jika Anda menanam jenis anggrek oncidium atau anggrek cattleya dan anggrek dendrobium.

Ketiga lokasi dengan ketinggian 500 m dpl, cocok untuk jenis anggrek arachnis dan anggrek vanda.

Selain memperhatikan ketinggian lokasi tanam, kamu juga harus mempertimbangkan sirkulasi udara untuk tanaman anggrek tersebut. Yang mana bisa Anda pilih lokasi dengan sirkulasi udara yang lancar atau sepoi-sepoi.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kelembaban udaranya, yang mana sangat berpengaruh sekali dengan pertumbuhan anggreknya. Setelah semua persyaratan sudah terpenuhi maka proses selanjutnya yakni pemilihan bibit anggrek yang baik dan benar.

Proses Pembibitan Anggrek

Dalam budidaya anggrek proses selanjutnya adalah pemilihan bibit bunga yang berkualitas terbaik. Dalam pemilihan bibit sebaiknya pilihlah jenis bibit yang berusia sudah lebih dari 1 tahun yang mana memiliki banyak akar.

Pertama kamu bisa menanam bibit di dalam plastik selama 3 bulan. Setalah 3 bulan maka kamu dapat memindahkannya ke dalam pot kecil berukuran diameter 6 – 12 cm. kemudian berilah pupuk organik ketika proses pembibitan dalam proses pembibitan agar tumbuh kembangnya lebih maksimal.

Jika sudah mencapai 3 bulan maka kamu dapat memindahkan bibit anggrek pada wadah pot yang lebih besar. Jika anggrek yang tumbuh sempurna akan memiliki warna bunga yang lebih cerah dan indah.

Tips Agar Anggrek Tumbuh Dengan Sempurna

Memperhatikan Akar Pada Bunga Anggrek

Jika tanaman anggrek sudah berumur sekitar 3 bulan maka bagian akarnya akan mulai tumbuh hingga kadang-kadang akar bunga anggrek ini bisa keluar dari media tanah tersebut.

Apabila akar keluar dari tanah maka kamu pasti langsung memasukan akarnya kembali ketanah, padahal hal ini adalah SALAH karena dapat membuat pertumbuhan anggrek akan terganggu.

Hal yang BENAR dilakukan adalah dengan cara memindahkannya ke tempat atau pot yang lebih besar.

Memperhatikan Batang Bunga Anggrek

Ada sebagian dari bunga anggrek yang memiliki batang yang tinggi sehingga mudah roboh. Hal ini bisa kamu cegah dengan cara memberikan tiang penyangga pada batangnya menggunakan kayu, bambu, dan lain sebagainya agar bunga tetap tegak dan tumbuh dengan baik.

Memperhatikan Suhu

Tanaman bunga anggrek ini akan tumbuh dengan baik dan sempurna apabila kamu letakan di lokasi dengan suhu antara 14 derajat celcius – 36 derajat celcius.

Kamu harus jaga tingkat suhu derajat ini agar anggrek dapat memiliki bunga yang indah dan lebih dari anggrek yang normalnya tumbuh. Seperti halnya untung-untungan apabila tanaman anggrek kamu bisa lebih indah daripada bibit awalnya.

Cara Pemindahan Anggrek Yang Tepat

Ya dalam budidaya anggrek ini juga perlu di lakukannya pemindahan agar tanaman anggrek bisa tumbuh dengan maksimal.

Disarankan kamu tidak memindahkannya sembarangan, sebelum kamu mencabut bibit anggrek maka persiapkan pot yang baru terlebih dahulu.

Perhatikan posisi tanaman anggrek di dalam pot yang baru usahakan letakan dengan sempurna tidak miring. Setelah itu berikan tambahan media tanam pada pot yang baru juga bercampur dengan media tanam yang lama. Salah satu media tanam yang bisa kamu tambahkan aalah pakis cincang.

Setelah penjelasan diatas maka jelas buat kamu yakni menentukan lokasi tanam, menyediakan media tanam, hingga memperhatikan tumbuh kembang anggrek agar tumbuh dengan sempurna.

Selanjutnya adalah proses penanaman anggrek di dalam botol, proses ini dilakukan setelah dilakukannya pembibitan.

Proses Menanam Anggrek Dengan Botol

Dalam proses budidaya anggrek menggunakan media botol, bila kamu melakukan pembibitan dengan baik dan benar seperti diawal tadi maka kamu bisa mendapatkan bibit yang sehat dan baik. Selanjutnya kamu bisa melakukan pensterilan bibit sebelum di sebar.

Caranya yakni buatlah larutan dengan komposisi air sebanyak 100 cc dan kaporit sebanyak 10 gram. Setelah itu kamu bisa saring lauran tersebut dengan kertas filter.

Kemudian kamu letakan biji bunga anggrek tersebut kedalam larutan dan botol dapat dikocok sampai warna biji anggrek berubah dari kuning menjadi hijau.

Waktu yang digunakan adalah 10 menit dan jika sudah maka kamu bisa membuat air kaporit lalu menggantinya dengan menggunakan aquades dan lakukan dikocok kembali sebanyak 3 kali secara berulang.

Jika sudah benar kamu lakukan sesuai dengan metode budidaya anggrek yang tadi maka kamu bisa mensterilkan botolnya dan juga bibitnya.

Cara mensterilkannya yakni dengan memanaskan bagian leher botol yang dicampur dengan spirtus agar kuman pada botol bisa langsung hilang.

Setelah itu kamu bisa masukan bibit dengan menggunakan pipet atau capitan lainnya kedalam botol. Kemudian sterilkan lagi dan tutup rapat botolnya. Jika sudah maka tahap selanjutnya adalah penanaman.

Jika penyemaian bibit sudah selesai maka kamu bisa menyiapkan botol dengan ukuran lebih besar, bisa juga pakai botol bekas air mineral yang bening biar bisa mudah dalam mengawasinya.

Kemudian kamu tutup bagian ujungnya dengan kapas yang diikat dan digulung. Hal ini dilakukan agar botol tidak terkena bakteri dan jamur, maka selanjutnya kamu siapkan lemari kaca yang sudah disemprot dengan alkohol dan juga spirtus guna menghilangkan dan mencegah jamur.

Berikut ini adalah perlengkapan media tanam yang kamu butuhkan :

  • Aquades 1000 cc
  • Agar agar 17,5 gram
  • FeSO4 4 H2O 0,25 gram
  • Ca (NO3) 2H2O 1 gram
  • Saccharose 20 gram
  • KH2PO4 0,25 gram
  • MgSD27H2D 0,25 gram
  • (NH4) 2SO4 0,25 gram
  • MnSO4 0,0075 gram

Media tanam tersebut sebaiknya kamu cuci bersih sebelum menggunakannya ya. Apabila sudah kamu pindah bibitnya kebotol tadi maka biarkan anggrek ini berkembang.

Setelah anggrek sudah tumbuh dengan baik maka bisa kamu pindahkan ke tempat yang lebih besar yakni di dalam pot agar lebih cepat tumbuh.

Adapun tips bagi kamu yang masih pemula jika kamu masih ragu untuk mencoba budidaya anggrek ini, sebaiknya kamu memulainya dengan jenis anggrek yang mudah untuk ditanam seperti misalnya anggrek bulan.

Kamu bisa menanamnya di halaman atau disekitar rumah kamu dulu apabila sudah mengerti dan berhasil tumbuh maka kamu bisa menggunakan jenis anggrek lainnya.

***

Demikianlah beberapa hal yang bisa kamu contoh tentang cara budidaya anggrek yang baik dan benar. Bunga anggrek ini cocok untuk menghiasi luar rumah dan juga dalam rumah loh maka sebaiknya kamu memnggunakan teknik khusus atau langsung menanamnya di dalam pot sesuai dengan keinginan kamu.

Tentunya artikel ini hanya sebagai referensi saja bagi kamu yang masih pemula dan ingin mendapatkan panduan awal kamu untuk lebih baik dalam menanam bunga yang cantik nan langka ini, semoga sukses !.

Budidaya Porang Agar Hasil Melimpah Kualitas Istimewa, Begini Caranya !!!

budidaya porang

Porang, adalah sejenis umbi-umbian yang saat ini sedang banyak dicari oleh banyak orang karena berbagai manfaatnya yang sangat banyak.

Porang mengandung zat Glucomanan yang mempunyai manfaat di sector ekonomi bahkan di kesehatan. Porang bisa dimanfaatkan sebagai lem alami dan juga salah satu bahan baku pembuatan badan dari pesawat terbang.

Tentu ini adalah prospek bisnis yang cukup menjanjikan.

Porang atau dalam Bahasa latin Amorphopallus muelleri merupakan tanaman herbal yang tumbuh sampai ketinggian 1,5 meter dengan tangkai tunggal dan mempunyai corak belang putih dan hijau pada batangnya.

Tentunya, dengan banyaknya orang yang mencari porang, maka budidaya porang adalah salah satu hal yang menjanjikan. Ada banyak orang yang mulai melirik bisnis perkebunan ini.

Disini, saya akan membagikan tips bagaimana cara budidaya porang yang baik dan benar.

Sehingga menjadikan porang yang Anda budidayakan mendapatkan hasil yang maksimal dan mendapatkan harga jual yang tinggi

Karena porang yang Kamu budidayakan menghasilkan porang yang berkualitas dengan hasil yang banyak dalam waktu yang cepat. Dan juga Saya akan membagikan cara budidaya porang di polybag dan di lahan terbuka.

Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Dengan adanya permintaan yang banyak terhadap porang, maka budidaya porang yang baik dan bisa menghasilkan porang dalam waktu yang cepat adalah hal yang wajib Kamu ketahui. Ada beberapa hal yang penting dalam menanam porang.

Syarat Tumbuh Porang

Pada dasarnya, tanaman porang adalah tanaman yang mudah berkembang dan bisa tumbuh dimana saja asalkan ada tanaman penyangga dengan iklim yang tropis, salah satunya adalah di Indonesia.

  • Iklim

Porang akan tumbuh subur pada iklim tropis dengan intensitas cahaya 60-70% dengan ketinggian 0-700 mdpl. Namun, jika Kamu ingin porang dengan kualitas yang bagus, usahakan budidaya porang dilakukan pada ketinggian 100-600 mdpl.

  • Tanah

Tanah yang akan digunakan untuk budidaya porang haruslah tanah yang gembur dan hindari tanah yang becek. Selain itu, tanah yang memiliki tekstur lempung yang berpasir adalah tekstur yang bagus, asalkan Kamu harus bersihkan dulu dari berbagai hama dan alang-alang yang nantinya bisa mengganggu tumbuh kembang tanaman porang. Jika bisa, derajat keasaman yang bagus untuk tanah menanam porang antara 6-7 pH.

  • Lingkungan

Porang memerlukan tanaman penyangga atau naungan yang bagus. Naungan yang bagus untuk budidaya porang adalah pohon jati, mahoni, atau sono. Tingkat kerapatan penyangga usahakan antara 40-60%, semakin rapat semakin baik, asalkan tidak sampai porang tidak terkena cahaya matahari sama sekali.

Mempersiapkan Lahan

Ada 2 tipe lahan yang bisa Kamu manfaatkan dalam budidaya porang:

  1. Lahan Datar

Seandainya Kamu mempunyai lahan datar, hal yang pertama kali harus Kamu lakukan adalah dengan membersihkan lahan tersebut dari semak-semak liar atau gulma. Kemudian buatlah guludan dengan lebar kurang lebih 50 cm dengan tinggi 25 cm dengan panjang bisa disesuaikan dengan lahan yang ada.

  1. Lahan Miring

Untuk lahan miring, konsisten untuk pembersihan lahan itu perlu, tapi tak perlu diolah. Tinggal buat saja lubang tempat untuk ruang tumbuhnya bibit porang yang nantinya dilakukan pada ketika tahap penananaman.

Mempersiapkan Bibit

Berikutnya ialah persiapan bibit porang. Porang sendiri dapat dikembangbiakkan dengan metode vegetatif maupun generatif dengan biji, bulbil atau kodok. Bibit yang dipilih tentunya umbi dan atau bulbil yang sehat. Bibit porang cukup ditanam sekali saja. Kemudian menunggu hingga 3 tahun baru dapat dipanen. Sesudah panen pertama, akan dapat dipanen tiap tahunnya.

  • Persiapan Bibit dari Umbi

Pastikan terlebih dahulu anakan tanaman porang yang berumur sekitar 1 tahunan yang paling subur dan pertubuhannya maksimal. Lalu cabut tanaman dan ambil umbinya dari akar di dalam tanah. Sisihkan umbi pada tempat yang teduh untuk kemudian dilakukan pengerjaan selanjutnya. Untuk bibit dari umbi, satu bibit cuma dapat menciptakan satu tanaman porang.

  • Persiapan Bibit dari Katak atau Bulbil

Ambil bulbil atau katak dari sekitaran rumpun tanaman porang yang telah berumur tua. dan tentunya pilih bulbil yang sehat. Sesudah itu, ambillah katak yang telah dikumpulkan dan taruh di sebuah wadah hingga tumbuh tunas baru kemudian ditanam. Perlu untuk Kamu ketahui bahwa pada porang yang telah berusia tua dan besar, dapat mempunyai kurang lebih 40 bulbil dalam satu pohon.

Setelah tahu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya porang, saatnya adalah menanamnya. Ada 2 metode yang akan Saya bagikan, yaitu pada lahan yang luas maupun untuk Kamu yang tidak terlalu punya lahan yang luas, bisa menggunakan media polybag.

Mungkin untuk yang pertama, adalah dengan metode budidaya porang di polybag yang banyak orang belum mengehtahuinya.

Budidaya Porang di Polybag

Sebenarnya, metode ini dilakukan utamanya adalah karena 2 alasan. Yaitu untuk menanam porang yang digunakan untuk pembibitan sementara maupun budidaya yang permanen. Disini, Saya akan membagikan cara budidaya tanaman porang dalam polybag secara permanen sampai menghasilkan porang.

Bahan yang Perlu Disiapkan

Ada berbagai hal yang perlu Kamu siapkan untuk budidaya porang di polybag:

  1. Siapkan benih porang, baik itu dari persiapan dari umbi ataupun dari katak.
  2. Siapkan pupuk kandang dan juga pupuk kimia.
  3. Siapkan tanah yang gembur dengan campuran pupuk organik yang dapat membantu tanah banyak kandungan nutrisi.
  4. Siapkan media polybagnya. Semakin bagus sistem irigasi polybag, maka akan semakin bagus porang akan tumbuh dengan cepat.
  5. Air secukupnya

Cara Budidaya Porang di Polybag

  • Persiapan Wadah

Siapkan wadah atau polybag kamu siapkan tadi, lakukan pencampuran tanah dengan menggunakan pupuk yang sudah tersedia dengan perbandingan 70:30 dan aduk dengan rata. Perlu diketahui, jika pupuk terlalu banyak, maka bukannya akan menambah bagus tumbuh porang, malah akan membuat porang mati. Setelah semua tercampur, masukkan campuran tanah tadi ke dalam polybag

  • Penanaman Porang

Setelah semua tanah dimasukkan ke dalam polybag, selanjutnya adalah menanam porang. Buatlah lubang pada tanah di polybag tadi dengan kedalaman yang dikira-kira, jangan terlalu dalam dan jangan terlalu pendek. Sesuaikan juga dengan benih yang Kamu siapkan tadi. Lalu timbun dengan tanah yang rapat lalu siram sedikit air, jangan sampai menggenang.

Perawatan Porang di Polybag

Penyiraman, adalah hal yang harus dilakukan. Tanaman porang harus disiram setiap sore dengan jumlah air secukupnya. Jangan terlalu sedikita dan jangan terlalu banyak sehingga membuat tanah becek. Tanaman porang nantinya akan tumbuh dalam 1-3 minggu setelah masa tanam.

Perawatan porang ini harus diatur jarak antar polybagnya jika tanaman porang sudah mulai tumbuh besar. Pastikan cahaya bisa masuk ke dalam batang porang agar tidak jamuran yang bisa menyebabkan kematian. Namun ingat, masih dengan intensitas cahaya 60-70%. Jangan taruh porang langsung dibawah terik sinar matahari.

Pemupukan dengan menggunakan pupuk kimi atau organik juga bisa kamu lakukan agar porang bisa tumbuh dengan sehat dan menghasilkan porang yang lebat dalam waktu yang cepat.

Panen Porang di Polybag

Tanaman porang dapat dilakukan pemanenan untuk pertama kalinya setelah budidaya porang dilakukan dari fase penanaman sekitar 2 tahun.

Umbi pada tanaman porang yang dapat dipanen adalah umbi dengan berat sekitar 1 kg/umbi. Umbi yang masih kecil, bisa ditanam lagi untuk selanjutnya dilakukan pemanenan.

Setelah panen pertama inilah pemanenan dapat dilakukan setahun sekali. Ciri-ciri porang yang sudah siap dipanen adalah daunnya yang sudah kering jatuh ke tanah. Satu tanaman porang dapat menghasilkan sekitar 2 kg porang.

Setelah pemanenan, bersihkan porang dari tanah dan akar dan potong umbinya dari tanaman lalu dijemur. Memotong umbi harus benar karena bisa mempengaruhi kualitas dari porang yang sudah Kamu budidayakan.

Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Budidaya porang di lahan terbuka merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan porang dengan hasil yang banyak dan juga dengan kualitas porang yang bagus. Namun, tentunya hal ini dapat dilakukan jika Kamu mempunyai tanah yang luas yang khusus untuk perkebunan.

Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

  • Persiapan Lahan

Lokasi yang sangat bagus untuk budidaya porang yang satu ini adalah dibawah pohon naungan pepohonan. Namun, jika tidak ada pohon naungan, porang tetap bisa tumbuh dengan baik asalkan dengan diberikan paranet agar intensitas cahaya tidak berlebih. Pembersihan tanah dari segala macam gulma dan hama juga hal yang perlu diperhatikan.

Pasang ajir dengan jarak 1 meter x 1 meter baik untuk umbi ataupu katak. Buat lubang tanam untuk bibit dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm dengan jarak yang 1 meter x 1 meter agar tumbuhan porang tidak terlalu rapat jika sudah tumbuh besar. Berikan pupuk juga untuk lahan tanam porang pada tanah disekitar ajir.

  • Penanaman Porang

Penanaman porang dilakukan paling baik ketika musim hujan. Bibit bisa Kamu masukkan ke dalam lubang yang sudah Kamu buat dengan posisi bakal tunas menghadap keatas dan dengan memperhatikan jarak antar tanaman porang. Setelah benih porang dimasukkan ke dalam lubang, timbun dengan tanah dengan ketebalan sekitar 3 centimeter.

Perawatan Porang di Lahan Luas

Penyiangan gulma adalah salah satu hal yang menjadikan faktor tumbuh kembang tanaman porang agar maksimal. Penyiangan ini dilakukan agar tanaman porang tidak tercuri nutrisi dari air dan tanahnya oleh gulma.

Penyiangan ini sangat baik dilakukan ketika porang mencapai usia 1 bulan setelah masa tanam. Untuk penyiangan berikutnya, gulma bisa ditanam pada tanah di sekitar porang untuk dijadikan sebagai pupuk organik.

Penyiraman tanaman porang juga sama dilakukan pada sore hari satu hari sekali dengan jumlah air yang tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak yang membuat tanah menjadi becek.

Selain itu, bisa dilakukan pemupukan kimia jika dibutuhkan dan gunakan fungisida untuk mencegah penyakit yang bisa menjangkit tanaman porang.

Panen Porang di Lahan Luas

Selanjutnya adalah tahapan yang paling ditunggu-tunggu, yaitu tahapan panen porang. Porang dapat dipanen setelah 2 tahun setelah masa tanam dengan ciri-ciri daun dari tanaman porang telah kering dan jatuh ke tanah.

Porang yang sudah siap panen adalah umbi dari tanaman porang dengan bobot sekitar 1 kilogram, sedangkan umbi yang masih kecil, kembalikan pada tanah dan ditunggu siap untuk dipanen lagi. Panen selanjutnya, bisa dilakukan setahun sekali. 1 tanaman porang bisa menghasilkan setidaknya 2 kilogram umbi.

Umbi yang telah dicaput, dipotong, lalu bersihkan dari beragam akar dan tanah lalu dijemur agar menghasilkan umbi porang yang berkualitas dan menghasilkan porang dengan harga jual yang tinggi.

Cara Budidaya Ayam Kampung Yang Efektif Bagi Pemula, Hasil Istimewa

Budidaya Ayam

Membudidayakan ayam merupakan sebuah bisnis yang memang mudah untuk dibayangkan. Namun begitu bisnis beternak ayam ini tidak lah mudah loh. Ya memang banyak orang yang selama ini memelihara ayam dengan cara yang tradisional.

Teknik memelihara ayam tradisional sudah tidak menguntungkan lagi, sehingga banyak orang yang lebih kepada iseng dalam budidaya ayam ini.

Banyak orang yang mungkin ingin memelihara ayam namun mengeluhkan kendala seperti misalnya pakan yang mahal, lahan atau kandang yang terbatas dan juga tidak adanya informasi tentang budidaya yang baik dan benar.

Hal ini banyak dikeluhkan oleh orang yang ingin memelihara ayam kampung sebagai usaha mereka. Memang perlu juga di ketahui bahwa ayam kampung betina dalam setahun akan menetaskan telur minimal lima kali.

Hal ini jika di kira-kira induk ayam sekali bertelur menetaskan ada 10 ekor anak ayam, maka satu tahun kamu bisa memiliki minimal 50 ekor anak ayam.

Jika kamu ingin memelihara ayam kampung alangkah baiknya sebagai pemula kamu bisa membeli anak ayam kampung yang baru menetas dan kamu besarkan sendiri atau biasa di sebut dengan DOC.

Cara ini mungkin lebih efektif ketimbang kamu memelihara indukan ayam kampung, karena harus menunggu indukan bertelur dan menetas.

Budidaya Ayam Petelur

Budidaya ayam petelur juga menjadi salah satu ide bisnis yang cukup menggiurkan selain memelihara ayam kampung. Selain fokus dijadikan bisnis memelihara ayam petelur juga dijadikan hobi oleh orang-orang.

Budidaya Ayam Joper

Ayam joper adalah singkatan dari Ayam Jawa Super. Ya bukan ayam super ya hehe, ayam joper ini merupakan hasil dari kawin silang antara ayam kampung dan betina ayam petelur.

Maka dari itu dinamakan ayam joper, ayam kampung super, ayam kamper dan berbagai macam nama lainnya. Beternak ayam joper ini juga tengah menjadi salah satu bisnis yang lagi diributkan oleh banyak orang.

Karena ayam joper memiliki pertumbuhan yang cepat dari pada ayam kampung biasa jadi masa panennya pun lebih cepat. Selain itu harga jual ayam Joper di pasaran cenderung tinggi dan stabil sehingga bisa memberikan keuntungan yang lebih.

Ya karena ayam joper ini kawin silang antara ayam kampung dan ayam lokal maka ayam ini juga punya kemampuan dari 2 jenis ayam tersebut yakni pertumbuhan yang cepat dan daging yang lebih gemuk.

Kemudian dari sisi gen ayam kampungnya memiliki rasa yang enak dan daya tahan tubuh tinggi dari berbagai macam penyakit unggas. Makanya tidak heran jika ayam joper ini harganya mahal.

Budidaya Ayam Potong/Broiler/Pedaging

Peluang bisnis memelihara ayam broiler di Indonesia memang tetap tinggi dari dahulu. Ya keunggulan dari ayam broiler ini yakni tingginya permintaan pasar. Salah satu sumber protein hewani menjadikan ayam pedagin ini lebih dipilih ketimbang jenis ayam lainnya.

Selain mudah didapatkan ayam broiler juga harganya terjangkau sehingga permintaan pasar tergolong tinggi dan juga stabil. Menjadi salah satu bahan konsumsi dengan permintaan yang tinggi maka ayam broiler juga dibutuhkan dalam skala besar.

Mulai dari bibit hingga dewasa ayam ini selalu di beli dengan skala besar. Didukung dengan banyaknya jenis masakan yang menggunakan ayam broiler ini membuatnya semakin banyak dicari dimasyarakat.

Selain permintaan yang tinggi, ayam broiler ini juga cepat sekali tumbuhnya. Dalam hanya 4-5 minggu saja ayam broiler sudah mencapai 2 kg dan siap dipanen.

Ayam broiler merupakan ayam yang cocok untuk di budidaya di Indonesia loh, karena ayam ini sensitif terhadap suhu dan kelembaban.

Yang membuat ayam ini sangat suka sekali di iklim tropis seperti di Indonesia. Keunggulan lain dari ayam pedaging yakni mudah sekali untuk dibudidayakan.

Budidaya Ayam Bangkok

Selain ayam kampung, ayam petelur, ayam joper, ada juga jenis ayam bangkok yang sering di budidayakan di Indonesia.

Dalam memelihara ayam bangkok kamu harus memiliki teknis yang benar dan tepat. Mengapa sih kok memilih ayam bangkok gak ayam lainnya yang mudah untuk di pelihara?

Karena ayam bangkok ini populer sebagai ayam koleksi, dengan karakteristik tubuhnya yang kekar dan perkasa ayam ini banyak dikolekasi oleh penghobi ayam. Ada juga orang yang membuat ayam bangkok ini sebagai ayam petarung.

Budidaya Ayam Kalkun

Ayam kalkun, ya kalkun ini juga termasuk jenis hewan unggas yang mirip dengan ayam namun memiliki tubuh yang besar, yang mana sayapnya saja bisa direntangkan hingga 1,5-1,8 meter.

Kalkun juga memiliki banyak jenis yang mana kalkun ini sering diternak sebagai kalkun pedaging atau jenis kalkun bronze.

Karena tidak banyak orang yang membudidayakannya maka budidaya ayam kalkun ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Selain dagingnya yang lezat, ayam kalkun juga memiliki kandungan gizi yang menyehatkan jantung, meningkatkan kecerdasan otak bagi anak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mampu mengurangi kadar kolestrol.

Hal ini yang mungkin akan mendorong bisnis ayam kalkun lebih baik lagi dimasa depan.

Budidaya Ayam Kampung

Kembali lagi tentang ternak ayam kampung karena memang artikel ini fokus di jenis ayam kampung hehe. Jika kamu ingin sukses dalam budidaya ayam kampung, kamu harus mengetahui teknik, proses, dan juga pemasarannya.

Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui seperti  pengadaan bibit (anak ayam), sistem perkandangan dan perawatan ayam.

Dalam hal pemasaran juga harus dipertimbangkan karena sistem pemasaran dan bentuk akhir ayam kampung yang akan dipasarkan.

Langkah-Langkah Budidaya Ayam Kampung

Dibawah ini adalah beberapa langkah-langkah budidaya ayam kampung yang harus kamu lakukan:

Pengadaan Bibit atau Anak Ayam

Agar lebih efektif dalam ternak ayam kampung kamu bisa beli langsung ayam DOC atau Day Old Chicken yang artinya ayam yang baru menetas.

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa beli ayam yang baru menetas lebih efektif karena tidak harus menunggu indukan kamu bertelur, mengeram hingga menetas.

Sebelum beli DOC kamu juga perlu mempertimbangkan jumlahnya karena semakin banyak kamu beli ayam DOC maka semakin banyak pakan yang harus kamu beli. Selain pakan juga luas lahan atau kandang juga akan lebih luas ketika kamu beli banyak ayam DOC.

Dari sekian banyak keunggulan dari ayam kampung tentu ada juga kekurangnya yang perlu kamu pertimbangkan seperti misalnya cara menetaskan telur indukan akan sangat merepotkan dan memerlukan mesin penetas telur.

Selain itu kamu juga perlu memilih bibit ayam kampung yang akan kamu pelihara. Dalam memilih jenis ayam kampung seperti ayam kampung biasa atau juga ayam kampung joper.

Seperti yang dibahas sebelumnya di sub judul ayam joper, bahwa ayam joper ini memiliki kualitas yang baik karena lebih superior ketimbang ayam kampung biasa namun harganya juga tentu lebih mahal.

Pemilihan Jenis Kandang Ayam

Sebelum memulai memelihara ayam kampung kamu harus memperhatikan beberapa hal yakni pemilihan kandang. Ya kamu harus menyiapkan kandang untuk menampung ayam yang akan kamu budidaya nantinya.

Ada 3 jenis kandang ayam yang bisa kamu pilih yakni:

  1. Sistem Ren

Model kandang ini lumayan efisien untuk merawat ayam kampung. Kandang ini miliki 2 bagian, yakni tempat untuk pengumbaran dan tempat untuk berteduh. Biasanya luas tempat pengumbaran yakni 2/3 dari luas kandang ayam dan sisanya untuk tempat berteduh.

  1. Kandang Postal

Selain kandang sistem ren yang sesuai untuk memelihara ayam kampung, sistem kandang lainnya yakni kandang postal. Kandang postal umumnya digunakan untuk ayam potong atau pedaging.

Ada sebagian peternak ayam kampung menggunakan kandang postal ini, hal ini dikarenakan lebih memilih usaha ternak ayam potong atau pedaging. Untuk kandang postal sendiri ada 2 jenis yakni postal panggung dan postal litter.

Untuk postal litter atau kandang ayam yang beralaskan tanah liat yang berlapis kapur dan sekam. Fungsi dari kandang postal litter ini adalah untuk menyerap kotoran ayam agar lantai tidak mudah basah. Sedangkan fungsi kapur yakni untuk agar tidak terdapat penyakit yang ditimbulkan dari kotoran ayam itu sendiri.

Sedangkan kandang postal panggung, yaitu kandang ayam yang dibikin bersama dengan style panggung berketinggian lebih kurang 2 meter dari atas tanah. Kandang postal panggung ini dibikin bersama sehingga kotoran ayam langsung jatuh ke tanah jadi ayam yang ada di dalam kandang tidak terkontaminasi kotorannya sendiri.

  1. Kandang Baterai

Ada juga jenis kandang baterai, kandang ini memiliki tingkatan lantai dari 3-4 lantai. Didalamnya terdapat sekat-sekat yang berisi satu ayam saja setiap sekatnya. Yang mana kandang ini biasanya dibuat miring kedepan yang ditujukan untuk ayam petelur.

Lantai miring kedepan ini bertujuan agar telur menggelinding kedepan sehingga tidak terinjak oleh induk ayam. Lantai kandang ini juga terbuat dari bambu yang terdapat sela-sela sehingga kotoran akan langsung jatuh kebawah.

Perawatan dan Pembesaran

Budidaya ayam kampung sebenarnya juga sama dengan memelihara ayam broiler atau pejantan. Bagi kamu yang masih noob hehe alias pemula harus menyiapkan jenis pakan yang berkualitas.

Bisa juga siapkan obat-obatan alami atau obat pabrik supaya ayam tidak mudah terserang penyakit.

Kalau soal modal kamu juga perlu mempertimbangkannya dengan cara membeli pakan yang alami seperti dedak atau hu’ut, daun pepaya atau daun lamtoro yang bisa kamu temukan di lingkungan sekitar.

Pakan alami juga membuat ayam cepat tumbuh besar dan juga sehat loh makanya cocok untuk kamu yang ingin menekan biaya pakan.

Selain memberikan pakan alami kamu juga perlu mengkombinasikan pakan dari pabrik juga dan juga sayuran sebagai campurannya. Untuk pakan campuran ini bisa kamu berikan ke ayam yang sudah berusia 2-3 bulan ke atas.

Sedangkan ayam yang baru berusia 1 -21 hari sebaiknya diberikan pakan murni dari pabrikan supaya gizinya tercukupi dan cepat tumbuh.

Membersihkan kandang memang sangat penting untuk mencegah ayam terkena penyakit dan juga menyediakan obat-obatan bila perlu.

Pemasaran

At last but not least, yaelah sok inggris hehe, yang terakhir adalah proses pemasarannya yang mana ayam kampung ini biasanya di jual ke pasar tradisional langsung atau menjualnya ke pedagang keliling yang biasa membeli ayam kampung.

Ya cara itu kuranglah menguntungkan karena pasti harganya sangat minim. Maka lebih baik kamu menjualnya langsung ke pelanggan yang memiliki usaha rumah makan dan masyarakat yang memang sedang mencari pasokan daging ayam kampung untuk usahanya.

Ya memang tidak ada hal yang mudah dan instan jika soal usaha budidaya ayam kampung. Kamu harus bersabar dalam menjalin kemitraan dengan calon pelanggan.

Untuk soal harga jangan terlalu dibuat mahal atau terlalu murah, buat saja harga normal yang penting kualitas ayam kamu yang harus berkualitas.

***

Itulah beberapa cara budidaya ayam kampung yang bisa kamu praktekan sendiri, semoga bisa menjadi motivasi sekaligus referensi buat kamu yang masih pemula, selamat bekerja dan semoga sukses!.

Kiat Sukses Budidaya Ikan Cupang

Budidaya Ikan Cupang

Siapa yang tidak mengerti ikan cupang? Ikan yang sangat banyak peminatnya ini merupakan ikan hias yang sangat banyak jenisnya dan memiliki berbagai warna yang indah.

Ikan ini tergolong ikan hias yang cukup mudah untuk diperlihara dan juga cukup mudah juga untuk dibudidayakan. Tidak perlu tempat yang luas dan modal yang besar untuk melakukan budidaya ikan cupang.

Ikan cupang adalah jenis ikan air tawar yang banyak hidup di daerah tropis. Ikan cupang banyak ditemukan di perairan, termasuk Asia Tenggara, utamanya Indonesia.

Pada alam yang bebas, ikan ini hidup secara berkelompok yang hidup di perairan yang tenang seperti rawa-rawa dan sungai yang memiliki arus air yang tenang. Inilah mengapa ikan cupang sangat cocok dipelihara untuk kalangan awam.

Yang menjadi mengapa ikan cupang banyak dipelihara dan akhirnya dibudidayakan adalah daya tahan dari ikan cupang ini.

Ikan ini memiliki daya tahan hidup di lingkungan yang minim oksigen, dan bisa dipelihara pada wadah yang kecil tanpa adanya aerator.

Ini karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti paru-paru yang dimiliki oleh manusia yang membuat ikan cupang bisa bertahan hidup di lingkungan yang minim akan oksigen.

Jenis Ikan Cupang

Ikan cupang pada umumnya dibedakan menjadi 2 jenis. Yaitu ikan cupang hias dan juga ikan cupang aduan. Kedua jenis ini dilihat dari sifat agresifnya dan bentuknya.

Ikan cupang hias memiliki bentuk, warna, dan gerakannya yang eksotis, sehingga orang membeli ikan cupang hias untuk dinikmati kenindahannya.

Sedangkan untuk ikan cupang aduan, ikan ini memiliki sifat yang agresif dan dipelihara hanya untuk diadu dengan ikan cupang lain.

Ada kurang lebih 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Tetapi tak segala dari spesies hal yang demikian populer sebagai ikan peliharaan.

Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari klasifikasi splendens complex, yang terdiri dari Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari budidaya ikan cupang spesies-spesies tersebut.

Setelah mengerti jenis ikan cupang, saatnya membudidayakan ikan cupang. Budidaya ikan cupang ini mempunyai nilai jual yang menjanjikan karena banyak yang meminati jenis ikan hias air tawar ini.

Budidaya Ikan Cupang Hias

Memilih budidaya ikan cupang hias merupakan hal yang sangat menguntungkan. Pada dasarnya, memang ikan cupang ini dicari karena keindahan bentuknya dan juga dapat dipelihara ditempat yang kecil seperti toples kaca hiasan yang digunakan untuk wadah tanaman air.

Memilih Indukan Cupang

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk budidaya ikan cupang adalah dengan memilih indukan cupang yang sudah siap kawin dan juga berkualitas.

Indukan cupang yang baik sebisa mungkin memiliki garis keturunan yang unggul dengan kondisi yang bugar terbebas dari penyakit. Indukan betina dan jantan disimpan terlebih dahulu ditemnpat yang terpisah.

Perlu diperhatikan lagi, ada beberapa tips membedakan ikan cupang dan betina:

Ikan cupang jantan:

  1. Gerakannya lebih lincah.
  2. Sirip dan ekor ikan cupang jantan mengembang.
  3. Memiliki warna yang cerah.
  4. Memiliki tubuh yang besar.

Ikan cupang betina:

  1. Gerakannya cenderung lebih lamban.
  2. Sirip dan ekor pendek.
  3. Memiliki warna yang kusam.
  4. Memiliki tubuh yang kecil.

Pastikan juga jika ikan cupang jantan dan betina sudah memasuki fase untuk siap kawin. Ciri-ciri dari cupang yang siap dibudidayakan adalah sebagai berikut.

Ikan cupang jantan:

  1. Sudah berumur 4-8 bulan.
  2. Bentuk badan panjang.
  3. Memiliki sirip yang panjang dan warnanya cenderung lebih terang dari sebelumnya.
  4. Gerakannya menjadi lebih agresif.

Ikan cupang betina:

  1. Sudah berumur 3-4 bulan.
  2. Bentuk badan yang membulat dan perut sudah mulai membuncit.
  3. Siripnya yang pendek, warna yang tidak terlalu terang dan tidak menarik.
  4. Gerakannya yang cenderung melambat.

Pemijahan Cupang

Setelah ciri-ciri cupang yang sudah siap kawin tersebut, saatnya melakukan tahapan awal budidaya ikan cupang, yaitu pemijahan.

Sediakan tempat berupa baskom atau akuarium kecil dengan ukuran sekitar 20x20x20cm. Siapkan juga gelas plastik bening sebagai wadah cupang betina.

Siapkan juga tumbuhan air seperti kayambang agar budidaya ikan cupang bisa dilakukan dengan mudah.

Perlu diperhatikan, dalam satu kali budidaya ikan cupang, akan menghasilkan sekitar 1000 butir telur. Telur ini akan menetas setelah 24 jam setelah pembuahan terjadi.

Namun, tidak semua benih ikan yang sudah menetas bisa hidup semua. Hanya sekitar 30-50 ikan cupang yang dapat bertahan hidup.

Indukan cupang jantan bisa dikawinkan sampai 8 kali dengan interval waktu 2-3 minggu. Namun, untuk indukan betina disarankan untuk dilakukan perkawinan satu kali saja. ini karena jika dikawinkan lagi, potensi kelamin yang akan dihasilkan cenderung menjadi ikan cupang betina.

Langkah Pemijahan Cupang

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya ikan cupang pada tahap pemijahan ikan cupang:

  • Isi daerah pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Sebagai catatan pakai air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan diaplikasikan setidaknya selama satu malam agar ikan tidak stress saat berpindah lingkungannya. Hindari pemakaian air dalam kemasan atau air PAM yang beraroma kaporit.
  • Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai daerah burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Sebab tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
  • Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya adalah untuk menaruh telur yang telah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina melainkan dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada. Jangan sampai terbenam semua wadah ikan betina terlalu sedikit yang malah bisa membuat wadah tersebut terbalik dan cupang betina malah menjadi mangsa bagi cupang jantan.
  • Sesudah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang umumnya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
  • Sesudah terjadi pembuahan, ikan betina bisa langsung dipindahkan ke tempat lain, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak ialah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Seandainya indukan betina tidak diangkat, telur-telur yang telah dibuahi malah akan dimakan ikan cupang betina.
  • Sesudah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  • Sesudah tiga hari terhitung semenjak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Berikan pakan secukupnya. Pemberian pakan yang berlebih malah membuat air menjadi kotor dan meningkatkan resiko kematian burayak.
  • Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung semenjak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
  • Sesudah 1,5 bulan, ikan telah dapat dipilah menurut ragam kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tadi ke wadah pembesaran.

Pemberian Pakan Ikan Cupang

Ikan cupang yang sudah berumur lebih dari 1,5 bulan bisa diberikan pakan yang menjadi favoritnya. Pakan yang sangat digemari ikan cupang adalah  kutu air, larva nyamuk, dan juga cacing sutera.

Pemberian pakan ikan cupang bisa diberikan 3-4 kali sehari dengan jumlah yang sedikit. Pemberian pakan jangan dilakukan terlalu banyak, ini akan membuat ikan menjadi kembung dan malah ikan cupang terserang penyakit.

Pakan instan yang bisa didapatkan dari toko akuarium juga bagus, tapi itu bisa dijadikan sebagai selingan saja.

Perawatan Ikan Cupang

Ikan cupang merupakan jenis ikan yang sangat kuat antibodynya. Tapi, dalam budidaya ikan cupang hias tentuinya jangan meremehkan perawatan ikan cupang agar ikan cupang bisa tetap sehat dan memiliki sirip yang indah dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Dalam perawatan ikan cupang, sangat tidak disarankan memelihara ikan cupang jantan dalam satu wadah yang kecil dan tidak ada tempat perlindungan.

Ini akan membuat ikan cupang jantan akan saling menyerang satu sama lain yang mengakibatkan ikan cupang hias yang sudah Kamu budidayakan siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.

Gantilah air pada wadah ikan cupang minimal seminggu sekali. Penumpukan sisa makanan dan kotoran ikan cupang akan membuat ikan cupang mudah terkena penyakit.

Setelah wadah dibersihkan, berikan daun ketapang laut kering sedikit saja agar ikan terhindar dari stress. Ini berdasarkan pada pengamatan kalau ikan cupang akan hidup sehat di lingkungan rawa yang terdapat daun ketapang kering yang jatuh ke air ikan cupang tersebut berada.

Budidaya Ikan Cupang Aduan

Pada dasarnya, dalam budidaya ikan cupang aduan tidak ada bedanya dengan budidaya ikan cupang hias. Namun, budidaya ikan cupang jenis ini memiliki perawatan yang sedikit berbeda dengan ikan cupang hias. Memang, perawatan ikan aduan ini bisa dibilang agak sedikit membutuhkan perhatian yang ekstra.

Pada budidaya ikan cupang aduan, sebaiknya letakkan ikan ikan cupang pada tempat yang lebih gelap. Ini dilakukan agar ikan cupang aduan akan menjadi lebih agresif.

Perlu diingat, point penting dalam budidaya ikan cupang jenis aduan adalah tingkat agresifnya, bukan dari keindahan sirip dan gerakannya dibandingkan ikan cupang hias.

Dalam budidaya ikan cupang aduan, sangat disarankan untuk menempatkan ikan cupang pada wadah yang terpisah, khususnya untuk ikan cupang aduan dengan jenis kelamin jantan.

Penempatan dalam satu wadah malah akan membuat ikan cupang akan saling serang sampai menyebabkan kematian.

Dalam peletakan cupang juga jangan sampai meletakkan wadah ikan cupang yang bening secara berdekatan. Ini akan membuat ikan cupang aduan membenturkan tubuhnya ke dinding wadah. Berikan sekat yang tidak tembus pandang.

Sukses Dengan Budidaya Maggot, Banyak Yang Gak Tau Bisnis Ini

budidaya maggot

Maggot adalah lava dari lalat hitam atau Black Soldier Fly (BSF) memiliki sangat banyak manfaat khususnya dalam bidang peternakan dan juga pertanian.

Hasil olahan sampah rumah tangga bisa dijadikan sebagai kompos dan larvanya dapat dipanen dan dijadikan sebagai pakan ternak atau ikan.

Tentunya hal ini membuat maggot BFS sedang banyak dicari untuk dibudidayakan, walaupun memang cenderung jijik saat budidayanya.

Namun dibalik itu semua, potensi sukses dalam budidaya maggot sangatlah tinggi dengan hasil yang menggiurkan. Banyak sekali yang mencari maggot ini sebagai pakan ternak ayam.

Siapa yang tidak tahu ayam, komoditas utama dalam perdagangan yang ada di Indonesia dan banyak yang membudidayakannya, tentunya menginginkan ayamnya tumbuh kembang dengan sehat. Inilah fungsi maggot sebagai asupan gizi dan vitamin yang baik bagi ayam.

Sebagai informasi tambahan, maggot BSF adalah salah satu variasi lalat yang mirip seperti tawon yang berwarna hitam. Panjang maggot BSF sekitar 15-20 mili meter.

Maggot BSF ini hakekatnya merupakan fase larva dari siklus hidup BSF. Metamorfosa maggot BSF ini adalah dari telur, larva, prepupa, pupa dan BSF. Untuk siklus hidup BSF betul-betul singkat adalah 40- 44 hari saja.

Fase larva yaitu fase sebagai belatung atau maggot bsf. Umumnya maggot tumbuh di bahan organik yang sudah membusuk misalnya seperti buah, sayur, bangkai dan lain sebagainya. Dalam keadaan utuh maggot memiliki kadar protein yang cukup tinggi sekitar 40%.

Budidaya Maggot BSF

Maggot BSF memiliki berbagai manfaat yang bisa didapatkan selain untuk dibudidayakan dan pada akhirnya dipanen dan dijual.

  • Maggot BSF Mengurai Sampah Organik

Seperti yang kamu ketahui, sekarang ini permasalahan negara kita salah satunya adalah penumpukan sampah. Maggot BSF ini memiliki peranana penting dalam menekan jumlah limbah organik.

Bayangkan saja, 15 ribu larva BSF dapat menghabiskan sekitar 2 kilogram makanan dan limbah organik hanya dalam waktu 24 jam saja.

Dengan kemampuannya itu juga, hasil penguraian sampah organik bisa dijadikan pupuk yang bisa membantu dalam bidang perkebunan.

Untuk itulah mengapa budidaya maggot ini mulai banyak yang melakukannya karena keuntungan yang didapatkan dari sektor perkebunan, dan ada lagi dari manfaat budidaya maggot dari sektor peternakan.

  • Untuk Pakan Super Kaya Nutrisi

Maggot BSF merupakan pakan super bagi hewan ternak yang kaya akan gizi dan nutrisi bagi hewan ternak. Maggot BSF mengandung nutrisi yang sangat baik untuk pakan ternak, salah satunya adalah ayam dan juga ikan.

Namun jangan salah, untuk pakan hewan peliharaan maggot BSF juga bisa diandalkan sebagai pakan yang kaya akan nutrisi untuk burung, iguana, sugar glider, tokek, dan masih banyak lagi.

Setelah mengehtahui berbagai manfaat dari budidaya BSF, ada beberapa keunggulan dari maggot BSF. Yaitu:

  1. Tidak berbau amis seperti pakan ternak lainnya
  2. Tidak jorok
  3. Sangat mudah dicerna oleh hewan ternak dan peliharaan
  4. Sangat sehat bagi hewan ternak dan peliharaan
  5. Cara budidaya maggot BSF yang mudah dan tidak ribet
  6. Panen jelas dan teratur

Maggot BSF benar-benar aman untuk di jadikan pakan ternak. Karena lalat BSF bukan termasuk dalam kelompok lalat penyebar penyakit, jadi aman.

Berbeda dengan lalat hijau yang senantiasa hinggap di daerah yang kumal lalat BSF ini hanya hinggap di daerah yang berbahan fermentasi saja.

Budidaya Maggot Media Air

Setelah mengehtahui manfaat dan potensi bisnis dari budidaya maggot, saatnya adalah memulainya sendiri. Ada beberapa tahapan yang harus kamu perhatikan dalam budidaya maggot BSF ini.

Persiapan Ternak Maggot BSF

  • Kandang

Sebuah hal yang tidak perlu dipertanyakan dalam budidaya hewan apapun itu termasuk sekecil larva, adalah kandang. Fungsi kandang dalam budidaya maggot ini adalah sebagai tempat dimana BSF akan memproduksi telur-telurnya yang nantinya akan dijadikan sebgai bibit maggot BSF.

Anda bisa memikirkan terlebih dahulu kebutuhan budidaya maggot yang akan Anda lakukan. Ini semua tergantung pada sebanyak dan sebesar apa bisnis maggot BSF yang akan kamu lakukan.

Jika terlalu besar, dan kamu tidak tahu bagaimana teknik pemasarannya, tentunya malah membuat Anda kerepotan dalam budidaya maggot.

Pada kasus yang normal dalam pembuatan kandang maggot BSF, buatlah kandang dengan ukuran 2,5 m x 4 m x 3 m. Itu merupakan ukuran kandang yang cukup untuk budidaya maggot kelas kecil dan menengah. Dengan ukuran itu saja, kamu bisa menampung puluhan ribu larva BSF.

  • Media Penetasan Telur

Dalam budidaya maggot, setelah telur-telur tersebut menetas, kamu bisa memindahkannya pada media pemeliharaan maggot BSF tersebut.

Ini bisa dibuat dengan bahan dasar tripleks atau box kardus kecil. Setelah telur menetas, pindahkan larvanya langsung ke biopond sebagai media pembesaran.

Pisahkan media penetasan dan pembesaran di dalam kandang. Pemisahan ini sangat penting karena jika menyatu, telur-telur akan mudah pecah tertekan oleh larva. Sebenarnya, apakah yang disebut dengan biopond?

  • Media Pembesaran Larva

Dalam media pembesaran larva, biopond adalah hal yang digunakan untuk budidaya maggot. Biopond merupakan media pembesaran larva BSF yang terbuat dari kayu, PVC, dan dipenuhi oleh tanah yang gembur.

Biopond sendiri memiliki 2 jenis, yaitu biopond dengan menggunakan ramp (bidang miring sebagai jalan migrasi prepupa) dan biopond yang tidak menggunakan ramp.

Ukuran biopond juga harus disesuaikan dengan budidaya maggot yang sedang kamu lakukan, persis seperti pada saat persiapan kandang.

Pengembangbiakan Maggot BSF

Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menarik lalat BSF untuk bertelur seperti:

  1. Air
  2. Ember
  3. EM4 (bisa didapatkan dari Yakult)
  4. Kantong plastik
  5. Penyedap makanan (bisa menggunakan Royco)
  6. Gula pasir
  7. Dedak

Setelah semua bahan siap, saatnya membuat pakan alternatif untuk menarik lalat BSF bertelur, inilah tahapan yang dimulai dalam budidaya maggot:

  1. Siapkan air 1 litter dan gula 5 sendok.
  2. Sesudah air dan gula siap lalu letakkan di ember atau panci.
  3. Siapkan dedak 5 kg dan royco lalu campur dengan air dan gula yang telah di siapkan tadi. Penerapan royco ini agar baunya lebih menyengat. Bau menyengat akan membuat lalat BSF akan kencang datang.
  4. Sesudah semuanya tercampur tuangkan EM4 atau yakutl. Dari 2 bahan hal yang demikian Anda dapat memilih salah satu. Untuk komposisi EM4 dapat 1 tutup botol EM4. Untuk yakult dapat berikan separuh botol atau 1 botol.
  5. Campur semua bahan hal yang demikian dan aduk sampai merata.
  6. Siapkan kantong plastik 5 kg atau 8 kg.
  7. Masukkan dedak yang telah di campur tadi ke kantong plastik. Isilah separuh saja jangan sampai penuh agar masih ada ruang udara di dalam kantong plastik.
  8. Ikat kantong plastik yang telah di isi dengan dedak hal yang demikian rapat-rapat.
  9. Letakkan kantong plastik ke daerah yang adem biarkan 4-5 hari sampai benar-benar telah terfrementasi. Petunjuk telah terfrementasi yakni kantong plastik akan mengembang seperti habis di tiup.
  10. Agar hasil fermentasi aman dan terhindar dari kucing atau binatang lainnya maka dapat di tutup dengan kawat besi di komponen atasnya.
  11. Sesudah hasil fermentasi benar – benar sempurna, selanjutnya tuang hasil fermentasi hal yang demikian kedalam ember.
  12. Sesudah di tuang lalu di tutup dengan daun pisang atau kertas minyak. Tutup sampai merata.
  13. Simpan ember di dalam kandang dekat dengan media penetasan telur.
  14. Setelah 2 sampai 3 hari, lalat BSF akan berdatangan dan mulai bertelur di sekitar ember dan media penetasan.

Setelah semuanya siap, coba kamu lihat media yang sudah kamu simpan setelah 2 atau 3 hari, apakah lalat BSF sudah mulai bertelur.

Dalam budidaya maggot, telur maggot memang cenderung sangat kecil dan lalat maggot ini akan bertelur pada pinggir atau sekitar media penutup. Lalat tidak akan bertelur pada dedak yang sudah kamu siapkan.

Telur lalat BSF akan menetas di hari ke 2 atau ke 3. Bayi-bayi lalat itu nantinya akan otomatis bergerak menuju dedak fermentasi karena dedak merupakan salah satu media hidup bagi maggot BSF.

Selain sebagai media hidup maggot juga akan mencari makanan di dedak itu juga.

Panen Maggot

Inilah hal yang sangat ditunggu-tunggu saat budidaya maggot, adalah tahap panen. Pada umur 1 pekan maggot BSF sudah nampak wujudnya.

Pada umur 2 atau 3 pekan kamu sudah dapat memanennya. Lazimnya maggot BSF akan berkumpul di bawah penutup dedak atau di dalam dedaknya seketika setelah siap panen.

Pada tahapan ini, kamu bisa melakukan budidaya maggot lagi dengan cara menaburkan sisa dedak fermentasi yang tersisa.

Lama kelamaan fermentasi dedak tersebut akan berubah warna menjadi hitam dan lalat akan kembali timbul di pinggir atau sekitar fermentasi dedak tadi.

Dengan hal yang kamu lakukan itu, budidaya maggot tidak akan pernah berhenti kamu lakukan. Jika kamu dengan rutin menaburi kembali dedaknya selama seminggu sekali, maka maggot akan konsisten ada. Setelah di taburi tutup kembali fermentasi dedak tersebut.

Budidaya Maggot Tanpa Bau

Pada dasarnya, pada budidaya larva BSF ini tidak menimbulkan bau. Walaupun terlihat jijik, faktanya larva ini bersih, dan bukan sumber pembawa penyakit.

Belatung yang berasal dari lalat BSF berbeda dengan lalat hijau dan lalat hitam yang menyebarkan penyakit. Lalat BSF tidak memunculkan bau busuk dan bukan pembawa sumber penyakit.

Sebab betul-betul aman, anak kecil malah berani bermain-main dengan belatung lalat BSF.

Maggot merupakan decomposer sampah organik yang alami. Maggot dikenal sebagai pengurai atau penghancur sampah organik tanpa memunculkan bau busuk.

Hal ini dapat menjadi solusi masalah sampah di perkotaan. Bisa menjadi pakan ternak dan bisa menguraikan sampah organik yang nantinya bisa dijadikan pupuk kompos, tentunya membuat kamu yang ingin memulai budidaya maggot sangat menguntungkan.

***

Setelah mengetahui cara budidaya maggot BSF yang menguntungkan? Apakah Anda mulai tertarik dengan budidaya yang menguntungkan yang satu ini?

Kebutuhan maggot BSF cenderung banyak di pasaran, jadi akan sangat menguntungkan jika kamu mulai dari sekarang membudidayakan larva dari lalat dengan jenis BSF.

Sukses Budidaya Cacing Tanah Dengan Omset Selangit

budidaya cacing

Kebanyakan orang menganggap cacing adalah hewan yang menjijikan. Namun dibalik fakta itu ada yang namanya bisnis yang menjanjikan. Ya benar saja bahwa cacing tanah ini bisa dijadikan bisnis dengan omset yang tinggi dengan cara membudidayakannya.

Cacing tanah ini bisa digunakan sebagai obat dan juga pakan ternak yang memiliki nilai gizi tinggi. Sehingga banyak orang yang mulai untuk membudidayakan cacing tanah ini dengan harapan keuntungan yang berlipat.

Memang benar bahwa menjalankan sebuah usaha yang dapat dibilang ekstrim ini memang memerlukan tekat dan niat yang besar.

Menjalankan sebuah usaha yang dibilang nyentrik ini memang memerlukan tekad yang bulat. Terlebih lagi menghadapi pandangan masyarakat yang meremehkan budidaya cacing dikehidupan sosial.

Tapi kamu tak perlu berkecil hati, usaha ini adalah usaha yang ringan untuk ditunaikan serta mendatangkan untung yang amat besar.

Terlepas berasal dari pandangan sebelah mata yang diberikan masyarakat berasal dari budidaya cacing. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh berasal dari usaha ternak cacing yang kamu tekuni.

Namun sebelum saat mengulas lebih jauh perihal cacing tanah alangkah baiknya kami mengulas cacing apa saja yang sesuai termasuk untuk di budidayakan.

Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutra atau nama ilmiahnya adalah Tubifex Sp ini adalah pakan alami yang diberikan kepada budidaya benih ikan.

Cacing sutra ini khususnya yang masih berbentuk larva memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan benih ikan itu sendiri.

Sehingga tidak jarang orang yang membudidayakan cacing sutra ini walaupun harga jualnya terbilang murah.

Umumnya di dalam usaha peternakan biasanya dimanfaatkan sebagai pakan alami terhadap ikan air tawar, belut, lele, cupang, lobster, ayam, dan hewan peliharaan.

Jadi dengan permintaan yang tinggi ini cacing sutra menjadi peluang bisnis untuk dilakukan pembudidayaan cacing sutra baik untuk pakan ternak sendiri atau dijual dipasaran.

Budidaya Cacing Merah

Berikutnya adalah cacing merah, dimana cacing merah ini memiliki kemampuan dalam menyembuhkan berbagai penyakit secara herbal seperti penyakit sakit thypus, magh dan asam lambung.

Selain sebagai obat herbal cacing merah ini juga terkenal sebagai bahan baku obat pabrik untuk menyebuhkan penyakit Thypus, stroke, darah tinggi dan rendah dan masih banyak lagi.

Selain sebagai bahan obat-obatan cacing merah ini juga dipakai sebagai bahan pembuatan kosmetik, seperti misalnya pelembab kulit, dan lipstik. Dan juga yang paling banyak digunakan adalah sebagai pakan ternak dan juga campuran pada makanan ternak untuk menambahkan nilai gizi didalamnya.

Cacing merah sanggup di gunakan sebagai pakan ikan hias, kura-kura, lopster, unggas, dan binatang lainnya, karena sebetulnya kandungan gizi cacing merah terlalu bagus untuk makanan tambahan binatang.

Budidaya Cacing Darah

Cacing darah, ya mungkin terdengar mengerikan karena menyebut kata darah didalamnya. Cacing darah ini memiliki nama lain yakni latin Larva Chironomus sp yang biasanya dijadikan pakan ikan.

Budidaya cacing darah sendiri juga bisa dijadikan pilihan yang cukup menjanjikan sebagai penghemat perawatan ikan hias.

Karena cacing merah ini biasanya dijadikan pakan ikan juga cacing ini mengandung banyak sekali gizi yang penting untuk ikan itu sendiri. Seperti misalnya 62.5% protein, 10,4% lemak, dan juga 11,6% abu sehingga mudah untuk dicerna oleh ikan.

Dan juga persentase lemak yang terkandung di dalam cacing termasuk dapat mendukung perkembangan ikan. Pigmen karoten yang terkandung di dalam cacing termasuk dapat mencerahkan pigmen warna ikan hias tersebut.

Budidaya Cacing Lumbricus

Cacing lumbricus ini sebenarnya adalah nama lain dari cacing tanah atau jenis spesifiknya cacing tanah. Dengan bentuknya yang unik ini tak sedikit orang yang jijik melihatnya.

Walaupun begitu hewan tanpa tulang belakang ini banyak dicari orang karena tujuan tertentu misalnya saja yakni untuk pakan ternak atau bahan obat-obatan.

Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah punya banyak sekali terdapat protein yang benar-benar bagus untuk hewan ternak. Cacing tanah  juga berkhasiat sebagai obat penurun panas bagi manusia.

Dan juga produk berbahan dasar cacing tanah mulai merambah ke dunia kosmetik yang dikarenakan khasiatnya dalam melembabkan dan meremajakan kulit. Hal ini yang membuat Cacing tanah memiliki banyak manfaat untuk keperluan sehari-hari.

Selain banyaknya manfaat yang dimilikinya, cacing tanah juga memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sebanyak 76%, kandungan protein Cacing Tanah lebih banyak berasal dari kandungan protein Sapi yang hanya sebanyak 65%.

Dan juga cacing tanah memiliki kandungan Asam amino 17% yang mampu membantu pembentukan sel, otot dan sistem kekebalan tubuh. Untuk harga cacing tanah dipasaran tergolng tinggi berkisar Rp. 75.000,00-85.000,00/Kg nya.

Langkah-Langkah Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula

Untuk budidaya cacing tanah ini memang diperlukan peralatan dan pengetahuan yang cukup. Dibawah ini adalah beberapa tahapan untuk kamu mulai membudidayakan cacing tanah dengan baik dan benar.

Persiapkan Media Budidaya Cacing Tanah

Proses pertama dalam budidaya cacing tanah adalah persiapkan media pembudidayaannya terlebih dahulu. Untuk media perkembangbiakannya kamu bisa menggunakan kotak box yang berisi tanah dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm.

Sebaiknya tanah yang digunakan adalah tanah humus yang subur. Karena jika tanah yang diberikan adalah tanah yang tidak subur maka kamu bisa menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang. Isi kotak box dengan tanah dengan ketinggian sekitar 5-10 cm.

Kemudian bisa kamu letakan kotak di tempat yang teduh dan terhindar dari terik sinar matahari langsung.

Persiapkan Bibit Cacing Yang Berkualitas

Memilih bibit cacing yang berkualitas ini akan memberikan peluang hasil panen yang memuaskan. Untuk mendapatkan bibit cacing bisa kamu cari dan ambil langsung di tempat-tempat yang banyak terdapat cacing seperti tanah-tanah lembab dan juga sampah organik.

Untuk menambah bibit cacing maka berikut tahapan yang harus kamu lakukan:

  • Siapkan wadah baik itu kotak sebagai media perkembangbiakan cacing tanah kemudian masukan bibit cacing yang sudah kamu dapat sebelumnya.
  • Berikan cacing dengan makanan berupa sayur atau juga daun kering.
  • Setelah kurang lebih 2 bulan cacing akan berkembang biak menjadi lebih banyak sehingga Anda perlu memindahkannya ke media yang lebih besar.
  • Umumnya membudidayakan cacing dalam 1 box Anda dapat menampung sekitar 50-100 cacing. Teknik itu bisa digunakan untuk budidaya dengan skala kecil.
  • Untuk kamu yang berencana untuk membudidayakan cacing tanah dengan skala besar maka bisa beli bibit dari peternak cacing lain lebih praktis.

Pemindahan Bibit Cacing

Jika sudah memiliki bibit yang banyak kamu bisa memindahkannya ke dalam media budidaya yang lebih besar. Adapun langkah-langkah untuk memindahkan bibit cacing sebagai berikut:

  • Menjaga kelembaban tanah adalah hal yang sangat penting, kamu bisa membasahi tanah yang ada di dalam wadah.
  • Untuk media tanah pastikan juga sudah memiliki kondisi yang normal baik itu Ph tanah yang sesuai yakni berkisar 5,5-7,5. Kemudian kamu bisa mengisi wadah hingga 50-100 ekor.
  • Periksalah setiap 3 jam sekali di hari pertama, hal ini bertujuan untuk melihat apakah cacing tersebut berusaha keluar dari tanah atau tidak. Karena jika keluar dari tanah maka mengindikasikan media tanah tersebut tidak nyaman. Hal ini bisa dikarenakan suhu tanah atau ph tidak sesuai dengan kondisi habitatnya.

Perawatan dan Pemeliharaan Cacing Tanah

Untuk proses perawatan dan pemeliharaan cacing tanah kamu bisa melakukan beberapa hal secara rutin seperti dibawah berikut ini:

  1. Pemberian pakan cacing

Supaya cacing tumbuh sehat bisa kamu berikan pakan secara rutin. Pakan yang terbaik untuk perkembangbiakan cacing tanah yakni bisa berikan kotoran hewan ternah baik kerbau maupun sapi.

Jika tidak bisa berikan jenis pakan lain seperti kompos sayuran. Selain itu pastikan juga bahwa pakan yang diberikan memiliki struktur gembur sehingga cacing bisa dengan mudah dalam mencernanya.

Metode fermentasi mampu memberikan pakan cacing menjadi gembur. Cukup memercikan sisa sayuran dan buah-buahan dengan larutan fermentasi yang terdiri dari air campuran EM4 dan tetes tebu. Setelah 1-2 hari, maka kompos sayuran ini bisa digunakan untuk pakan cacing tanah.

  1. Penggantian Media Tanah

Tanah adalah faktor yang paling penting untuk perkembangbiakan cacing tanah. Dengan tanah yang diganti secara rutin maka cacing akan dengan mudah berkembang lebih pesat. Penggantian tanah ini bisa kamu lakukan setiap 1 atau 2 bulan sekali saja.

Caranya yakni dengan mengeluarkan semua cacing dari wadah pengembangbiakan. Kemudian  itu masukan tanah baru dan juga pindahkan cacing kedalam media pengembangbiakan lagi.

Untuk tanah lama didiamkan hingga telur cacing yang ada didalamnya dapat menetas dan juga mengeluarkan cacing baru.

  1. Pembuatan Media untuk Bertelur

Ketika cacing akan bertelur, maka Anda harus mempersiapkan media yang sesuai baginya. Media favorit yang bisa digunakan sebagai media bertelur cacing yaitu campuran jerami dengan pupuk kandang dan juga kompos kering.

Tanam media ini kedalam media box perkembangbiakannya. Ketika akan bertelur, cacing otomatis akan menuju lokasi media bertelur dan akan meletakkan telurnya di tempat tersebut.

Dengan membuat media khusus untuk bertelur, maka Anda bisa dengan mudah mengumpulkan telur ketika proses penggantian tanah ada box.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tak jarang cacing juga terkena penyakit dan juga hama yang bisa membuat penyakit tertentu. Hama yang biasanya menyerang cacing adalah berasal dari serangga.

Jenis serangga hama yang paling besar adalah semut. Semut ini bisa memangsa cacing tanah, untuk menghindarinya kamu bisa meletakan wadah pengembangbiakan cacing di rak susun atau meja yang sudah diberikan kapur anti serangga.

Pemanenan Cacing Tanah

Cacing tanah ini dapat Anda panen di umur 6 bulan perawatan. Cacing ini sudah siap untuk dipanen dan dijual.

Cara memanennya cukup mudah yakni karena cacing takut dengan cahaya maka kamu arahkan cahaya lampu ke wadah pengembang biakan tersebut hingga cacingnya akan keluar sendiri dan siap dipanen.

Kemudian untuk telur cacing yang ada pada sarang atau wadah pengembangbiakan bisa kamu pisahkan. Sedangkan tanah bekas cacing sebelumnya bisa kamu kumpulkan dan gunakan sebagai pupuk organik.

***

Demikianlah beberapa cara budidaya cacing tanah yang mngkin bisa menjadi referensi buat kamu yang masih pemula. Mudah kan? Gimana tertarik untuk budidaya cacing tanah? Lakukan dengan tekun dan juga jangan patah semangat jika gagal coba lagi dan lagi, selamat mencoba!.

Cara Budidaya Ikan Lele Supaya Cepat Panen Dan Untung Besar

Budidaya Ikan Lele

Apakah kamu merupakan salah satu orang yang suka sekali makan pecel lele? Jika iya maka kamu sudah pasti tidak asing lagi dengan kelezatan daging ikan lele ini dan juga memiliki banyak sekali nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh seperti protein dan juga vitamin B-12.

Karena kelezatan dan juga kandungan gizinya yang banyak itu tidak jarang orang membudidayakan ikan lele ini untuk dijadikan bisnis rumahan yang cukup menggiurkan.

Berbisnis ikan lele memang tidaklah semudah yang dibayangkan terutama bagi kamu yang tidak suka dengan bau amis ikan.

Dan juga kamu juga harus konsisten dalam menangani berbagai masalah yang akan dihadapi dalam budidaya ikan lele ini termasuk masa panen yang cukup lama.

Tapi jika kamu yang masih pemula dan ingin sekali budidaya ikan lele tidak perlu khawatir karena ikan lele ini sangat ramah untuk pemula loh.

Jika kamu tertarik maka kamu bisa mempertimbangkan beberapa metode budidaya ikan lele yang bisa kamu pilih di bawah ini.

Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

Untuk jenis kolam terpal ini biasanya terbuat dari bambu, besi, ataupun kayu yang dijadikan rangkanya dan dilapisi oleh terpal sehingga bisa menampung air untuk ikan lele.

Adapun beberapa keunggulan dari kolam  terpal ini dibandingkan dengan kolam galian dan kolam beton yakni seperti :

  • Kolam terpal bisa ditempatkan di berbagai tempat dan pada tempat yang tidak memungkinkan untuk dibuat kolam galian misalnya saja yakni di tempat yang banyak pasirnya dan juga tempat yang rawan akan banjir.
  • Kolam terpal ini aman untuk di tempatkan diatas permukaan tanah jadi tidak masalah jika terjadi banjir.
  • Budidaya lele di kolam terpal ini dapat dilakukan dilahan yang sempit seperti halaman rumah kamu.
  • Dalam pengaturan tinggi air sangat mudah di dalam kolam terpal untuk menyesuaikan usia lele juga.
  • Lebih mudah dalam pemanenan ikan lele.
  • Lebih mudah mengontrol kondisi kolam.
  • Aman dari berbagai predator alias hewan pemangsa.
  • Ikan lele juga bisa lebih bersih dan juga lebih berkualitas di dalam kolam terpal.
  • Lahan yang digunakan juga tidak akan berubah tidak dibandingkan dengan kolam galian.
  • Untuk biaya kolam terpal lebih murah ketimbang kolam permanen lainnya.

Budidaya Ikan Lele Bioflok

Untuk cara yang kedua yakni mengunakan sistem Bioflok yang mana menggunakan modal yang cukup sedikit dibandingkan dengan cara konvensional.

Cara Bioflok juga bisa ditempatkan di lahan yang tidak terlalu luas dan juga hasil panen juga lebih banyak dibandinkan dengan cara konvensional.

Prinsip dasar dari sistem Bioflok adalah yakni memanfaatkan berbagai mikroorganisme atau bakteri yang bisa dihasilkan sebaai pakan untuk ternak lele itu sendiri. Cara ini dapat menekan biaya pakan lele itu sendiri.

Beternak ikan lele dengan sistem Bioflok ini biasanya menggunakan kolam berbentuk bulat yang bisa terbuat dari terpal sekalipun.

Jenis ini sangat praktis dan juga dapat menghemat lahan yang mana hanya menggunakan kolam dengan ukuran diameter 3 meter dan mampu menampung hingga 3 ribu ekor lele.

Di dasar kolam bisa dipasangkan saluran pipa untuk saluran pembuangan kotoran lele yang mengendap di dalam kolam.

Proses pembuangan kotoran lele ini bisa diikuti dengan penambahan air. Untuk kotoran yang dikeluarkan bisa juga dipakai untuk pupuk organik dan sumber pakan bai lele tersebut.

Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok

Untuk metode kolam tembok adalah kolam permanen yang dibangun dengan bahan utama yakni pasir dan semen. Biasanya para peternak ikan lele lebih memilih metode kolam tembok ini dikarenakan memiliki ketahanan yang lebih baik ketimbang dengan kolam terpal atau kolam tanah.

Sebenarnya budidaya ikan lele menggunakan kolam tembok bisa Kamu lakukan dengan mudah tapi dalam pembuatan kolam tembok memerlukan biaya yang lebih untuk proses pembuatannya.

Kolam beton dibuat dengan campuran semen dan pasir dilengkapi dengan kerangka besi. Untuk ukuran kolam bisa Kamu sesuaikan dengan kebutuhan Kamu sendiri.

Namun perlu Kamu ingat dalam pembuatan konstruksi kolam tembok atau beton ini dibagian dasar kolam bisa dibuat agak miring mulai dari arah pemasukan air ke arah pengeluaran air.

Hal ini dimaksudkan agar kamu mudah dalam menguras air kolam dan membersihkan endapan dari berbagai kotoran hingga lumpur.

Kemudian buat parit di tengah kolam sehingga memudahkan proses panen nantinya. Setelah sudah siap maka bisa didiamkan beberapa hari sampai kering.

Budidaya Ikan Lele Cepat Panen

Sebelum membahas cara budidaya ikan lele agar cepat panen, sebaiknya kamu juga mengetahui faktor-faktor yang mendukung budidaya lele terlebih dahulu yakni:

  • Harga benih lele ini murah dan mudah dicari.
  • Dalam melakukan ternak lele, perlengkapan dan juga alat yang digunakan tergolong mudah untuk ditemukan.
  • Ternak lele ini tergolong cepat sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang lebih cepat dan berlipat ganda.
  • Untuk pembesaran ikan lele biasanya memakan waktu sekitar 2 – 3 bulan.

Pasti ada pertanyaan bagaimana membudidaya lele dengan baik dan benar agar bisa dipanen dengan cepat?

Tahap yang penting dalam melakukan budidaya ikan lele yakni di proses pemilihan bibit. Bibit yang berkualitas yakni bibit yang berukuran 9-12 ekor.

Ukuran ini adalah ukuran yang aman dan sesuai dengan standart pada umumnya untuk meminimalisir resiko kematian.

Selain itu lle dengan ukuran tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik jadi gak mudah untuk terkena penyakit ataupun mati. Sehingga lele akan tumbuh dengan cepat dan panen pun juga lebih cepat.

Untuk ciri-ciri bibit ikan lele yang dapat dipilih yakni :

  • Tentunya Sehat.
  • Punya pergerakan tubuh yang lincah.
  • Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya.
  • Aman dari berbagai penyakit.
  • Memiliki pergerakan stabil atau baik.

Agar memudahkan budidaya lele kolam terpal adalah kolam yang cocok untuk budidaya lele bagi pemula karena berbagai kelebihan kolam terpal antara lain.

Kolam mampu dilaksanakan pemindahan dalam sistem pengembangan usaha, Lingkungan yang terjaga, Pemeliharaan dan kontrol baik pakan,

Pengamatan pertumbuhan dan pertumbuhan juga mudah, Panen yang mudah, Membutuhkan modal yang kecil, Manajemen air lebih enteng sehingga lele selalu sehat dan kolam tidak mengalami bau yang tak sedap,

Dapat dilaksanakan bersama dengan memanfaatkan pekarangan tempat tinggal gara-gara tidak memerlukan lahan yang luas.

Untuk mengisi bibit lele pada kolam kamu harus cermat dalam memperhitungkannya. Yang mana bibit yang terlalu sedikit malah tidak efektif dalam pemanfaatan kolam terpalnya.

Sedangkan jika bibit terlalu banyak malah akan mengakibatkan lele cepat mati.

Apabila kamu menggunakan kolam terpal dengan diameter sekitar 2 m2, kamu bisa membeli bibit sebanyak 3.000 hingga 4.000. tetapi tetap saja kamu harus memperhatikan besar bibit yang kamu beli.

Peralatan dan juga bahan-bahan kolam terpal yang harus disiapkan antara lain:

  1. Lem atau ember
  2. Kayu, batu bata, papan atau kerangka besi yang lain
  3. Kolam terpal yang disesuaikan dengan kondisi lapangan
  4. Tali, paku serta kawat atau alat penunjang yang bisa digunakan untuk membuat kerangka

Langkah-langkah Budidaya Ikan Lele

Pembuatan Kolam Lele

Apabila kamu memiliki kolam ikan yang tidak terpakai maka bisa dijadikan juga untuk kolam ikan lele. Jika tidak maka kamu bisa buat kolam dari terpal yang pembuatannya cukup praktis. Untuk suhu kolam lele yang baik berkisar dari 20 hingga 28 derajat Celsius.

Dan juga kamu harus menciptakan suasana kolam yang tenang dan sedikit keruh dengan beberapa lumut. Untuk pengisian air jangan terlalu dangkal karena ikan lele bisa kepanasan dan mati.

Kamu juga bisa menambah eceng gondok yang berfungsi untuk penyerap racun dan juga memberikan tempat yang teduh untuk ikan lele.

Memilih Indukan yang Berkualitas

Dalam memastikan kamu bisa sukses budidaya ikan lele ini maka kamu harus memilih indukan ikan lele yang berkualitas.

Ciri-ciri bibit lele jantan yang memiliki kualitas yang bagus antara lain:

  • Memiliki pergerakan yang lincah
  • Perut ramping
  • Tulang kepala pipih
  • Warnanya gelap
  • Alat kelaminnya runcing

sedangkan untuk bibit lele betina Kamu juga bisa memilih ciri-ciri sebagai berikut:

  • Punya Perut lebih besar dari punggung
  • Pergerakannya lebih lambat
  • Memiliki kelamin yang bulat

Memilih Lele yang Siap Kawin dan Mengembangbiakannya

Di proses ini kamu harus menyiapkan lele yang siap kawin untuk mengembangbiakannya adapun beberapa ciri-ciri lele yang siap kawin yakni dari warna kelaminnya.

Untuk ikan lele jantan yang siap kawin memiliki kelamin yang berwarna merah. Lalu untuk ikan lele yang betina memiliki warna kelaminnya akan menguning.

Setelah proses ini sudah sukses maka lahirlah benih-benih ikan lele yang harus kamu pisahkan langsung dari kolam indukannya.

Memindahkan Benih Lele ke dalam Kolam

Siapkan ember yang di isi dengan air kolam untuk meletakan benih-benih yang sudah menetas tersebut. Jika tidak kemungkinan besar benih ikan lele ini akan cepat mati karena stress.

Siapkan kolam khusus untuk meletakan benih ikan lele ini yang membutuhkan ketinggian air yang lebih rendah 10-20 cm dari ketingian air kolam lele biasa.

Kemudian kamu simpan ember ke dalam kolam yang sudah di siapkan untuk benih lele dari pagi hingga pagi lagi atau 24 jam. Proses ini dilakukan supaya benih ikan lele bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Pemeliharaan ikan Lele

Untuk memerhatikan kebersihan kolam adalah salah satu kunci sukses dalam budidaya ikan lele. Juga kamu harus memberikan pakan yang berkualitas untuk meningkatkan kesehatan dan kecepatan tumbuh si ikan lele.

Kamu bisa memilih pakan sentrat 781-1 karena memiliki kandungan yang baik untuk ikan lele. Pemberian makanan bisa kamu lakukan di sekitar jam 7 pagi, 5 sore, dan juga 10 malam.

Apabila kamu sudah memberikan pakan namun masih saja ada ikan lele yang mendongakan kepala maka kamu bisa tambahkan lagi.

Namun hindari pakan yang tersisa karena endapan makanan yang sisa ini bisa menimbulkan penyakit.

Memisahkan Lele yang Siap Panen

Jika lele sudah memasuki usia panen maka kamu bisa memilih lele yang akan dipanen dari ukurannya yakni sekitar 7 atau 9-12 cm. Selain ukuran, kolam untuk ikan lele yang sudah siap panen biasanya berwarna kemerahan.

Jika pemilihan ikan lele siap panen sudah selesai maka kamu bisa diangkut dan dipindahkan dari kolam. Pastikan kolam sudah tidak ada lele dewasa lagi agar bisa dipakai untuk benih ikan lele yang baru.

***

Itu lah beberapa informasi tentan cara budidaya ikan lele agar cepat panen, semoga membantu dan semoga sukses!

Tips Budidaya Ikan Koi Sukses Dijamin Panen Besar

Budidaya Ikan Koi

Siapa sih yang tidak kenal dengan ikan koi, maksudnya kenal ya minimal tahu lah apa itu ikan koi dan bentuknya. Kalau kamu belum tahu coba banyak-banyakin main ke pasar ikan, hehe.

Ikan koi ini merupakan salah satu ikan yang banyak peminatnya di Indonesia atau di dunia. Salah satu tempat budidaya ikan koi terbesar di Indonesia yakni terletak di Blitar.

Hasil dari budidaya ikan koi asal Blitar ini juga terkenal akan memiliki kualitas yang terbaik loh. Bahkan tidak sedikit orang yang rela pergi jauh ke Blitar hanya untuk belajar cara budidaya ikan koi ini.

Ikan koi ini menjadi primadona para petani ikan yang mana orang biasa juga memelihara ikan koi ini di rumah sebagai ikan hias.

Dari tahun ke tahun peternak ikan koi ini terus bertambah loh, hal ini dikarenakan banyak sekali orang yang tertarik dalam memelihara ikan koi karena ikan koi menjadi lambang keindahan yang mutlak.

Ikan koi pertama kali masuk ke Indonesia saat Presiden pertama kita Ir. Soekarno menerima hadiah berbagai macam jenis ikan koi dari pemimpin China waktu itu.

Kemudian ikan-ikan tersebut diberikan kepada petani ikan di Blitar, jawa timur yang menjadikan Blitar menjadi tempat budidaya ikan koi terbesar di Indonesia. Ikan koi ini terkenal di Indonesia sejak 1960 hingga saat ini.

Saat ini jenis dari ikan koi juga sudah banyak macamnya yang mana merupakan hasil dari kawin silang antar jenis ikan koi yang mana melahirkan jenis ikan koi dengan keindahan tersendiri.

Semakin bagus warna dari ikan koi ini maka harga ikan koi akan semakin mahal. Hal ini dikarenakan sekarang banyak orang yang mulai tertarik untuk membudidaya ikan koi.

Yang mana dijadikan sebagai bisnis ikan hias dengan peluang yang sangat menjanjikan sampai saat ini.

Budidaya Ikan Koi Di Kolam Terpal

Untuk jenis budidaya ikan koi di kolam terpal memang menjadi salah satu alternatif jika kamu tidak memiliki kolam semen yang permanen.

Selain itu dengan menggunakan kolam terpal kamu bisa melakukannya di banyak tempat yang tidak memiliki tempat luas sekalipun.

Ya maka dari itu menggunakan kolam yang terbuat dari terpal ini menjadi solusi paling efektif bagi kamu yang ingin budidaya ikan koi dengan lahan yang sempit.

Budidaya Ikan Koi Di Aquarium

Ada juga yang menggunakan media aquarium sebagai tempat budidaya ikan koi loh. Ya benar kamu harus mempersiapkan aquarium dengan tinggi 50 cm dan lebar sekitar 1 meter dan panjang 1.5 meter.

Hal ini bertujuan agar warna ikan koi tidak berubah menjadi pucat karena terkena paparan dari sinar UV secara terus menerus.

Ya dalam memelihara ikan koi ini memang harus memiliki kedalaman aquarium yang lebih. Selain itu juga aquarium perlu dilengkapi dengan pipa yang bertujuan untuk pasokan air bersih dalam akuarium. Tidak hanya itu, kamu juga butuh mempersiapkan saluran pembuangan dalam aquarium tersebut.

Dalam seleksi aquarium yang memiliki rangka besi kokoh serta nyaman dan ketebalan kaca buat menghindari aquarium rusak, terus menjadi tebal kaca aquarium hingga hendak terus menjadi baik buat digunakan.

Hendaknya lebih baik bila kamu memesan aquarium buat ikan koi ini pada pakar pembuat aquarium sehingga mutu aquarium lebih terjamin.

Langkah Budidaya Ikan Koi

Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan dalam melaksanakan budidaya ikan koi, silahkan simak penjelasan berikut ini.

Memilih Indukan Ikan Koi

Hal yang harus dilakukan supaya budidaya ikan koi bisa sukses merupakan metode memilah indukan yang bagus serta bermutu. Tentu dengan indukan yang berkualitas maka bibitnya juga ikut berkualitas dan bernilai tinggi.

Kriteria ikan koi yang berkualitas harus memenuhi syarat berikut ini:

  • Usia sudah lebih dari 2 Tahun
  • Warna sisik ikan cerah dan tidak jamuran.
  • Bentuk tubuhnya ideal dan tidak kurus.
  • Organ tubuh lengkap atau tidak cacat.
  • Pergerakan ikan agresif dan tidak terus terusan diam.

Bila kamu masih ragu dalam memilah indukannya, kamu dapat meminta bantuan orang yang telah berpengalaman dalam budidaya ikan koi buat memilihkannya yang mana umumnya harga ikan koi indukan lebih mahal daripada ikan koi biasa.

Membedakan Ikan Jantan dan Betina

Kemudian kamu juga harus tahu cara membedakan ikan koi jantan dan ikan koi betina. Dibawah ini beberapa hal yang bisa kamu perhatikan dalam membedakan gender:

Ikan Koi Jantan

  1. Bila kamu memijat anus miliki koi jantan akan mengeluarkan cairan putih yakni sperma koi tersebut. Hal ini juga memastikan bahwa ikan koi jantan tersebut sudah memiliki usia yang cukup.
  2. Raba- raba pipi, ya raba pipi ikan koi jantan bukan raba pipi orang hehe, ikan koi jantan ini memiliki kecenderungan lebih kasar ketimbang ikan koi betina, walah kok kayak orang aja ya. Tapi tidak semua jenis ikan koi jantan memiliki pipi yang kasar
  3. Kemudian bentuk tubuh ikan koi jantan lebih memanjang dan ramping jika dibandingkan dengan ikan koi betina.
  4. Untuk perut ikan koi jantan lebih padat ketimbang ikan koi betina, sixpack hehe.
  5. Bentuk dari sirip yang jantang yakni segitiga lancip.

Ikan Koi Betina

  1. Lain cerita jika kamu memencet anus ikan koi betina maka yang keluar kotoran.
  2. Kebalikannya ikan jantan yang mana pipi ikan koi betina lebih halus.
  3. Ikan koi betina punya bentuk tubuh yang lebih bulat daripada yang jantan, hal ini bisa dilihat sekilas badan ikan koi betina lebih besar ketimbang ikan jantan.
  4. Bagian dari perut ikan betina akan lebih lembek dibandingkan ikan koi jantan.
  5. Kemudian bagian sirip betina biasanya berbentuk seperti kipas membulat.
  6. Bagian sirip dan dada jika kamu raba terasa lebih halus dibandingkan koi jantan.

Persiapkan Kolam

Dalam mempersiapkan kolam untuk ikan koi haruslah diperhatikan dengan seksama, dimana proses pembudidayaan tidak perlu menggunakan kolam yang terlalu luas.

Umumnya dimensi kolam pemijahan dekat 3 x 6 m dengan kedalaman 60 centimeter serta ketinggian air 40 centimeter. Sehabis itu pula wajib dipersiapkan penyedot air juga filter buat melindungi keadaan air senantiasa bersih.

Setelah kolam telah siap, isilah dengan air sampai ketinggiannya 40 centimeter. Sehabis itu jangan langsung memasukan ikan ke dalamnya, diamkan sepanjang 24 jam.

Siapkan Ijuk buat tempat bersarangnya telur, tatalah ijuk serapi bisa jadi serta jepit dengan bambu kemudian taruh di samping kolam. Ataupun dapat pula memakai tumbuhan air bagaikan tempat telur ikan koi.

Proses Pemijahan Ikan

Kemudian proses selanjutnya adalah memasukan indukan ikan koi betina terlebih dahulu kedalam kolam. Proses pemijahan biasanya berlangsung di malam hari, maka masukan indukan betina pada sore hari.

Hal ini bisa membuat ikan betina bisa beradaptasi dengan lingkungannya dan meminimalisir ikan betina stres. Kemudian sekitar 2-3 jam barulah ikan indukan jantan masuk kedalam kolam pemijahan.

Kamu bisa mnemasukan indukan jantan sebanyak 3-5 ekor, dengan jumlah indukan jantan segitu akan meminimalisir kegagalam pembuahan telur yang telah dikeluarkan ikan betina.

Pemijahan biasanya dilangsungkan pada dini hari sampai pagi hari sebelum matahari terbit. Setelah sudah terjadi proses pemijahan maka segeralah angkat indukan dari kolam tersebut.

Hal ini bisa mengurangi resiko kematian telur ikan koi yang dimakan oleh indukan. Setelah itu biarkan telur tersebut hingga menetas.

Penetasan Larva Ikan

Ingat ijuk yang sudah kamu siapkan tadikan, telur-telur ikan koi tersebut akan menempel pada ijuk tersebut maka usahakan tetap terendam air supaya telur bsia hidup dan dapat menetas dengan baik.

Bisa juga kamu ganti ijuk dengan media tanaman tapi hendaknya diberikan pemberat agar tanaman bisa tetap terendam agar telur tidak kekurangan air dan tetap hidup.

Sekitar 2 hari telur-telur tersebut akan menetas, usahakan suhu air tetap pada suhu normal dan tidak terlalu dingin yang dapat menyebabkan telur menetasnya lama.

Setelah telur menetas semua maka angkat ijuk atau tanaman yang ada di dalam kolam tersebut, untuk larva yang baru menetas tidak perlu langsung diberikan makanan.

Hal ini dikarenakan larva memiliki cadangan makanan dari kuning telur ikan. Setelah 4 hari baru burayak atau larva ikan dikasih makanan.

Perawatan Burayak Ikan Koi

Dalam pemberian pakan burayak ikan koi yang berusia 4 hari adalah rebusan kuning telur. Jangan diberikan secara langsung usahakan lumatkan dulu di dalam air, oia jangan beri makan secara berlebihan karena bisa mengotori kolam.

Selain kuning telur juga bisa berikan pakan hidup seperti misalnya kutu air yang telah disaring tentunya dengan memberikan makanan hidup ini tidak akan mengotori air.

Apabila ikan sudah cukup besar maka bisa berikan kutu air yang tidak disaring, atau bisa juga di berikan artemia. Setelah usia ikan 3 minggu bisa pindahkan ikan ke kolam pembesaran.

Pembesaran Ikan

Dalam pembesaran ikan koi diperlukan kolam sendiri yang ukurannya harus lebih besar, ukuran kolam tergantung jumlah ikan yang akan dimasukan kedalam kolam pembesaran.

Biasanya ukuran kolam 3 x 4 meter dengan kedalaman 40 cm bisa menampung jumlah 250 sampai 300 ekor anak ikan koi.

Sehabis ikan dimasukan ke dalam kolam pembesaran, ikan koi telah dapat diberikan pelet tetapi yang ukurannya kecil dimensi 250 mikron.

Tiap satu ons pelet, dapat memadai santapan 1000 ikan koi. Pemberian pakan dicoba 2 kali dalam satu hari. Serta buat menolong pembuatan corak yang menawan, sesekali bagikan pakan natural, semacam cacing sutra serta artemia.

Barulah sehabis umur ikan tiba 3 bulanan, mulai bagikan pakan agresif cocok dengan takaran serta bagikan makan sampai ikan koi kenyang.

Pemisahan Ikan

Setelah itu diperlukan proses pemisahan ikan agar kamu bisa menentukan tingkat harga ikan, pemisahan ikan biasanya berdasarkan ukuran dan juga warna pada ikan.

Pada waktu pemisahan akan lebih baik bisa dilakukan pada ikan yang sudah berusia 3 bulan supaya tidak terjadi kesalahan pada saat pemilihannya.

Pisahkan ikan minimal di dalam 2 kolam yang mana 1 kolam untuk ikan yang besar dan warnnya yang bagus, kemudian yang satu lagi untuk ikan yang kecil dan warna yang kurang bagus. Pemilihan ini ditujukan agar kamu bisa lebih sukses dalam budidaya ikan koi ini.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk menambah tingkat kesuksesan dalam membudidaya ikan koi dengan baik dan benar, selamat bekerja dan semoga sukses ya!.

Budidaya Semangka Yang Mudah Dan Berbuah Lebat

Budidaya Semangka

Siapa yang nggak tahu buah semangka? Buah yang besar dengan kandungan air yang banyak membuat buah ini sangat cocok untuk dimakan pada siang hari.

Bercocok tanaman tumbuhan ini adalah hal yang bisa menjadi ide bisnis yang cukup menjanjikan. Masalahnya, buah semangka ini sangat banyak peminatnya dan juga sangat banyak jenisnya. Budidaya semangka non biji.

Jika ingin memulai budidaya semangka, ada yang perlu kamu tahu bahwa tumbuhan semangka membutuhkan banyak ruang, banyak sinar matahari, banyak air dan banyak nutrisi.

Tumbuhan semangka adalah jenis tanaman merambat yang merambat dengan liar, seperti semua tanaman dalam keluarga Cucurbita (misalnya squash, labu siam, dan mentimum).

Sebenarnya, budidaya semangka itu tidak terlalu sulit, semangka tidak terlalu sulit untuk tumbuh namun jangan terlalu meremehkan dalam budidaya tanaman semangka ini jika Kamu masih tahap awal dalam budidaya tanaman merambat ini.

Semangka akan tumbuh subur jika ditanam pada iklim yang sempurna, tanah yang sempurna, pengairan yang baik, dan juga pemberian nutrisi yang baik.

Jadi, walaupun tanaman ini seperti hanya tumbuhan merambat biasa, tapi demi menghasilkan buah yang berkualitas, perlu adanya perawatan yang ekstra.

Pada umumnya, semangka ini ditanam pada lahan persawahan yang luas, namun bagi Kamu yang punya pekarangan rumah yang cukup luas untuk budidaya tanaman semangka, maka budidaya semangka dalam polybag adalah solusi yang sangat tepat.

Budidaya Semangka Dalam Polybag

Salah satu teknik penanaman yang sangat banyak orang yang menggemarinya adalah dengan teknik menaman tumbuhan dalam polybag.

Polybag ini dipilih karena medianya yang mudah didapatkan dan juga dengan hasil yang maksimal. Biasanya teknik penanaman tumbuhan dalam polybag dilakukan untuk tumbuhan yang berbuah. Dengan budidaya semangka dalam polybag, kamu bisa lakukan sendiri dirumah.

Kamu yang ingin budidaya semangka dengan teknik penanaman dalam polybag tentunya akan sangat menyenangkan. Semangka ini biasanya sudah dapat dipanen 3 bulan setelah masa tanam.

Berkebun sendiri di pekarangan rumah tentu sangat menyenangkan, apalagi menghasilkan buah semangka yang besar dan bisa langsung dikonsumsi, jadi masih fresh.

Budidaya Semangka Pada Lahan Luas

Di daerah tropis sejati, musim kemarau adalah musim tumbuh semangka terbaik. Semangka tidak tahan dengan panas ekstrem atau dengan kondisi lembab dan basah di musim hujan/musim panas.

Penyakit jamur dan serangga akan segera menyerang tumbuhan semangka dan membuatnya mati. Iklim yang sejuk seperti di Indonesia adalah iklim yang sangat tepat untuk budidaya semangka.

Ada varietas semangka yang berbeda, jadi jika Kamu bertempat tinggal di dataran rendah, carilah varietas yang lebih cepat matang.

Tumbuhan semangka akan subur di bawah sinar matahari yang cukup, biarkan tumbuhan semangka ini terkena sinar matahari langsung.

Ada 3 jenis semangka yang bisa menjadi pilihan kamu untuk memulai bisnis jual beli semangka. Ada semangka inul, semangka kuning, dan juga semangka tanpa biji. Semua memiliki keunggulan masing-masing dan juga peminat masing-masing.

Budidaya Semangka Inul

Semangka inul adalah semangka pepaya hibrida dengan ukuran dan bentuknya lebih mirip dengan pepaya. Bentuk dari semangka inul ini oval dengan warna kulit hijau gelap, dan memiliki berat sekitar 2,5 sampai 3,5 kg.

Penampilannya yang unik tentunya mengundan penasaran banyak orang. Dalam budidayanya juga sangat unik, Kamu akan terlihat menanam pepaya tapi dengan buah yang muncul dari semak-semak seperti semangka.

Semangka ini diberi nama semangka inul karena ukurannya yang kecil dan berbentuk oval. Daging buahnya ada yang berwarna merah dan kuning dengan rasa yang manis. Tak heran kalau banyak sekali penggemar dari semangka inul ini.

Tanaman ini paling cocok untuk dipelihara di media gembur yang kaya akan bahan organik dan memiliki pH sekitar 6-6,7. budidaya semangka inul idealnya dilakukan di daerah pada ketinggian sekitar 100-300 m di atas permukaan laut. Jadi tidak terlalu masalah jika semangka inul ditanam pada pekarangan rumah, namun harus dengan media tanah yang gembur.

Budidaya Semangka Kuning

Sebagian besar dari kita sudah mengenal buah yang populer, semangka. Daging merah cerah dan biji hitam membuat makan manis, berair, dan mempunyai banyak biji, apakah kamu sudah tahu kalau ada semangka dengan daging buah dengan warna kuning?

Tapi apakah semangka kuning itu alami? Dengan lebih dari 1.200 varietas semangka yang ada di pasaran saat ini, dari tanpa biji hingga merah muda hingga hitam, seharusnya tidak mengherankan bahwa memang semangka dengan jenis daging kuning adalah semangka yang tumbuh alami tanpa adaya suntikan pewarna.

Daging kuning pada semangka mungkin mengejutkan karena bagian luarnya tidak terlihat berbeda dari varietas semangka merah.

Daging semangka menjadi kuning adalah mutasi alami. Sebenarnya, penggagas budidaya semangka dengan varietas ini berasal dari Afrika.

Buah ini memiliki rasa lebih manis, seperti madu dibandingkan dengan semangka dengan daging buah warna merah, tetapi memiliki nutrisi dan dan kandungan manfaat yang sama.

Buah semangka kuning sekarang banyak tersedia dan merupakan alternatif bagi kamu yang ingin melakukan budidaya semangka yang berbeda dari semangka tradisional dengan warna merah.

Budidaya Semangka Tanpa Biji

Semangka adalah makanan pokok musim panas, dan lebih umum kita melihatnya tersedia di pinggiran jalan saat mulai memasuki musim panas.

Semangka tanpa biji telah membuat hidup kita lebih mudah. Tentunya kamu tahu sendiri bahwa biji pada buah semangka sangatlah banyak yang biasanya sangat mengganggu saat memakannya. Dalam satu gigitan buah semangka saja mungkin kamu banyak mengeluarkan biji dari mulut Kamu.

Semangka tanpa biji ditemukan lebih dari 50 tahun yang lalu, dan mereka memiliki sedikit atau bahkan tanpa biji. Ketika kita mengatakan biji, kita berbicara tentang benih matang, yang hitam.

Seringkali, mantel biji putih di mana benih tidak sepenuhnya matang diasumsikan menjadi biji. Tapi ini bukan masalahnya! Biji ini memang masih aman jika tertelan, jadi Kamu jangan khawatir karena tidak ada semangka yang tumbuh di perut Kamu.

Budidaya Semangka Dengan Buah Lebat Dan Berkualitas

Sebelum memulai budidaya semangka, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pH tanah, ketinggian lahan tanam, iklim, jarak tanam adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. pH Tanah dan Jenis Tanah

Tanah yang sangat tepat dalam budidaya semangka adalah tanah dengan unsur organik dan unsur hara yang tinggi, gembur, dan tentunya bersih dari gulma. Pastikan lahan yang akan ditanami semangka ini memiliki pH yang normal yaitu 6-7. Penaburan dolomite atau kapur pertanian adalah hal yang bisa dilakukan jika pH tanah dibawah 6.

  1. Ketinggian Lahan

Maksud dari ketinggian lahan disini adalah tinggi dataran dari permukaan laut. Dalam budidaya semangka, semangka bisa ditanam mulai dari 0-1000 meter diatas permukaan laut. Namun, setiap permukaan memiliki varietas semangka yang cocok. Jadi, pastikan Kamu memilih jenis semangka yang cocok sesuai dengan tempat Kamu menanam semangka.

  1. Iklim dan Suhu

Semangka sangat cocok tumbuh pada kelembaban udara yang rendah dengan curah hujan 40-50 mm perbulan dengan suhu rata-rata 25°C pada siang hari.

  1. Jarak Tanam

Jarak tanam masing-masing benih semangka tentunya menjadikan tanaman semangka akan bisa tumbuh dengan bebas dan juga mendapatkan asupan cahaya yang cukup tanpa terhalang dengan tanaman semangka yang lainnya. Ada dua cara untuk menentukan jarak tanam semangka.

  1. Sistem tunggal yaitu menggunakan jarak tanam ideal sekitar 90-100 cm x 3 m.
  2. Sistem ganda yaitu menggunakan jarak tanam 90-100 cm x 6-7 m.

Mempersiapkan Benih

Kamu bisa membeli benih semangka di berbagai toko pertanian dan lebih bagusnya lagi di petani yang sudah paham betul tentang budidaya tanaman semangka.

Setelah kamu mendapatkan benihnya, jangan langsung kamu tanam, ada berbagai hal yang perlu kamu lakukan.

Perendaman dengan menggunakan pupuk organik cair bisa membuat benih mudah berkecambah dan tumbuh dengan bagus.

Caranya adalah dengan merendam benih semangka ke dalam pupuk organik cair selama 4-5 jam. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran.

Setelah 2-3 hari benih semangka akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Penyemaian

Langkah ini dilakukan untuk benih semangka ini dapat tumbuh dengan maksimal. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam penyemaian benih semangka.

  • Membersihkan tanah dari hama pengganggu
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan jumlah secukupnya
  • Benih semangka lalu ditanam ke dalam lubang tanah sedalam 3-5cm
  • Siram dengan air bersih secara rutin, namun jangan terlalu banyak

Pengolahan Lahan

Lakukan pembajakan pada tanah, selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang nantinya akan ditanami bibit semangka yang sudah siap tanam. Lakukan juga penyemprotan pupuk dan suplemen organik cair agar tanah menjadi gembur.

Menanam Semangka

Setelah benih tersebut menjadi bibit berumur 7-10 hari maka bibit semangka siap untuk ditanam pada lahan tanam. Tanam benih semangka pada lubang yang cukup.

Apabila saat proses pemindahan benih ke lahan tanam ini ada yang mati, sebaiknya dilakukan penyulaman dengan menanam bibit baru.

Pemupukan Tanaman Semangka

Lakukan pemupukan pada tanaman semangka dengan menggunakan pupuk organik dengan selang waktu 1 minggu sekali. Bisa juga dilakukan penyemprotan dengan bubuk organik cair agar pertumbuhan buah semangka ini menjadi lebih cepat.

Pemeliharaan Tumbuhan Semangka

Dalam budidaya semangka, tentunya harus dilakukan pemeliharaan agar semangka bisa tumbuh dengan optimal dan bisa menghasilkan semangka dengan harga jual yang tinggi.

Penyiraman Tanaman Semangka

Penyiraman pada tanaman semangka ini dilakukan setiap 3 hari sekali atau disesuaikan saja dengan kondisi cuaca atau lingkungan dimana kamu menanam.

Yang perlu kamu perhatikan, saat semangka dalam proses pembentukan bunga, jangan lakukan penyiraman. Lanjutkan penyiraman setelah semangka mulai terbentuk.

Pemangkasan Cabang

Pemangkasan cabang dilakukan karena semangka ini tumbuh merambat dengan tidak teratur, maka pemangkasan cabang dilakukan agar antara tanaman semangka satu dan lainnya tidak mengganggu.

Tunas samping yang baru tumbuh juga dipangkas, kemudian tiga cabang samping yang dipelihara. Hal ini dilakukan agar penyerapan nutrisi pada semangka terfokus pada beberapa cabang utama.

Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan agar tanaman semangka tidak terganggu tumbuh kembangnya dengan tanaman liar yang ada di sekitarnya.

Pengendalian Hama

Lakukanlah pengamatan pada lahan semangka Kamu, pastikan tidak ada hama yang mengganggu semangka yang nantinya malah membuat tumbuhan semangka terkena penyakit.

Kendalikan dengan insektisida dam fungisida agar semangka dapat tumbuh dengan baik.

Panen Semangka

Inilah yang dinanti-nantikan, yaitu panen semangka. Semangka akan siap untuk dipanen setelah 60-70 hari setelah masa tanam, namun itu juga tergantung pada varietasnya.

Ciri-ciri dari buah semangka yang sudah siap panen adalah warna kulit buah semangka telah memudar dan sulur pangkal tangkai buah telah mengering. Buah semangka sebaiknya ditaman saat cuaca sedang cerah.

Itulah cara budidaya semangka agar bisa menghasilkan semangka yang berkualitas dan dengan harga jual yang tinggi. Selama Kamu melakukannya dengan telaten, bukan tidak mungkin kamu bisa menghasilkan semangka dengan bobot yang lebih berat ketimbang semangka yang ditanam hanya asal tanam saja tanpa adanya perawatan yang optimal.