Category Archives: Pertanian

Cara Budidaya Rumput Laut Yang Mudah Dan Hasil Berlimpah

budidaya rumput laut

“Rumput Laut” adalah nama umum untuk spesies tanaman laut dan ganggang yang tak terhitung jumlahnya yang tumbuh di laut serta di sungai, danau, dan badan air lainnya.

Rumput laut ini hidup pada perariran asin dan juga tawar. Namun, selama ini tentunya Kamu lebih familiar dengan rumput laut yang hidup di air asin bukan? Rumput laut merupakan tanaman yang sangat tahan akan penyakit.

Sebagian besar tanaman tidak dapat hidup di air asin, karena air menenggelamkan akarnya dan garam meracuni sistem tanaman tersebut.

Namun, rumput laut adalah sebuah tanaman pengecualian, tidak menggunakan sistem yang dapat terendam air.

Batangnya tebal dan karet yang melindunginya dari air laut yang korosif, dan menggunakan versi akar dan daun yang disederhanakan untuk menahannya di tempat dan menyerap sinar matahari.

Jenis rumput laut yang lebih rumit bahkan memiliki kantung khusus yang memungkinkannya mengapung.

Rumput laut dapat bertahan hidup di banyak lingkungan air yang berbeda tetapi hampir selalu membutuhkan beberapa jenis permukaan padat untuk tumbuh.

Organisme ini menumbuhkan struktur khusus yang disebut pegangan tahan yang membuatnya menjadi batuan atau tanah, dan menyerap nutrisi yang diperlukan dari air di sekitarnya.

Beberapa jenis rumput laut dapat tumbuh hingga ratusan kaki untuk mencapai di dekat permukaan air, di mana mereka dapat menerima sinar matahari yang dibutuhkan.

Budidaya Rumput Laut Prospek Bisnis Menjanjikan

Budidaya rumput laut adalah salah satu prospek bisnis yang menjanjikan. Masalahnya, ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari rumput laut.

Rumput laut tertentu dapat dimakan dan digunakan dalam hidangan yang berbeda, tetapi ganggang merah dipanen dalam jumlah besar untuk menghasilkan gelatin sayur yang digunakan dalam sejumlah besar makanan dan produk kosmetik.

Beberapa rumput laut yang lebih besar juga digunakan untuk membuat pupuk, obat-obatan dan bahan kimia makanan.

Sebelum memulai berbisnis rumput laut, ada baiknya memahami lokasi budidaya rumput laut. Lokasi budidaya rumput laut ini ada 2 macam, yaitu alami dan di tambak buatan. Masing-masing tentunya memiliki varietas tersendiri dalam penanaman rumput laut.

Budidaya Rumput Laut Alami

Dalam budidaya rumput laut alami, terkadang para petani rumut laut melakukannya pada laut langsung dengan jarak beberapa meter dari pinggir pantai.

Namun, dengan mengandalkan alam, tentunya ini merupakan resiko yang besar. Tak jarang petani merugi jika air laut pasang dan kadar garam pada air laut tinggi.

Tambak alami adalah salah satu solusi yang lebih efektif. Tambak alami memiliki jarak 300-1000 meter dari batas laut. Ini dipilih karena pada jarak tersebut, tanah masih berupa pasir laut.

Namun, pemilihan lokasi yang terlalu dekat dengan batas laut bukan hal yang bagus. Pasalnya, dapat menumbulkan salinitas air yang terlalu tinggi pada beberapa jenis rumput laut, sehingga dapat menghambat tumbuh kembang dari rumput laut. Contoh jenis rumput laut yang cocok untuk lokasi budidaya rumput laut ini adalah eucheuma cottonii.

Budidaya Rumput Laut Eucheuma Cottonii

Salah satu spesies rumput laut sangat terkenal di Sulawesi, Jawa, Maluku, Madura, dan diberbagai wilayah di Indonesia adalah Eucheuma Cottonii.

Di Sulawesi, Eucheuma telah diternakkan sekarang selama beberapa tahun oleh penduduk desa pesisir. Beberapa dari mereka telah berhasil dan sekarang ini menekuni budidaya rumput laut  eucheuma sebagai sumber pendapatan utama mereka.

Rumput laut eucheuma dapat tumbuh dalam berbagai warna. Kamu dapat menemukannya dengan warna hijau atau coklat. Meskipun warnanya berbeda, tanaman ini memberikan produk akhir yang sama.

Rumput laut eucheuma tidak memiliki akar tetapi beberapa cabangnya dapat menempel pada karang dan tumbuh. Meskipun rumput laut tumbuh ke segala arah, sebagian besar cabangnya tumbuh menuju permukaan laut. Cabang-cabang dapat tumbuh dalam berbagai bentuk tergantung di mana rumput laut ditanam.

Budidaya Rumput Laut Di Tambak Buatan

Tambak buatan adalah solusi dimana Kamu yang menginginkan budidaya rumput laut namun dengan tambak yang agak jauh dari batas air laut, maka ini adalah hal yang sangat bagus.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut dengan tambak buatan ini.

  1. Sesuaikan kedalaman air dengan kegiatan budidaya rumput laut.
  2. Periksa lokasi terlebih dahulu sebelum membuat tambak, apakah terpapar oleh polusi berupa limbah atau polusi tanah dan air lainnya yang nantinya dapat mengganggu proses budidaya.
  3. Gunakan air yang tidak terlalu keruh. Ini bertujuan agar sinar matahari bisa masuk ke dalam air agar rumput laut bisa melakukan
  4. Perhatikan sirkulasi airnya. Lokasi yang dipilih lebih baik dengan adanya saluran keluar dan masuk air.

Salah satu jenis dari rumput laut yang bagus dibudidayakan pada tambak buatan adalah alga merah atau Gracilaria Verrucosa.

Budidaya Rumput Laut Gracilaria Verrucosa

Alga merah atau gracilaria verrucosa banyak digunakan di beberapa bidang, termasuk makanan, pakan, dan sudut pandang industri.

Analisis kimia menunjukkan bahwa alga merah mengandung senyawa terpenoid, asetogenik, dan aromatik, yang memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti anti-mikroba, anti-inflamasi, dan anti-virus.

Rumput laut ini tumbuh subur di Sulawesi Selatan. Masyarakat sana membudidayakan alga merah ini sebagai penghasilan sehari-hari karena keuntungan yang dihasilkan dari budidaya rumput laut ini sangatlah menguntungkan.

Ini adalah salah satu rumput laut tawar yang bisa hidup dengan baik. Namun, jika ingin membudidayakannya pada tambak buatan, kebutuhan nutrisinya harus dicukupi.

Metode Budidaya Rumput Laut

Ada berbagai metode budidaya rumput laut yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut. Metode-metode ini berdasarkan posisi tanaman terhadap dasar perairan.

Berbagai metode tersebut yaitu: metode lepas dasar, metode rakit apung, metode long line, dan metode jalur. Metode ini sudah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan.

Yang harus diingat, metode tersebut disesuaikan dengan kondisi perairan dimana nantinya Kamu melakukan budidaya rumput laut.

Metode Lepas Dasar

Metode ini dilakukan pada perairan yang berpasir atau yang bercampur dengan lumpur. Metode ini dilakukan karena dengan dasar pasir lumpur, maka akan mudah dalam menancapkan patok/pacang.

Penanaman dengan sistem ini dijalankan dengan sistem merentangkan tali ris yang telah berisi ikatan tanaman pada tali ris utama dan posisi tanaman budidaya berada sekitar 30 cm di atas dasar perairan (perkirakan pada saat surut terendah masih tetap terendam air).

Patok terbuat dari kayu yang berdiameter sekitar 5 cm sepanjang 1 m dan runcing pada salah satu ujungnya.

Jarak antara patok untuk merentangkan tali ris sekitar 2,5 m. Setiap patok yang berderet dikaitkan dengan tali ris polyethylen (PE) berdiameter 8 mm.

Jarak antara tali jangka sekitar 20 – 25 cm. Dengan demikian untuk budidaya rumput laut dengan menerapkan sistem lepas dasar berukuran (50 x 10) m2

Metode Rakit Apung

Metode rakit apung adalah cara budidaya rumput laut dengan menerapkan rakit yang terbuat dari bambu/kayu. Sistem ini pantas dipakai pada perairan berkaranq dimana pergerakan airnya didominasi oleh ombak.

Penanaman dijalankan dengan menerapkan rakit dari bambu/kayu. Ukuran tiap rakit amat bervariasi tergantung pada ketersediaan material.

Untuk menahan agar rakit tak hanyut terbawa oleh arus, dipakai jangkar (patok) dengan tali PE yang berukuran 10 mm sebagai penahannya.

Untuk menghemat areal dan mempermudah pemeliharaan, beberapa rakit dapat digabung menjadi satu dan tiap rakit diberi jarak sekitar 1 meter. Bibit 50 -100 gr diikatkan di tali plastik berjarak 20-25 cm pada tiap titiknya.

Pertumbuhan tanaman yang menerapkan cara apung ini, lazimnya lebih bagus ketimbang cara lepas dasar, sebab pergerakan air dan intensitas cahaya cukup memadai bagi pertumbuhan rumput laut.

Sistem apung mempunyai keuntungan lain adalah pemeliharaannya gampang dijalankan, terbebas tanaman dari gangguan bulu babi dan binatang laut lain, berkurangnya tanaman yang hanyut sebab lepasnya cabang-cabang, serta pengendapan pada tanaman lebih sedikit.

Kerugian dari cara ini adalah biaya lebih mahal dan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan sarana budidayanya relatif lebih lama.

Metode Long Line

Metode long line merupakan metode budidaya rumput laut dengan menggunakan tali panjang yang dibentangkan. Cara budidaya ini banyak diminati oleh masyarakat karena alat dan bahan yang diaplikasikan lebih awet, dan mudah untuk diperoleh. Banyak petani rumput laut pesisisr pantai yang menggunakan metode ini.

Teknik budidaya rumput laut dengan metode ini menggunakan tali sepanjang 50-100 meter yang pada kedua ujungnya diberikan jangkar dan pelampung besar, tiap-tiap 25 meter diberikan pelampung utama yang terbuat dari drum plastik atau styrofoam. Pada tiap-tiap jarak 5 meter diberikan pelampung berupa potongan styrofoam/karet sandal atau botol aqua bekas 500 ml.

Metode Jalur

Cara budidaya rumput laut di masing-masing tempat berkembang sesuai dengan budaya dan kondisi lokasi perairan di wilayah hal yang demikian.

Dari ketiga sistem budidaya adalah lepas dasar, rakit apung dan longline sudah berkembang di masyarakat beberapa sistem baru, salah satunya adalah metoda jalur.

Cara ini adalah kombinasi antara sistem rakit dan sistem long line. Dengan kombinasi ini, tentunya membuat rumput laut jadi tumbuh dengan bagus.

Budidaya Rumput Laut Di Air Tawar

Setelah mengehtahui lahan dan juga metode dalam budidaya rumput laut, selanjutnya adalah penanaman rumput laut. Namun, dengan budidaya rumput laut yang dilakukan di laut gampang membuat rumput laut hanyut, maka ini adalah penanaman rumput laut di air tawar.

Persiapan Lahan

Keluarkan semua air dari tambak dan mulai bajak tambak dan dicangkul. Pastikan dasar tambak tidak memiliki kondisi tanah yang keras.

Ketebalan tambak juga dipastikan 10-15 cm, lalu diamkan 3 hari. Bersihkan juga tambak dari berbagai gulma, sampah, dan juga bangkai binatang.

Penebaran Rumput Laut

Jika tambak sudah kering, masukkan air hingga kedalaman sekitar 10 cm dan tebarkan bibit secara merata pada sore haru. Pastikan untuk penebaran bibit jangan terlalu rapat. Setelah itu tambak baru diisi dengan air dengan ketinggian sekitar 50 cm.

Perawatan Rumput Laut

  • Pergantian air pada tambak seminggu sekali merupakan hal yang bagus untuk rumput laut melakukan fotosintesis agar memperbarui unsur hara dalam tambak.
  • Di masa awal penanaman, kedalaman semestinya terus dipertahankan. Rumput laut yang sudah berumur 3 pekan dapat ditambahkan kedalamannya hingga 70 cm.
  • Di pekan penanaman kedua, sebaiknya Kamu amati progres pertumbuhannya, jika terlihat petunjuk kurang subur maka dilakukan pemupukan dengan menggunakan urea dan natrium.
  • Tanaman yang sudah berkembang lalu dilakukan pemecahan rumput laut untuk terus dapat disebarkan ke tambak yang masih jarang.
  • Rumput laut di rawat dengan sistem di bersihkan dari tanaman lain dan juga sampah.
  • Bersihkan tambak dari binatang yang dapat menjadi predator rumput laut seperti, mujair, keong, sumpil, kerang, marah-marah dan lain-lain.
  • Tambak semestinya selalu di control kadar garam yang cocok dengan keperluan ragam rumput laut.

Pemecahan Dan Pemanenan Rumput Laut

  • Perhatikan rumput laut yang Kamu tanam, pilih rumput laut yang punya daya tumbuh yang sangat cepat, pecah jadi 3 sampai 4 bagian.
  • Hasil pemecahan tadi bisa ditanam pada bagian yang kosong atau pada tambak yang baru.
  • Rumput laut akan siap panen setelah 7 minggu sampai 8 minggu.

***

Itu adalah cara budidaya rumput laut di air tawar. Dengan perawatan yang telaten, maka bukannya tidak mungkin Kamu bisa menghasilkan rumput laut yang melimpah dan dengan harga jual yang tinggi.

Cara Sukses Budidaya Anggrek, Si Bunga Cantik Nan Langka

budidaya anggrek

Cara budidaya anggrek yang benar sebenarnya tidaklah terlalu sulit dilakukan karena cara penanamannya juga tidak serumit yang dibayangkan walaupun tanaman ini termasuk tanaman yang langka.

Cara perawatannya tanaman anggrek ini juga tergolong murah loh, namun dengan budidaya anggrek yang tepat dan benar sekaligus melakukan perawatan yang rutin dilakukan maka anggrek bisa tumbuh dengan baik.

Ada beberapa cara memelihara tanaman cantik ini secara alami atau menggunakan teknik khusus sekalipun. Bagi kamu yang penasaran mungkin bisa membaca artikel ini sampai selesai ya.

Anggrek merupakan salah satu tanaman bunga yang tumbuh dan muncul dengan warna yang indah, menawan, dan menarik untuk dilihat.

Bunga yang cantik dengan warna yang beraneka ragam sesuai jenisnya sangat digemari oleh para pecinta bunga hingga orang awam sekalipun.

Buat kamu yang suka sekali menanam bunga maka budidaya anggrek ini juga bisa menjadi salah satu hobi baru kamu loh.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali orang yang membudidaya bunga ini yang mana spesiesnya bisa mencapai 3.500 spesies baik itu yang dihasilkan secara alami maupun dengan cara persilangan.

Budidaya Anggrek Bulan

Untuk para pecinta bunga anggrek tentu sudah familiar sekali dengan yang namanya anggrek bulan ini. Ya tanaman yang hidup dengan cara menempel ke tanaman lain ini dapat mengeluarkan bunga yang cantik disaat mekar.

Bunga anggrek bulan memiliki warna dominan putih dan warna lain yang sangat menarik. Untuk budidaya anggrek bulan agar bunganya bermekaran dari tangkai-tangkai bunganya maka anggrek ini harus diperlakukan dengan baik dan benar. Selain itu saking cantiknya bunga ini menjadi simbol bunga nasional Indonesia.

Budidaya Anggrek Dendrobium

Salah satu bunga anggrek yang sering di budidaya adalah bunga anggrek Dendrobium. Hal ini mungkin dikarenakan bunga ini mudah dalam perawatannya.

Umumnya bunga cantik ini dibagi menjadi 2 jenis yakni Epiphyt dan bunga anggrek jenis Terrestris atau yang juga disebut dengan anggrek tanah.

Pada jenis anggrek Epiphyt ini tumbuh dengan cara menempel sebagai parasit pada tanaman-tanaman lain, tapi bunga ini adalah parasit yang baik yakni hanya menumpang saja dan tidak mengganggu tumbuh kembang tanaman lainnya.

Syarat Lokasi Pertumbuhan Anggrek

Sebelum melakukan proses penanaman dalam budidaya anggrek kamu harus perlu tahu lokasi mana yang tepat untuk memelihara anggrek ini agar dapat tumbuh dengan cepat dan alami, sehingga tidak sembarangan kamu meletakan anggrek ini yang malah membuatnya sulit untuk berkembang.

Dalam pemilihan lokasi untuk menanam anggrek sebaiknya memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup karena sangat berpengaruh sekali dengan proses pertumbuhan anggrek itu sendiri. Kamu juga harus menyesuaikan jenis anggrek tertentu dengan pencahayaan sinar mataharinya karena setiap varian anggrek membutuhkan tingkat intensitas cahaya yang berbeda-beda.

Yang pertama tanaman anggrek yang membutuhkan intensitas cahaya langsung seperti anggrek arachnis, anggrek vanda, dan anggrek renanthera.

Kedua jenis anggrek yang tidak terkena sinar matahari langsung seperti anggrek dendronium atau yang disebut dengan anggrek cattleya dan anggrek ancedium.

Dan yang ketiga tanaman anggrek yang tidak terlalu suka dengan sinar matahari yakni jenis anggrek phalaenopsis dan anggrek paphiopedilum.

Memperhatikan Ketinggian Lokasi

Dalam budidaya anggrek ternyata ketinggian lokasi juga mempengaruhi tumbuh kembang tanaman anggrek ini loh. Yang mana anggrek akan lebih sempurna tumbuh yakni dengan menanamnya di lokasi ketinggian tertentu sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Ada 3 jenis tanaman anggrek yang bisa dijadikan referensi dalam pemilihan ketinggian lokasi.

Yang pertama sekitar 1001 m dpl, cocok untuk jenig anggrek miltonia dan anggrek cymbidium.

Kemudian yang kedua yakni lokasi dengan ketinggian 500 – 1000 m dpl maka akan lebih cocok jika Anda menanam jenis anggrek oncidium atau anggrek cattleya dan anggrek dendrobium.

Ketiga lokasi dengan ketinggian 500 m dpl, cocok untuk jenis anggrek arachnis dan anggrek vanda.

Selain memperhatikan ketinggian lokasi tanam, kamu juga harus mempertimbangkan sirkulasi udara untuk tanaman anggrek tersebut. Yang mana bisa Anda pilih lokasi dengan sirkulasi udara yang lancar atau sepoi-sepoi.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kelembaban udaranya, yang mana sangat berpengaruh sekali dengan pertumbuhan anggreknya. Setelah semua persyaratan sudah terpenuhi maka proses selanjutnya yakni pemilihan bibit anggrek yang baik dan benar.

Proses Pembibitan Anggrek

Dalam budidaya anggrek proses selanjutnya adalah pemilihan bibit bunga yang berkualitas terbaik. Dalam pemilihan bibit sebaiknya pilihlah jenis bibit yang berusia sudah lebih dari 1 tahun yang mana memiliki banyak akar.

Pertama kamu bisa menanam bibit di dalam plastik selama 3 bulan. Setalah 3 bulan maka kamu dapat memindahkannya ke dalam pot kecil berukuran diameter 6 – 12 cm. kemudian berilah pupuk organik ketika proses pembibitan dalam proses pembibitan agar tumbuh kembangnya lebih maksimal.

Jika sudah mencapai 3 bulan maka kamu dapat memindahkan bibit anggrek pada wadah pot yang lebih besar. Jika anggrek yang tumbuh sempurna akan memiliki warna bunga yang lebih cerah dan indah.

Tips Agar Anggrek Tumbuh Dengan Sempurna

Memperhatikan Akar Pada Bunga Anggrek

Jika tanaman anggrek sudah berumur sekitar 3 bulan maka bagian akarnya akan mulai tumbuh hingga kadang-kadang akar bunga anggrek ini bisa keluar dari media tanah tersebut.

Apabila akar keluar dari tanah maka kamu pasti langsung memasukan akarnya kembali ketanah, padahal hal ini adalah SALAH karena dapat membuat pertumbuhan anggrek akan terganggu.

Hal yang BENAR dilakukan adalah dengan cara memindahkannya ke tempat atau pot yang lebih besar.

Memperhatikan Batang Bunga Anggrek

Ada sebagian dari bunga anggrek yang memiliki batang yang tinggi sehingga mudah roboh. Hal ini bisa kamu cegah dengan cara memberikan tiang penyangga pada batangnya menggunakan kayu, bambu, dan lain sebagainya agar bunga tetap tegak dan tumbuh dengan baik.

Memperhatikan Suhu

Tanaman bunga anggrek ini akan tumbuh dengan baik dan sempurna apabila kamu letakan di lokasi dengan suhu antara 14 derajat celcius – 36 derajat celcius.

Kamu harus jaga tingkat suhu derajat ini agar anggrek dapat memiliki bunga yang indah dan lebih dari anggrek yang normalnya tumbuh. Seperti halnya untung-untungan apabila tanaman anggrek kamu bisa lebih indah daripada bibit awalnya.

Cara Pemindahan Anggrek Yang Tepat

Ya dalam budidaya anggrek ini juga perlu di lakukannya pemindahan agar tanaman anggrek bisa tumbuh dengan maksimal.

Disarankan kamu tidak memindahkannya sembarangan, sebelum kamu mencabut bibit anggrek maka persiapkan pot yang baru terlebih dahulu.

Perhatikan posisi tanaman anggrek di dalam pot yang baru usahakan letakan dengan sempurna tidak miring. Setelah itu berikan tambahan media tanam pada pot yang baru juga bercampur dengan media tanam yang lama. Salah satu media tanam yang bisa kamu tambahkan aalah pakis cincang.

Setelah penjelasan diatas maka jelas buat kamu yakni menentukan lokasi tanam, menyediakan media tanam, hingga memperhatikan tumbuh kembang anggrek agar tumbuh dengan sempurna.

Selanjutnya adalah proses penanaman anggrek di dalam botol, proses ini dilakukan setelah dilakukannya pembibitan.

Proses Menanam Anggrek Dengan Botol

Dalam proses budidaya anggrek menggunakan media botol, bila kamu melakukan pembibitan dengan baik dan benar seperti diawal tadi maka kamu bisa mendapatkan bibit yang sehat dan baik. Selanjutnya kamu bisa melakukan pensterilan bibit sebelum di sebar.

Caranya yakni buatlah larutan dengan komposisi air sebanyak 100 cc dan kaporit sebanyak 10 gram. Setelah itu kamu bisa saring lauran tersebut dengan kertas filter.

Kemudian kamu letakan biji bunga anggrek tersebut kedalam larutan dan botol dapat dikocok sampai warna biji anggrek berubah dari kuning menjadi hijau.

Waktu yang digunakan adalah 10 menit dan jika sudah maka kamu bisa membuat air kaporit lalu menggantinya dengan menggunakan aquades dan lakukan dikocok kembali sebanyak 3 kali secara berulang.

Jika sudah benar kamu lakukan sesuai dengan metode budidaya anggrek yang tadi maka kamu bisa mensterilkan botolnya dan juga bibitnya.

Cara mensterilkannya yakni dengan memanaskan bagian leher botol yang dicampur dengan spirtus agar kuman pada botol bisa langsung hilang.

Setelah itu kamu bisa masukan bibit dengan menggunakan pipet atau capitan lainnya kedalam botol. Kemudian sterilkan lagi dan tutup rapat botolnya. Jika sudah maka tahap selanjutnya adalah penanaman.

Jika penyemaian bibit sudah selesai maka kamu bisa menyiapkan botol dengan ukuran lebih besar, bisa juga pakai botol bekas air mineral yang bening biar bisa mudah dalam mengawasinya.

Kemudian kamu tutup bagian ujungnya dengan kapas yang diikat dan digulung. Hal ini dilakukan agar botol tidak terkena bakteri dan jamur, maka selanjutnya kamu siapkan lemari kaca yang sudah disemprot dengan alkohol dan juga spirtus guna menghilangkan dan mencegah jamur.

Berikut ini adalah perlengkapan media tanam yang kamu butuhkan :

  • Aquades 1000 cc
  • Agar agar 17,5 gram
  • FeSO4 4 H2O 0,25 gram
  • Ca (NO3) 2H2O 1 gram
  • Saccharose 20 gram
  • KH2PO4 0,25 gram
  • MgSD27H2D 0,25 gram
  • (NH4) 2SO4 0,25 gram
  • MnSO4 0,0075 gram

Media tanam tersebut sebaiknya kamu cuci bersih sebelum menggunakannya ya. Apabila sudah kamu pindah bibitnya kebotol tadi maka biarkan anggrek ini berkembang.

Setelah anggrek sudah tumbuh dengan baik maka bisa kamu pindahkan ke tempat yang lebih besar yakni di dalam pot agar lebih cepat tumbuh.

Adapun tips bagi kamu yang masih pemula jika kamu masih ragu untuk mencoba budidaya anggrek ini, sebaiknya kamu memulainya dengan jenis anggrek yang mudah untuk ditanam seperti misalnya anggrek bulan.

Kamu bisa menanamnya di halaman atau disekitar rumah kamu dulu apabila sudah mengerti dan berhasil tumbuh maka kamu bisa menggunakan jenis anggrek lainnya.

***

Demikianlah beberapa hal yang bisa kamu contoh tentang cara budidaya anggrek yang baik dan benar. Bunga anggrek ini cocok untuk menghiasi luar rumah dan juga dalam rumah loh maka sebaiknya kamu memnggunakan teknik khusus atau langsung menanamnya di dalam pot sesuai dengan keinginan kamu.

Tentunya artikel ini hanya sebagai referensi saja bagi kamu yang masih pemula dan ingin mendapatkan panduan awal kamu untuk lebih baik dalam menanam bunga yang cantik nan langka ini, semoga sukses !.

Budidaya Porang Agar Hasil Melimpah Kualitas Istimewa, Begini Caranya !!!

budidaya porang

Porang, adalah sejenis umbi-umbian yang saat ini sedang banyak dicari oleh banyak orang karena berbagai manfaatnya yang sangat banyak.

Porang mengandung zat Glucomanan yang mempunyai manfaat di sector ekonomi bahkan di kesehatan. Porang bisa dimanfaatkan sebagai lem alami dan juga salah satu bahan baku pembuatan badan dari pesawat terbang.

Tentu ini adalah prospek bisnis yang cukup menjanjikan.

Porang atau dalam Bahasa latin Amorphopallus muelleri merupakan tanaman herbal yang tumbuh sampai ketinggian 1,5 meter dengan tangkai tunggal dan mempunyai corak belang putih dan hijau pada batangnya.

Tentunya, dengan banyaknya orang yang mencari porang, maka budidaya porang adalah salah satu hal yang menjanjikan. Ada banyak orang yang mulai melirik bisnis perkebunan ini.

Disini, saya akan membagikan tips bagaimana cara budidaya porang yang baik dan benar.

Sehingga menjadikan porang yang Anda budidayakan mendapatkan hasil yang maksimal dan mendapatkan harga jual yang tinggi

Karena porang yang Kamu budidayakan menghasilkan porang yang berkualitas dengan hasil yang banyak dalam waktu yang cepat. Dan juga Saya akan membagikan cara budidaya porang di polybag dan di lahan terbuka.

Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Dengan adanya permintaan yang banyak terhadap porang, maka budidaya porang yang baik dan bisa menghasilkan porang dalam waktu yang cepat adalah hal yang wajib Kamu ketahui. Ada beberapa hal yang penting dalam menanam porang.

Syarat Tumbuh Porang

Pada dasarnya, tanaman porang adalah tanaman yang mudah berkembang dan bisa tumbuh dimana saja asalkan ada tanaman penyangga dengan iklim yang tropis, salah satunya adalah di Indonesia.

  • Iklim

Porang akan tumbuh subur pada iklim tropis dengan intensitas cahaya 60-70% dengan ketinggian 0-700 mdpl. Namun, jika Kamu ingin porang dengan kualitas yang bagus, usahakan budidaya porang dilakukan pada ketinggian 100-600 mdpl.

  • Tanah

Tanah yang akan digunakan untuk budidaya porang haruslah tanah yang gembur dan hindari tanah yang becek. Selain itu, tanah yang memiliki tekstur lempung yang berpasir adalah tekstur yang bagus, asalkan Kamu harus bersihkan dulu dari berbagai hama dan alang-alang yang nantinya bisa mengganggu tumbuh kembang tanaman porang. Jika bisa, derajat keasaman yang bagus untuk tanah menanam porang antara 6-7 pH.

  • Lingkungan

Porang memerlukan tanaman penyangga atau naungan yang bagus. Naungan yang bagus untuk budidaya porang adalah pohon jati, mahoni, atau sono. Tingkat kerapatan penyangga usahakan antara 40-60%, semakin rapat semakin baik, asalkan tidak sampai porang tidak terkena cahaya matahari sama sekali.

Mempersiapkan Lahan

Ada 2 tipe lahan yang bisa Kamu manfaatkan dalam budidaya porang:

  1. Lahan Datar

Seandainya Kamu mempunyai lahan datar, hal yang pertama kali harus Kamu lakukan adalah dengan membersihkan lahan tersebut dari semak-semak liar atau gulma. Kemudian buatlah guludan dengan lebar kurang lebih 50 cm dengan tinggi 25 cm dengan panjang bisa disesuaikan dengan lahan yang ada.

  1. Lahan Miring

Untuk lahan miring, konsisten untuk pembersihan lahan itu perlu, tapi tak perlu diolah. Tinggal buat saja lubang tempat untuk ruang tumbuhnya bibit porang yang nantinya dilakukan pada ketika tahap penananaman.

Mempersiapkan Bibit

Berikutnya ialah persiapan bibit porang. Porang sendiri dapat dikembangbiakkan dengan metode vegetatif maupun generatif dengan biji, bulbil atau kodok. Bibit yang dipilih tentunya umbi dan atau bulbil yang sehat. Bibit porang cukup ditanam sekali saja. Kemudian menunggu hingga 3 tahun baru dapat dipanen. Sesudah panen pertama, akan dapat dipanen tiap tahunnya.

  • Persiapan Bibit dari Umbi

Pastikan terlebih dahulu anakan tanaman porang yang berumur sekitar 1 tahunan yang paling subur dan pertubuhannya maksimal. Lalu cabut tanaman dan ambil umbinya dari akar di dalam tanah. Sisihkan umbi pada tempat yang teduh untuk kemudian dilakukan pengerjaan selanjutnya. Untuk bibit dari umbi, satu bibit cuma dapat menciptakan satu tanaman porang.

  • Persiapan Bibit dari Katak atau Bulbil

Ambil bulbil atau katak dari sekitaran rumpun tanaman porang yang telah berumur tua. dan tentunya pilih bulbil yang sehat. Sesudah itu, ambillah katak yang telah dikumpulkan dan taruh di sebuah wadah hingga tumbuh tunas baru kemudian ditanam. Perlu untuk Kamu ketahui bahwa pada porang yang telah berusia tua dan besar, dapat mempunyai kurang lebih 40 bulbil dalam satu pohon.

Setelah tahu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya porang, saatnya adalah menanamnya. Ada 2 metode yang akan Saya bagikan, yaitu pada lahan yang luas maupun untuk Kamu yang tidak terlalu punya lahan yang luas, bisa menggunakan media polybag.

Mungkin untuk yang pertama, adalah dengan metode budidaya porang di polybag yang banyak orang belum mengehtahuinya.

Budidaya Porang di Polybag

Sebenarnya, metode ini dilakukan utamanya adalah karena 2 alasan. Yaitu untuk menanam porang yang digunakan untuk pembibitan sementara maupun budidaya yang permanen. Disini, Saya akan membagikan cara budidaya tanaman porang dalam polybag secara permanen sampai menghasilkan porang.

Bahan yang Perlu Disiapkan

Ada berbagai hal yang perlu Kamu siapkan untuk budidaya porang di polybag:

  1. Siapkan benih porang, baik itu dari persiapan dari umbi ataupun dari katak.
  2. Siapkan pupuk kandang dan juga pupuk kimia.
  3. Siapkan tanah yang gembur dengan campuran pupuk organik yang dapat membantu tanah banyak kandungan nutrisi.
  4. Siapkan media polybagnya. Semakin bagus sistem irigasi polybag, maka akan semakin bagus porang akan tumbuh dengan cepat.
  5. Air secukupnya

Cara Budidaya Porang di Polybag

  • Persiapan Wadah

Siapkan wadah atau polybag kamu siapkan tadi, lakukan pencampuran tanah dengan menggunakan pupuk yang sudah tersedia dengan perbandingan 70:30 dan aduk dengan rata. Perlu diketahui, jika pupuk terlalu banyak, maka bukannya akan menambah bagus tumbuh porang, malah akan membuat porang mati. Setelah semua tercampur, masukkan campuran tanah tadi ke dalam polybag

  • Penanaman Porang

Setelah semua tanah dimasukkan ke dalam polybag, selanjutnya adalah menanam porang. Buatlah lubang pada tanah di polybag tadi dengan kedalaman yang dikira-kira, jangan terlalu dalam dan jangan terlalu pendek. Sesuaikan juga dengan benih yang Kamu siapkan tadi. Lalu timbun dengan tanah yang rapat lalu siram sedikit air, jangan sampai menggenang.

Perawatan Porang di Polybag

Penyiraman, adalah hal yang harus dilakukan. Tanaman porang harus disiram setiap sore dengan jumlah air secukupnya. Jangan terlalu sedikita dan jangan terlalu banyak sehingga membuat tanah becek. Tanaman porang nantinya akan tumbuh dalam 1-3 minggu setelah masa tanam.

Perawatan porang ini harus diatur jarak antar polybagnya jika tanaman porang sudah mulai tumbuh besar. Pastikan cahaya bisa masuk ke dalam batang porang agar tidak jamuran yang bisa menyebabkan kematian. Namun ingat, masih dengan intensitas cahaya 60-70%. Jangan taruh porang langsung dibawah terik sinar matahari.

Pemupukan dengan menggunakan pupuk kimi atau organik juga bisa kamu lakukan agar porang bisa tumbuh dengan sehat dan menghasilkan porang yang lebat dalam waktu yang cepat.

Panen Porang di Polybag

Tanaman porang dapat dilakukan pemanenan untuk pertama kalinya setelah budidaya porang dilakukan dari fase penanaman sekitar 2 tahun.

Umbi pada tanaman porang yang dapat dipanen adalah umbi dengan berat sekitar 1 kg/umbi. Umbi yang masih kecil, bisa ditanam lagi untuk selanjutnya dilakukan pemanenan.

Setelah panen pertama inilah pemanenan dapat dilakukan setahun sekali. Ciri-ciri porang yang sudah siap dipanen adalah daunnya yang sudah kering jatuh ke tanah. Satu tanaman porang dapat menghasilkan sekitar 2 kg porang.

Setelah pemanenan, bersihkan porang dari tanah dan akar dan potong umbinya dari tanaman lalu dijemur. Memotong umbi harus benar karena bisa mempengaruhi kualitas dari porang yang sudah Kamu budidayakan.

Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Budidaya porang di lahan terbuka merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan porang dengan hasil yang banyak dan juga dengan kualitas porang yang bagus. Namun, tentunya hal ini dapat dilakukan jika Kamu mempunyai tanah yang luas yang khusus untuk perkebunan.

Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

  • Persiapan Lahan

Lokasi yang sangat bagus untuk budidaya porang yang satu ini adalah dibawah pohon naungan pepohonan. Namun, jika tidak ada pohon naungan, porang tetap bisa tumbuh dengan baik asalkan dengan diberikan paranet agar intensitas cahaya tidak berlebih. Pembersihan tanah dari segala macam gulma dan hama juga hal yang perlu diperhatikan.

Pasang ajir dengan jarak 1 meter x 1 meter baik untuk umbi ataupu katak. Buat lubang tanam untuk bibit dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm dengan jarak yang 1 meter x 1 meter agar tumbuhan porang tidak terlalu rapat jika sudah tumbuh besar. Berikan pupuk juga untuk lahan tanam porang pada tanah disekitar ajir.

  • Penanaman Porang

Penanaman porang dilakukan paling baik ketika musim hujan. Bibit bisa Kamu masukkan ke dalam lubang yang sudah Kamu buat dengan posisi bakal tunas menghadap keatas dan dengan memperhatikan jarak antar tanaman porang. Setelah benih porang dimasukkan ke dalam lubang, timbun dengan tanah dengan ketebalan sekitar 3 centimeter.

Perawatan Porang di Lahan Luas

Penyiangan gulma adalah salah satu hal yang menjadikan faktor tumbuh kembang tanaman porang agar maksimal. Penyiangan ini dilakukan agar tanaman porang tidak tercuri nutrisi dari air dan tanahnya oleh gulma.

Penyiangan ini sangat baik dilakukan ketika porang mencapai usia 1 bulan setelah masa tanam. Untuk penyiangan berikutnya, gulma bisa ditanam pada tanah di sekitar porang untuk dijadikan sebagai pupuk organik.

Penyiraman tanaman porang juga sama dilakukan pada sore hari satu hari sekali dengan jumlah air yang tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak yang membuat tanah menjadi becek.

Selain itu, bisa dilakukan pemupukan kimia jika dibutuhkan dan gunakan fungisida untuk mencegah penyakit yang bisa menjangkit tanaman porang.

Panen Porang di Lahan Luas

Selanjutnya adalah tahapan yang paling ditunggu-tunggu, yaitu tahapan panen porang. Porang dapat dipanen setelah 2 tahun setelah masa tanam dengan ciri-ciri daun dari tanaman porang telah kering dan jatuh ke tanah.

Porang yang sudah siap panen adalah umbi dari tanaman porang dengan bobot sekitar 1 kilogram, sedangkan umbi yang masih kecil, kembalikan pada tanah dan ditunggu siap untuk dipanen lagi. Panen selanjutnya, bisa dilakukan setahun sekali. 1 tanaman porang bisa menghasilkan setidaknya 2 kilogram umbi.

Umbi yang telah dicaput, dipotong, lalu bersihkan dari beragam akar dan tanah lalu dijemur agar menghasilkan umbi porang yang berkualitas dan menghasilkan porang dengan harga jual yang tinggi.

Budidaya Semangka Yang Mudah Dan Berbuah Lebat

Budidaya Semangka

Siapa yang nggak tahu buah semangka? Buah yang besar dengan kandungan air yang banyak membuat buah ini sangat cocok untuk dimakan pada siang hari.

Bercocok tanaman tumbuhan ini adalah hal yang bisa menjadi ide bisnis yang cukup menjanjikan. Masalahnya, buah semangka ini sangat banyak peminatnya dan juga sangat banyak jenisnya. Budidaya semangka non biji.

Jika ingin memulai budidaya semangka, ada yang perlu kamu tahu bahwa tumbuhan semangka membutuhkan banyak ruang, banyak sinar matahari, banyak air dan banyak nutrisi.

Tumbuhan semangka adalah jenis tanaman merambat yang merambat dengan liar, seperti semua tanaman dalam keluarga Cucurbita (misalnya squash, labu siam, dan mentimum).

Sebenarnya, budidaya semangka itu tidak terlalu sulit, semangka tidak terlalu sulit untuk tumbuh namun jangan terlalu meremehkan dalam budidaya tanaman semangka ini jika Kamu masih tahap awal dalam budidaya tanaman merambat ini.

Semangka akan tumbuh subur jika ditanam pada iklim yang sempurna, tanah yang sempurna, pengairan yang baik, dan juga pemberian nutrisi yang baik.

Jadi, walaupun tanaman ini seperti hanya tumbuhan merambat biasa, tapi demi menghasilkan buah yang berkualitas, perlu adanya perawatan yang ekstra.

Pada umumnya, semangka ini ditanam pada lahan persawahan yang luas, namun bagi Kamu yang punya pekarangan rumah yang cukup luas untuk budidaya tanaman semangka, maka budidaya semangka dalam polybag adalah solusi yang sangat tepat.

Budidaya Semangka Dalam Polybag

Salah satu teknik penanaman yang sangat banyak orang yang menggemarinya adalah dengan teknik menaman tumbuhan dalam polybag.

Polybag ini dipilih karena medianya yang mudah didapatkan dan juga dengan hasil yang maksimal. Biasanya teknik penanaman tumbuhan dalam polybag dilakukan untuk tumbuhan yang berbuah. Dengan budidaya semangka dalam polybag, kamu bisa lakukan sendiri dirumah.

Kamu yang ingin budidaya semangka dengan teknik penanaman dalam polybag tentunya akan sangat menyenangkan. Semangka ini biasanya sudah dapat dipanen 3 bulan setelah masa tanam.

Berkebun sendiri di pekarangan rumah tentu sangat menyenangkan, apalagi menghasilkan buah semangka yang besar dan bisa langsung dikonsumsi, jadi masih fresh.

Budidaya Semangka Pada Lahan Luas

Di daerah tropis sejati, musim kemarau adalah musim tumbuh semangka terbaik. Semangka tidak tahan dengan panas ekstrem atau dengan kondisi lembab dan basah di musim hujan/musim panas.

Penyakit jamur dan serangga akan segera menyerang tumbuhan semangka dan membuatnya mati. Iklim yang sejuk seperti di Indonesia adalah iklim yang sangat tepat untuk budidaya semangka.

Ada varietas semangka yang berbeda, jadi jika Kamu bertempat tinggal di dataran rendah, carilah varietas yang lebih cepat matang.

Tumbuhan semangka akan subur di bawah sinar matahari yang cukup, biarkan tumbuhan semangka ini terkena sinar matahari langsung.

Ada 3 jenis semangka yang bisa menjadi pilihan kamu untuk memulai bisnis jual beli semangka. Ada semangka inul, semangka kuning, dan juga semangka tanpa biji. Semua memiliki keunggulan masing-masing dan juga peminat masing-masing.

Budidaya Semangka Inul

Semangka inul adalah semangka pepaya hibrida dengan ukuran dan bentuknya lebih mirip dengan pepaya. Bentuk dari semangka inul ini oval dengan warna kulit hijau gelap, dan memiliki berat sekitar 2,5 sampai 3,5 kg.

Penampilannya yang unik tentunya mengundan penasaran banyak orang. Dalam budidayanya juga sangat unik, Kamu akan terlihat menanam pepaya tapi dengan buah yang muncul dari semak-semak seperti semangka.

Semangka ini diberi nama semangka inul karena ukurannya yang kecil dan berbentuk oval. Daging buahnya ada yang berwarna merah dan kuning dengan rasa yang manis. Tak heran kalau banyak sekali penggemar dari semangka inul ini.

Tanaman ini paling cocok untuk dipelihara di media gembur yang kaya akan bahan organik dan memiliki pH sekitar 6-6,7. budidaya semangka inul idealnya dilakukan di daerah pada ketinggian sekitar 100-300 m di atas permukaan laut. Jadi tidak terlalu masalah jika semangka inul ditanam pada pekarangan rumah, namun harus dengan media tanah yang gembur.

Budidaya Semangka Kuning

Sebagian besar dari kita sudah mengenal buah yang populer, semangka. Daging merah cerah dan biji hitam membuat makan manis, berair, dan mempunyai banyak biji, apakah kamu sudah tahu kalau ada semangka dengan daging buah dengan warna kuning?

Tapi apakah semangka kuning itu alami? Dengan lebih dari 1.200 varietas semangka yang ada di pasaran saat ini, dari tanpa biji hingga merah muda hingga hitam, seharusnya tidak mengherankan bahwa memang semangka dengan jenis daging kuning adalah semangka yang tumbuh alami tanpa adaya suntikan pewarna.

Daging kuning pada semangka mungkin mengejutkan karena bagian luarnya tidak terlihat berbeda dari varietas semangka merah.

Daging semangka menjadi kuning adalah mutasi alami. Sebenarnya, penggagas budidaya semangka dengan varietas ini berasal dari Afrika.

Buah ini memiliki rasa lebih manis, seperti madu dibandingkan dengan semangka dengan daging buah warna merah, tetapi memiliki nutrisi dan dan kandungan manfaat yang sama.

Buah semangka kuning sekarang banyak tersedia dan merupakan alternatif bagi kamu yang ingin melakukan budidaya semangka yang berbeda dari semangka tradisional dengan warna merah.

Budidaya Semangka Tanpa Biji

Semangka adalah makanan pokok musim panas, dan lebih umum kita melihatnya tersedia di pinggiran jalan saat mulai memasuki musim panas.

Semangka tanpa biji telah membuat hidup kita lebih mudah. Tentunya kamu tahu sendiri bahwa biji pada buah semangka sangatlah banyak yang biasanya sangat mengganggu saat memakannya. Dalam satu gigitan buah semangka saja mungkin kamu banyak mengeluarkan biji dari mulut Kamu.

Semangka tanpa biji ditemukan lebih dari 50 tahun yang lalu, dan mereka memiliki sedikit atau bahkan tanpa biji. Ketika kita mengatakan biji, kita berbicara tentang benih matang, yang hitam.

Seringkali, mantel biji putih di mana benih tidak sepenuhnya matang diasumsikan menjadi biji. Tapi ini bukan masalahnya! Biji ini memang masih aman jika tertelan, jadi Kamu jangan khawatir karena tidak ada semangka yang tumbuh di perut Kamu.

Budidaya Semangka Dengan Buah Lebat Dan Berkualitas

Sebelum memulai budidaya semangka, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pH tanah, ketinggian lahan tanam, iklim, jarak tanam adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. pH Tanah dan Jenis Tanah

Tanah yang sangat tepat dalam budidaya semangka adalah tanah dengan unsur organik dan unsur hara yang tinggi, gembur, dan tentunya bersih dari gulma. Pastikan lahan yang akan ditanami semangka ini memiliki pH yang normal yaitu 6-7. Penaburan dolomite atau kapur pertanian adalah hal yang bisa dilakukan jika pH tanah dibawah 6.

  1. Ketinggian Lahan

Maksud dari ketinggian lahan disini adalah tinggi dataran dari permukaan laut. Dalam budidaya semangka, semangka bisa ditanam mulai dari 0-1000 meter diatas permukaan laut. Namun, setiap permukaan memiliki varietas semangka yang cocok. Jadi, pastikan Kamu memilih jenis semangka yang cocok sesuai dengan tempat Kamu menanam semangka.

  1. Iklim dan Suhu

Semangka sangat cocok tumbuh pada kelembaban udara yang rendah dengan curah hujan 40-50 mm perbulan dengan suhu rata-rata 25°C pada siang hari.

  1. Jarak Tanam

Jarak tanam masing-masing benih semangka tentunya menjadikan tanaman semangka akan bisa tumbuh dengan bebas dan juga mendapatkan asupan cahaya yang cukup tanpa terhalang dengan tanaman semangka yang lainnya. Ada dua cara untuk menentukan jarak tanam semangka.

  1. Sistem tunggal yaitu menggunakan jarak tanam ideal sekitar 90-100 cm x 3 m.
  2. Sistem ganda yaitu menggunakan jarak tanam 90-100 cm x 6-7 m.

Mempersiapkan Benih

Kamu bisa membeli benih semangka di berbagai toko pertanian dan lebih bagusnya lagi di petani yang sudah paham betul tentang budidaya tanaman semangka.

Setelah kamu mendapatkan benihnya, jangan langsung kamu tanam, ada berbagai hal yang perlu kamu lakukan.

Perendaman dengan menggunakan pupuk organik cair bisa membuat benih mudah berkecambah dan tumbuh dengan bagus.

Caranya adalah dengan merendam benih semangka ke dalam pupuk organik cair selama 4-5 jam. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran.

Setelah 2-3 hari benih semangka akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Penyemaian

Langkah ini dilakukan untuk benih semangka ini dapat tumbuh dengan maksimal. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam penyemaian benih semangka.

  • Membersihkan tanah dari hama pengganggu
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan jumlah secukupnya
  • Benih semangka lalu ditanam ke dalam lubang tanah sedalam 3-5cm
  • Siram dengan air bersih secara rutin, namun jangan terlalu banyak

Pengolahan Lahan

Lakukan pembajakan pada tanah, selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang nantinya akan ditanami bibit semangka yang sudah siap tanam. Lakukan juga penyemprotan pupuk dan suplemen organik cair agar tanah menjadi gembur.

Menanam Semangka

Setelah benih tersebut menjadi bibit berumur 7-10 hari maka bibit semangka siap untuk ditanam pada lahan tanam. Tanam benih semangka pada lubang yang cukup.

Apabila saat proses pemindahan benih ke lahan tanam ini ada yang mati, sebaiknya dilakukan penyulaman dengan menanam bibit baru.

Pemupukan Tanaman Semangka

Lakukan pemupukan pada tanaman semangka dengan menggunakan pupuk organik dengan selang waktu 1 minggu sekali. Bisa juga dilakukan penyemprotan dengan bubuk organik cair agar pertumbuhan buah semangka ini menjadi lebih cepat.

Pemeliharaan Tumbuhan Semangka

Dalam budidaya semangka, tentunya harus dilakukan pemeliharaan agar semangka bisa tumbuh dengan optimal dan bisa menghasilkan semangka dengan harga jual yang tinggi.

Penyiraman Tanaman Semangka

Penyiraman pada tanaman semangka ini dilakukan setiap 3 hari sekali atau disesuaikan saja dengan kondisi cuaca atau lingkungan dimana kamu menanam.

Yang perlu kamu perhatikan, saat semangka dalam proses pembentukan bunga, jangan lakukan penyiraman. Lanjutkan penyiraman setelah semangka mulai terbentuk.

Pemangkasan Cabang

Pemangkasan cabang dilakukan karena semangka ini tumbuh merambat dengan tidak teratur, maka pemangkasan cabang dilakukan agar antara tanaman semangka satu dan lainnya tidak mengganggu.

Tunas samping yang baru tumbuh juga dipangkas, kemudian tiga cabang samping yang dipelihara. Hal ini dilakukan agar penyerapan nutrisi pada semangka terfokus pada beberapa cabang utama.

Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan agar tanaman semangka tidak terganggu tumbuh kembangnya dengan tanaman liar yang ada di sekitarnya.

Pengendalian Hama

Lakukanlah pengamatan pada lahan semangka Kamu, pastikan tidak ada hama yang mengganggu semangka yang nantinya malah membuat tumbuhan semangka terkena penyakit.

Kendalikan dengan insektisida dam fungisida agar semangka dapat tumbuh dengan baik.

Panen Semangka

Inilah yang dinanti-nantikan, yaitu panen semangka. Semangka akan siap untuk dipanen setelah 60-70 hari setelah masa tanam, namun itu juga tergantung pada varietasnya.

Ciri-ciri dari buah semangka yang sudah siap panen adalah warna kulit buah semangka telah memudar dan sulur pangkal tangkai buah telah mengering. Buah semangka sebaiknya ditaman saat cuaca sedang cerah.

Itulah cara budidaya semangka agar bisa menghasilkan semangka yang berkualitas dan dengan harga jual yang tinggi. Selama Kamu melakukannya dengan telaten, bukan tidak mungkin kamu bisa menghasilkan semangka dengan bobot yang lebih berat ketimbang semangka yang ditanam hanya asal tanam saja tanpa adanya perawatan yang optimal.

Cara Budidaya Vanili Yang Mudah, Dijamin Hasil Panen Berkualitas

Budidaya Vanili

Vanili adalah tanaman hijau dengan harga yang tinggi jika kualitas dari tanaman vanili ini bagus, semakin bagus kualitas dari tanaman vanili maka akan semakin tinggi juga harga jualnya.

Banyak sekali yang tergiur akan penghasilan yang dihasilkan dari budidaya vanili. Namun, tak sedikit juga orang yang gagal dalam usaha panen tanaman vanili.

Ini dikarenakan banyak orang yang belum tahu karakteristik dari tanaman vanili itu sendiri karena budidayanya harus dilakukan secara khusus tidak seperti kebanyakan tanaman yang ada di kebun.

Jika dilihat dari tempat tumbuh yang subur tanaman vanili, tanaman ini biasanya ditanam di daerah yang memiliki suhu tropis.

Jika ingin menanam vanili, tentunya membutuhkan perhatian khusus yang memerlukan waktu dan usaha yang keras demi menghasilkan vanili dengan kualitas yang bagus dan bisa mendapatkan harga jual yang tinggi. Dengan kelezatan vanila dan keharumannya bisa membuat harga jual tanaman vanili ini tinggi.

Ada berbagai metode yang bisa dilakukan dalam budidaya tanaman vanili yang dimana berbagai metode tersebut memiliki berbagai kelebihan yang bisa didapatkan dari berbagai faktor.

Budidaya Vanili Hidroponik

Kamu dapat membudidayakan tanaman vanili ini dengan teknologi hidroponik. Biasanya, dalam penanaman vanili dengan metode ini memerlukan ketelatenan dalam nutrisi bagi tanaman vanili.

Hidroponik sendiri adalah budidaya menanam tumbuhan dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan media tanah.

Mengehtahui air yang digunakan untuk menanam vanili memiliki nutrisi yang cukup untuk menggantikan media tanah alami tentunya menjadi hal yang sangat penting diperhatikan dalam penanaman vanili dengan cara hidroponik. Biasanya, hidroponik akan sangat bagus jika ditanam dalam greenhouse.

Budidaya Vanili Organik

Ini adalah teknik yang sangat sederhana dalam budidaya vanili. Budidaya organic adalah dimana dalam pengerjaannya dilakukan tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis.

Metode ini sangat cocok dilakukan sendiri di pekarangan rumah. Namun juga harus tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat dan subur dari tanaman vanili.

Budidaya Vanili Dalam Pot

Budidaya vanili yang satu ini juga sangat cocok dilakukan di pekaran rumah Kamu. Dengan hanya menggunakan media tanah dan pot saja.

Kamu bisa menanam vanili dan memanennya sendiri di rumah Kamu. Tapi, dalam penanamannya ada trik yang bisa membuat vanili tumbuh lebih baik.

Dalam penanaman vanili, Kamu harus menggunakan pot dengan ukuran yang kecil dan juga pada tanah yang ada pada pot tersebut, tambahkan campuran kulit cemara dan peat moss yang nantinya bisa menciptakan media tanam dengan drainase yang baik.

Budidaya Vanili Modern

Ini adalah budidaya vanili yang banyak sekali diterapkan oleh para penggiat budidaya tanaman vanili untuk bisa mendapatkan vanili dengan kualitas yang tinggi sehingga dapat mendapatkan keuntungan yang tinggi juga dalam penjualan vanili tersebut. Namun, apa itu pertanian modern?

Pertanian modern adalah sebuah budidaya yang dilakukan dengan menggunakan kemajuan teknologi dan penelitian para ahli.

Dengan majunya fasilitas-fasilitas irigasi serta drainase yang nantinya akan dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Jadi, inilah mengapa budidaya vanili modern sangat banyak yang menggunakannya karena mendapatkan hasil yang maksimal dan mendapatkan harga jual yang tinggi.

Kiat Sukses Panen Vanili Kualitas Tinggi

Disini, Saya akan memberikan berbagai tips dan trik untuk cara budidaya vanili dengan mudah dan bisa mendapatkan kualitas vanili yang bagus dan sangat layak mendapatkan harga jual yang tinggi. Cara budidaya ini dimulai dari pembibitan sampai tahap akhir yang harus dilakukan secara konsisten.

1. Mempersiapkan Lahan

Perlu diketahui, vanili bukanlah tanaman yang bisa tumbuh dengan tegak. Maka dari itu, dibutuhkan tanaman penyangga yang digunakan vanili untuk merambat.

Namun, daripada susah mencari tanaman penyangga yang pas, menggunakan bambu dan kawat dengan bentuk yang disesuaikan bisa menjadi alternatif untuk tanaman vanili ini tumbuh dan merambat pada penyangga yang dibuat tersebut.

Dalam mempersiapkan lahan, alangkah baiknya lahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu dari beragam rumput liar atau gulma yang nantinya malah bisa menghambat pertumbuhan dari tanaman vanili.

Alangkah lebih baiknya dalam memilih bibit vanili dimulai dengan membeli yang sudah dalam setek vanili dengan panjang 40 – 50cm. Tapi Kamu harus tahu informasi setek vanili tersebut, karena bibit vanili yang bagus harus memiliki umur setidaknya 1 tahun dan mempunyai buku ruas yang rapat atau rapi.

2. Penanaman Bibit

Setelah lahan siap, saatnya menanam bibit vanili. Buat lubang dengan ukuran 25 x 15 x 10 sentimeter dan pastikan lubang tersebut berdekatan dengan jarak penyangga yang sudah Kamu buat.

Dalam penanaman vanili, bibit stek tadi ditanam dalam keadaan horizontal atau rebahan. Dan pastikan juga bibit tersebut mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Ada baiknya dalam penanaman vanili tanah dilakukan pemupukan terlebih dahulu dan menyiramnya dengan air agar air dapat mengalir dengan baik saat dilakukan kegiatan penyiraman air pada tanah.

3. Perawatan Vanili

Untuk perawatan sendiri, selayaknya dalam pembudidayaan tanaman, maka dilakukanlah penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan juga pemangkasan.

Namun ada yang perlu diperhatikan agar tanaman vanili dapat tumbuh subur. Berikut beberapa diantaranya:

Penyiraman

Penyiraman berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah, namun dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah juga.

Usahakan dalam penyiraman tanah tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu basah apalagi sampai adanya air menggenang.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menjaga agar tumbuhan vanili ini tumbuh secara sehat tanpa adanya hama yang mengganggu.

Jika lingkungan tanah baik dan tidak ada tumbuhan pengganggu, tumbuh kembang vanili bisa lancar dan menghasilkan vanili yang berkualitas.

Pemupukan

Sudah pasti memberikan pupuk adalah hal yang wajib dilakukan dalam budidaya tanaman apapun, termasuk dalam budidaya vanili.

Pemupukan dilakukan agar tanaman tumbuh subur dan sehat. Sebaiknya, pemupukan dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan dengan menggunakan pupuk kandang maupun pupuk urea.

Pemangkasan

Tanaman vanili juga dilakukan pemangkasan. Ada 3 jenis pemangkasan yang dilakukan pada budidaya vanili :

  • Pemangkasan bentuk, dilakukan dengan memotong 15 cm pada bagian ujung tanaman vanili yang menyisakan 3 cabang pada ujungnya yang nantinya Kamu lengkungkan cabang tersebut.
  • Pemangkasan produksi, pemangkasan ini dilakukan saat tanaman vanili berbunga, ini dapat dirangsang dengan pemangkasan juga. Pemangkasan ini dilakukan dengan cara memotong 2-3 pucuk tanaman sekitar 2 bulan sebelum masa berbunga.
  • Pemangkasan peremajaan, pemangkasan ini nantinya akan dilakukan setelah masa panen untuk merangsang tunas-tunas baru.

4. Penyerbukan Bunga

Penyerbukan bunga dilakukan karena sejatinya, tumbuhan vanili ini tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri, maka dari itulah Kamu harus membantu proses penyerbukan dari tanaman vanili. Anda bisa menggunakan alat seperti lidi atau batang apapun dengan ukuran yang kecil.

Caranya adalah dengan mencari rostellum yang biasanya menghalangi putik dan kepala sari, jika sudah ketemu sekarang saatnya Kamu gunakan alat yang telah kamu gunakan untuk proses penyerbukan tadi untuk selanjutnya lakukan penyatuan putik dan kepala sari vanili tersebut.

5. Pengawasan

Pengawasan disini adalah tindakan secara rutin dilakukan untuk melakukan berbagai kegiatan yang sudah Kamu lakukan dari tahap perawatan vanili.

Tumbuh kembang dari vanili yang Kamu tanam harus wajib kamu perhatikan, dan tidak lupa juga membasmi hama yang dapat merusak tanaman yang bisa menyebabkan kerugian dalam budidaya vanili.

Kamu bisa melakukan pembasmian hama dalam budidaya vanili ini dengan melakukan penyeprotan pestisida dan dengan pemberian berbagai nutrisi untuk tumbuh kembang vanili demi mencegah pembusukan pada batang vanila yang Kamu budidayakan.

Kegiatan ini harus rutin dilakukan agar kualitas vanili maksimal sehingga mendapatkan harga jual yang tinggi.

6. Pemanenan

Ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu dalam budidaya vanili, adalah saat panen. Buah dari vanili dapat dipanen sekiranya pada saat tanaman sudah berusia sekitar 2 hingga 3 tahun.

Biasanya, panen vanili bisa dilakukan saat 8 – 9 bulan dengan masa panen 2 hingga 3 bulan penuh. Ada berbagai hal yang harus dilakukan setelah memanen polong dari vanili

  • Vanili yang sudah siap dipanen memiliki ciri-ciri buah vanili berwarna hijau dan dengan pucuknya yang berwarna kuning. Sebaiknya, panen vanili juga dengan memilih vanili yang sudah tua. Ini dikarenakan vanili yang sudah berusia tua memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan buah vanili yang memiliki usia muda.
  • Setelah itu, panaskan air sampai suhu 70°C dan rendam hasil vanili berupa polong tersebut selama kurang lebih 2 sampai 5 menit, kemudian keluarkan dengan hati-hati. Proses ini dilakukan agar kuman dan bakteri yang ada pada polong tersebut mati dan juga untuk proses selanjutnya.
  • Lalu, pindahkan polong vanili tersebut ke dalam kotak yang sudah dilapisi dengan kain yang tebal yang terbuat dari bahan wol dan juga dengan kotak yang terbuat dari bahan bambu. Diamkan pada kotak tersebut selama 36 sampai 48 jam dan biarkan polong berkeringat. Polong yang mengeluarkan air ini dikarenakan kondisinya yang masih panas, dan proses ini membantu dalam pengerigannya.
  • Lakukan pengeringan di paparan sinar matahari secara langsung selama 7 sampai 14 hari. Proses ini dilakukan secara bergantian. Sebarkan polong di atas nampan dan tempatkan di bawah paparan sinar matahari langsung selama 3 jam setiap hari. Selanjutnya, bungkus polong di dalam selimut atau kain dan masukkan ke dalam kotak agar “berkeringat” selama semalaman lagi. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang sampai polong berubah warna menjadi coklat gelap.
  • Agar polong makin kering, biarkanlah mengering sendiri secara penuh. Gantung atau sebarkan polong pada nampan di dalam ruang pengeringan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, jagalah agar suhu ruangan tetap berada di 35 °C dan kelembapan 70%. Polong vanili benar-benar telah kering jika memiliki tekstur yang lunak, kasar, dan banyak terdapat kerutan memanjang.

***

Itulah berbagai langkah budidaya vanili yang perlu kamu perhatikan. Setelah tahu harga jual yang tinggi apakah Kamu berminat untuk membudidayakannya?

Namun, perlu ketelatenan karena memang cukup sulit untuk pembudidayaan tumbuhan vanili.

Alangkah lebih baiknya jika Kamu mencoba menanam jenis anggrek lain terlebih dahulu karena vanili termasuk dalam satu anggota suku anggrek-anggrekan

Kiat Sukses Budidaya Melon Hingga Panen Berlimpah

budidaya melon

Melon adalah buah dengan jenis labu-labuan yang masih satu keluarga dengan semangka. Tanaman melon sendiri mirip dengan tanaman semangka.

Bercabang banyak, dan tipe tanamannya yang merambat. Bedanya dengan tanaman semangka, tanaman melon memiliki bulu batang yang lebih halus.

Semua buah melon memiliki biji yang banyak dan terkumpul dalam rongga buah yang diliputi lender, persis seperti labu.

Melon memiliki rasa manis dan sensasi yang segar karena mengandung banyak air pada daging buahnya. Rasa yang segar tersebut membuat melon biasanya digunakan pada hidangan pencuci mulut dan juga bisa diolah menjadi jus yang sangat menyegarkan jika diminum siang hari.

Maka dari itu, melon memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tak heran kalau banyak sekali yang memulai budidaya melon dengan berbagai metode yang ada.

Disini, saya akan membagikan beberapa metode dalam budidaya melon yang bisa kamu lakukan. Ada 3 metode yang bisa kamu lakukan dalam budidaya melon.

Yaitu budidaya melon dalam pot, budidaya melon dalam polybag, dan juga metode tanam yang saat ini sedang marak digunakan yaitu budidaya melon hidroponik.

Budidaya Melon Dalam Pot

Menanam tanaman dalam pot atau yang biasa disebut dengan tabulampot, merupakan teknik budidaya melon yang sangat menguntungkan dari berbagai sisi.

Selain bisa menghasilkan buah, budidaya melon di dalam pot juga bisa menjadi hiasan pada pekarangan rumah. Tentunya ini sangat menggiurkan bukan?

Namun, ada hal yang perlu diketahui. Proses penanaman melon dengan metode ini memiliki resiko kegagalan yang lumayan besar.

Tak jarang tanaman melom yang sudah ditanam tidak berkembang dan malah tidak menghasilkan buah sama sekali dalam waktu yang sangat lama. Namun, semua itu bisa diatasi dengan perlakuan dan perawatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Memilih Jenis Melon

Ada 3 jenis melon yang bisa dibudidayakan dalam pot, yaitu:

  1. Melon jenis ini adalah jenis melon yang sangat popular di pasaran. Bentuk buahnya yang bulat dengan warna hijau dengan tekstur seperti ada jala yang membungkus melon itu, mempunyai daging buah warna hijau muda hingga oranye.
  2. Melon jenis ini memiliki tekstur yang mulus, tidak ada jala yang menyelimuti buah melon. Bentuknya agak bulat dan cenderung melonjong. Dengan daging buah berwarna hijau muda, oranye, sampai puti dengan tidak ada aroma.
  3. Melon jenis ini memiliki kulit buah yang seperti labu dengan daging buah berwarna kuning hingga oranye dan memiliki aroma yang sangat kuat.

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

  1. Sebaiknya dalam budidaya melon dengan metode apapun itu dilakukan di dataran yang agak dingin, sekitar 300-1000 mdpl. Jika kurang dari ketinggian tersebut, melon tidak akan tumbuh secara maksimal.
  2. Letakkan melon di daerah yang terbuka dengan intensitas matahari yang maksimal dengan waktu penyinaran sekitar 10 jam.
  3. Pastikan suhu antara 25-30°C dengan kelembapan udara 70-80% dengan curah hujan yang sedang seperti pada daerah tropis di Indonesia.

Persiapan Budidaya Melon dalam Pot

  1. Belilah benih pada petani yang sudah terpercaya menjual bibit melon yang berkualitas.
  2. Setelah sudah mendapatkan benihnya, rendam benih di dalam air semalaman dan peram selama 2 hari pada suhu yang hangat.
  3. Siapkan media semai yaitu campura tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 5:1. Masukkan ke pot, buat lubang kecil, lalu tanam benih di lubang tersebut, dan siram dengan air secukupnya.
  4. Bibit akan siap ditanam ke pot yang besar setelah tumbuh sekitar ada 4-5 helai daun.
  5. Setelah itu, pindahkan ke pot yang lebih besar, kira-kira memiliki diameter 30cm.
  6. Masukkan benih pada campuran tanah, pupuk kandang, pasir, dan sekam bakar dengan perbandingan 4:2:1:1.
  7. Masukkan pupuk NPK sebanyak 50gr dan Furadan 3G sebanyak 20gr diatasnya.
  8. Pasang ajir pada pot sebagai media rambat tanaman melon.
  9. Siram pot agar menjadi lembab dan letakkan pada daerah yang terkena sinar matahari.

Perawatan Melon dalam Pot

  • Penyiraman pada budidaya melin dalam pot dilakukan satu kali sehari pada pagi atau sore hari menggunakan sprayer. Namun saat bakal buah terbentuk, penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali saja.
  • Pemupukan dilakukan setelah 6-14 hari setelah masa tanam. Berikan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 10 gram per tanaman dan diulangi setiap 14 hari. Berikan juga pupuk KNO3 dengan dosis 5 gram per tanaman tiap satu bulan sekali. Sebelum diberikan, pupuk dilarutkan dalam 1 liter air. Pemupukan sebaiknya dijalankan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 untuk menghindari penguapan berlebih.
  • Pengikatan tanaman adalah hal yang perlu diperhatikan. Ikat tanaman melon setelah memiliki panjang sekitar 40cm pada ajir yang telah dipasang sebelumnya.
  • Pengikatan juga dilakukan setelah melon sudah ada bakal buahnya. Ini dilakukan agar tangkai tanaman tidak patah. Pengikatan dilakukan pada cabang tempat tumbuh buah melon yang posisinya horisontal.
  • Menjaga kebersihan pot adalah hal yang utama, pastikan tidak ada hama dan gulma yang menyerang tanaman melon. Jadi, secara intens, lakukan pengecekan terhadap setiap tanaman melon yang kamu budidayakan.

Panen Melon dalam Pot

Melon bisa dipanen setelah 90 hari setelah masa tanam. Melon yang telah siap dipanen memiliki ciri antara lain

  • Buah telah mengeluarkan bebauan harum khas buah melon.
  • Serat jala yang terdapat pada permukaan kulit buah melon tampak kasar dan juga terang.
  • Terdapat retakan-retakan kecil pada kulit buah di sekitar tangkai.
  • Warna kulit hijau kekuningan dan daun-daun tanaman telah mulai mengering.

Budidaya Melon dalam Polybag

Dalam budidaya melon dalam polybag, perawatannya tidak ada bedanya dengan budidaya melon dalam pot. Bedanya, jika polybag, ini menggunakan media tanam yang berbeda.

Pada budidaya melon dalam polybag, hal yang harus diperhatikan adalah campuran dari media tanamnya pada saat proses penyemaian.

Masukkan campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:2:3. Setelah bibit sudah mulai tumbuh dengan umur 2-3 minggu, maka penyemaian telah selesai dan pemindahan benih ke polybag dapat dilakukan.

Proses perawatan hingga panen budidaya melon dalam polybag tidak ada bedanya dengan budidaya melon dalam pot.

Panen melon bisa dilakukan setelah 90 hari masa tanam dengan ciri-ciri yang sangat pasti warna kulit buah yang kekuning-kuningan, ada lingkarang retak pada tangkai tanaman melon, dan aroma yang sangat kuat.

Salah satu jenis melon yang bisa ditanam dengan metode polybag dan memiliki harga jual yang tinggi adalah jenis melon golden.

Budidaya Melon Golden

Melon golden memiliki harga jual yang tinggi. Rasanya yang istimewa membuat banyak orang yang penasaran dan akhirnya mencoba melon dengan warna kuning tersebut.

Melon golden memiliki manfaat medis dan kandungan gizi yang tinggi. Buah ini bisa berperan sebagai makanan diet sebab rendah kalori dan berserat tinggi.

Itu sebabnya budidaya melon golden adalah salah satu bisnis pada sektor perkebunan yang menjanjikan.

Jika Kamu tahu, harga jual per kilogram melon golden malah diatas harga rata-rata buah melon macam lainnya. Budidaya buah melon golden tidak terlalu susah jikalau dilakukan di daerah iklim tropis seperti Indonesia.

Dan dengan memperhatikan syarat tumbuh tanaman melon seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Budidaya Melon Hidroponik

Pada proses budidaya melon hidroponik, berbagai tahapan yang dilakukan tidak jauh beda dengan budidaya melon dengan metode lainnya, yang membedakan hanyalah media tanamnya yang dilakukan tanpa menggunakan tanah.

Budidaya tanaman yang satu ini memang banyak digemari karena cukup unik dan dapat dikembangkan dengan mencoba membudidayakan tanaman buah atau sayuran lainnya.

Pada proses pemilihan bibit sampai dengan penyemaian tidak ada bedanya dengan proses budidaya melon lainnya. Hanya saja, yang membedakan adalah proses dimana bibit yang menjadi benih akan dipindahkan pada media hidroponik.

Perawatan Melon Hidroponik

  • Setelah proses persemaian selesai, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke media hidroponik dan tambahkan nutrisi berupa pupuk yang sudah dicairkan.
  • Melon akan tumbuh dengan baik jika menggunakan media tanam hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang menggunakan sistem selokan.
  • Pada saat melon menginjak usia remaja, pindahkan tanaman melon ke dalam media hidroponik dengan metode Dutch Bucket.

Sebagai informasi, metode dutch bucket ini dilaksanakan dengan memanfaatkan wadah yang lebih besar seperti ember yang di dalamnya berisi substrat media kering hydroton, perlite, batu apung atau zeolit.

Terdapat lubang outlet yang terhubung dengan pipa menuju tandon. Lubang outlet tersebut merupakan media yang dialiri oleh air dan gizi cair yang diperlukan tanaman.

  • Siapkan juga ajir sebagai media rambat tanaman melon.
  • Lakukan pemotongan pada beberapa bagian tunas. Tunas yang dipertahankan adalah tungas ke-7 dan ke-9 yang muncul antara daun ke-11 dan ke-14.
  • Sistem hidroponik pada umumnya dilakukan pada Greenshouse. Untuk Kamu yang melakukan budidaya melon hidroponik di Greenhouse, perkawinan bunga pada tanaman melon tidak usah dilakukan, biar dilakukan secara alami oleh lebah.
  • Seluruh tunas di bawah 7 dan di atas 9 dipangkas. Sedangkan telah dilaksanakan pemotongan secara rutin, tunas-tunas tersebut pasti akan timbul dan timbul lagi. Oleh sebab itu, anda perlu mengecek tanaman melon anda setiap hari dan pangkas tunas-tunas yang timbul lagi. Pemangkasan tunas bertujuan agar pertumbuhan buah melon tak terganggu.
  • Saat buah melon telah tumbuh sebesar telor, pangkas daun-daun yang tumbuh pada tunas, dan sisakan 2 helai saja.
  • Lakukan toping dikala telah berbuah, dan sisa daun yang dipertahankan ialah 30 helai saja.

Pemupukan dan Pemberian Nutrisi

  • Dikala tanaman melon tumbuh daun 4 helai: nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 400 ppm.
  • Dikala tanaman melon dipindahkan dalam media tanam hidroponik hingga berusia 2 pekan: nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 800 ppm.
  • Sesudah lebih dari 2 pekan: naikkan dosis pemupukan menjadi 1000 ppm hingga menjelang tanaman berbunga.
  • Dikala tanaman melon berbunga: nutrisi yang diperlukan ±1200 ppm.
  • Dikala tanaman melon berbuah: nutrisi yang diperlukan menjadi 1500 ppm.
  • Dikala tanaman melon telah berjaring: nutrisi yang diperlukan 1800 ppm hingga siap panen.

Perlu di ingat bahwa pupuk dan nutrisi yang diberikan kepada tanaman hidroponik tidak boleh menggunakan pupuk yang sembarangan. Pupuk AB Mix, Pupuk anorganik plus Gandasil D, dan pupuk organik cair adalah jenis pupuk yang cocok untuk budidaya melon dengan metode hidroponik.

Panen Melon Hidroponik

Saat yang ditunggu-tunggu adalah tahap panen melon. Melon sudah dapat dipanen saat berusia 50 – 60 hari. Amati warna, wujud dan beban buahnya.

Buah yang sehat merupakan buah melon yang berwarna segar, bentuknya tidak cacat dan berbeban kaprah-kaprah 2 – 3 kg

Kiat Sukses Budidaya Tomat Tahan Virus

budidaya tomat

Tomat (Solanum lycopersicum) termasuk tanaman yang memiliki siklus hidup singkat dan dapat tumbuh setinggi 1-3 meter.

Tomat biasa dijadikan sayur dalam masakan atau dimakan langsung tanpa diproses karena rasanya yang sedikit manis dan segar karena mengandung banyak air.

Tomat merupakan sayuran yang kaya akan vitamin A dan C, serta mengandung antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker.

Tomat adalah salah satu sayuran dari family  Solanaceae. Umunya tanaman ini sangat cocok untuk ditanam pada daerah dataran tinggi.

Namun, untuk dataran sedang ataupun rendah juga bisa dilakukan dengan beberapa teknik tertentu yang bisa menghasilkan tomat dengan kualitas yang tak kalah bagusnya dengan kualitas tomat yang ditanam pada dataran tinggi. Tomat merupakan tanaman semusim yang memiliki umur sekitar 4 bulan.

Tanaman tomat ini dapat tumbuh di berbagai media. Ditanam di lahan perkebunan, lahan pekarangan rumah, dan juga penanaman dengan hanya menggunakan media pot dan juga polybag.

Budidaya tomat juga dapat dilakukan dengan sistem hidroponik dan dengan pembedanya saja yang terletak pada media tanamnya.

Salah satu budidaya tomat dengan cara yang saat ini sedang sangat populer adalah dengan cara pembudidayaan tomat servo.

Namun, juga perlu diketahui terlebih dahulu berbagai cara budidaya tomat yang sekiranya cocok dengan kondisi lingkungan Kamu.

Ada budidaya tomat dalam polybag, budidaya tomat servo, budidaya tomat hidroponik, dan juga budidaya tomat dalam pot atau biasa orang-orang menyebutnya tabulampot.

Budidaya Tomat Hidroponik

Salah satu penanaman tomat ini memang tergolong cukup unik dan bisa dibilang juga cenderung sulit jika dilakukan oleh pemula.

Penanaman dengan hidroponik adalah cara penanaman suatu tumbuhan dengan media air tanoa menggunakan media tanah dan diberikan nutrisi yang cukup dan juga dengan lingkungan yang menunjang.

Biasanya, budidaya tomat hidroponik dilakukan dengan cara menanamnya didalam greenhouse. Budidaya tanaman tomat dengan cara hidroponik juga sudah tidak asing bagi para penggiat budidaya tanaman hidroponik.

Jenis sayuran ini memang banyak sekali penggemarnya untuk dilakukan dengan cara penanaman hidroponik. Selain dengan biaya bibit yang murah, juga hasilnya bisa memuaskan.

Budidaya Tomat Polybag

Budidaya tomat polybag adalah salah satu budidaya tomat dengan cara yang cukup mudah dan sangat bisa dilakukan sendiri di rumah Kamu.

Kamu tidak perlu lahan yang terlalu luas untuk melakukan berkebun dengan media polybag. Memang, tomat sangat cocok untuk dibudidayakan dengan cara polybag, karena pada umumnya budidaya dengan media polybag berupa sayuran dan buah-buahan.

Kelebihan budidaya tanaman tomat selain praktis, biaya yang dikeluarkan juga cenderung tidak terlalu mahal. Jika ingin bercocok tanam dengan media polybag,

Kamu harus tau karakteristik tumbuhan dan media tanamnya. Misalnya, tanaman buah memerlukan media tanam yang solid, sedangkan sayuran daun justru memerlukan media tanam yang gembur dan mudah tertembus akar.

Budidaya Tomat Dalam Pot

Budidaya tomat dengan media pot ini adalah cara penanaman tomat dengan cara yang sangat cocok untuk dilakukan diwilayah perkotaan.

Tanaman tomat memang memiliki pohon yang cukup tinggi dan akar yang dalam. Hal tersebut tentunya membuat orang yang tinggal diperkotaan kesulitan karena tidak punya lahan yang cukup luas untuk menanam.

Kamu yang tinggal di daerah perkotaan dan hanya memiliki halaman rumah yang sempit namun ingin bercocok tanam tomat, tanam buah dalam pot (tabulampot) adalah salah satu budidaya yang sangat cocok.

Keuntungan dari budidaya tomat dalam pot adalah bisa menghasilkan tanaman dengan tidak terlalu tinggi, dan juga bisa menghasilkan hasil yang maksimal.

Kebutuhan budidaya tomat dengan media pot ini sangat membutuhkan air yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, penanaman dengan media pot di pekarangan rumah ini juga bisa menjadi hiasan yang menarik.

Budidaya Tomat Servo

Budidaya tanaman tomat dengan cara ini adalah cara yang sangat bagus jika Kamu menginginkan penanaman tomat yang berkualitas dan juga bisa dilakukan di dataran rendah, namun memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kualitas tomat yang ditanam di daerah dataran tinggi. Budidaya toman servo ini sangat cocok untuk menanam tomat di musim penghujan.

Tomat servo memiliki bentuk buah bulat, berwarna hijau tua ketika masih muda dan berubah menjadi merah merata ketika sudah matang serta memiliki bobot sekitar 65 gram per buah.

Bagi Kamu yang memang ingin memulai budidaya tomat namun bingung karena memulainya di masa penghujan yang dimana tanaman akan sangat rentan akan penyakit, budidaya tomat servo adalah hal yang sangat menguntungkan.

Hasil yang maksimal, berkualitas, dan juga dengan harga jual yang tinggi adalah alasan banyak orang yang melakukan pembudidayaan tomat dengan metode yang satu ini.

Cara Menanam Tomat Berbuah Lebat dan Cepat

Dalam budidaya buah atau sayur tentunya Kamu menginginkan hasil yang melimpah namun dengan kualitas yang sangat bagus.

Maka dari itu, ada tomat servo yang merupakan tomat dengan kualitas yang bagus, tahan hama, buah lebat, dan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan tomat pada umumnya.

Berikut ini adalah tahapan dalam budidaya tomat servo agar menghasilkan tomat yang berkualitas dengan harga jual yang tinggi:

1.Pilih Benih Tomat yang Berkualitas

Budidaya tomat tentunya disesuaikan terlebih dahulu dengan karakteristik lokasi. Misalnya jika berada di dataran tinggi, maka hendaknya memilih varietas yang cocok untuk dataran tinggi dan begitupun sebaliknya.

Mamilih tomat servo merupakan pilihan yang sangat cocok jika Kamu berada di dataran rendah. Belilah bibit atau benih tomat servo di toko pertanian terdekat atau tempat yang khusus untuk pembibitan tomat.

Setelah kamu sudah mendapatkan bibit tomat servo, maka yang harus kamu lakukan sebelum proses penanaman adalah memilih bibit yang berkualitas.

Rendam benih tomat dengan 1 gelas pupuk organik cair selama kurang lebih 2 jam agar benih steril dan tumbuh sempurna.

Lalu semaikan benih pada media semai yang terdiri dari tanah, arang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:2:1. Siram menggunakan Bio Organic Stimulan agar bibit tomat tumbuh dengan sehat.

Pupuk organik cair digunakan karena mengandung enzim dan antibiotic yang mampu mengalahkan pathogen tanaman seperti jamur dan bakteri sehingga tanaman tomat bisa tumbuh dengan sehat dan terbebas dari serangan penyakit sehingga menghasilkan tanaman tomat dengan hasil akhir yang maksimal.

2.Penyiapan Lahan Tanam Tomat

Budidaya tomat memang lebih baik menggunakan media tanah pada sebuah lahan yang luas. Yang tidak boleh dilupakan adalah irigasi dan drainase untuk tumbuh kembang tomat yang baik.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan dicangkul dengan tanah dengan dalam kurang lebih 20 centimeter untuk membunuh pathogen tanah dan tekstur tanah yang lebih gembur.

Selain drainase, salah satu kunci sukses menanam tomat servo di musim penghujan adalah pengaturan bedengan tanaman.

Ketinggian bedengan yang ideal menjadi kunci sukses dalam budidaya tomat servo yang menghasilkan tomat dengan kualitas yang bagus dan memiliki harga jual yang tinggi. Menjaga sanitasi lahan tomat juga hal yang sangat penting untuk budidaya tanaman ini.

Setelah itu, taburkan pupuk kandang untuk membuat kualitas tanah yang baik. Dalam budidaya tomat servo, penentuan jarak tanam adalah hal yang wajib diperhatikan.

Pastikan tanaman tomat nantinya tumbuh dengan mendapatkan sirkulasi udara yang bebas dan juga cahaya yang masuk merata sehingga menjaga tidak terjadi pelembaban pada tanaman yang sudah tinggi.

3.Penanaman Bibit Tomat

Setelah bibit timat tumbuh sekitar 10 cm dan berumur kurang lebih 3 minggu, tomat sudah siap dipindahkan ke lahan yang sudah disiapkan.

Lakukanlah proses tanam tomat servo pada sore hari agar bibit tomat tidak layu setelah penanaman pada lahan. Setelah bibit tomat tertanam, siram dengan menggunakan pupuk organik cair agar tanaman tidak stress dan bisa langsung berkembang.

sedini mungkin, saat tomat sudah ditanam, lakukan pemasangan ajir dengan tinggi 10-20 centimeter agar tanaman tomat bisa tumbuh dengan tegak dan tidak mengganggu tanaman tomat yang ada di sekitarnya.

Ini juga dilakukan agar akar pada tomat tidak rusak karena saling berdempetan dengan tanaman sebelahnya

Penggunaan mulsa merupakan salah satu kunci sukses budidaya tomat servo di musim penghujan. Mulsa dengan warna hitam perak berfungsi untuk menekan gulma bedengan tanaman tomat sehingga tidak mudah tumbuh dan tanaman tidak ada inang.

Selain itu mulsa hitam perak berfungsi untuk menjaga kelembaban dan suhu tanah sehingga tetap sesuai dengan kebutuhan tanaman tomat.

4.Perawatan Tomat Servo

Dalam masa tumbuh kembang suatu tanaman, tentunya harus dilakukan suatu treatment agar tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik dan juga terhindar dari berbagai macam penyakit.

Begitupun dengan budidaya tomat servo, dalam masa perkembangannya, perlu dilakukan penyemprotan fungisida dan juga pemupukan.

Penyemprotan fungisida sangat efektif untuk membuat tomat terhindar dari penyakit yang bisa menyerang tanaman tomat servo saat musim penghujan.

Selama budidaya tomat pada musim penghujan, penggunaan fungisida harus lebih tinggi dan mempunyai bahan aktif yang kuat.

Proses pemupukan dengan pupuk cair organik dilakukan setelah tomat berumur kurang lebih 7 hari dari masa penanaman. Ulangi proses tersebut setiap 1 minggu sekali agar tomat bisa tumbuh dengan cepat dan sehat.

Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang juga hal yang sangat penting. Berikan pupuk kandang setiap sebulan sekali.

5.Panen Tomat Servo

Masa yang sangat ditunggu-tunggu adalah masa panen. Dalam budidaya tomat servo ini, ciri-ciri tomat yang sudah siap panen adalah dengan kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah.

Masa panen tomat memiliki waktu yang berbeda-beda sesuai dengan varietasnya. Umur panen pada tomat servo adalah 63-65 hari setelah tanam.

Budidaya tomat servo memang sangat menguntungkan, karena potensi hasil panen dengan perawatan yang maksimal bisa menghasilkan 2,5 sampai 3,5 kg tomat per tanaman. Tanaman tomat servo memiliki 12-14 dompol dengan jumlah buah 6-7 per dompolnya.

Sangat menguntungkan bukan bisa menanam tomat dengan kualitas yang bagus hanya pada dataran rendah?

Dengan ketelatenan dan juga ketekunan dalam proses tumbuh tomat, bukan tak mungkin tomat servo yang Anda budidaya bisa menghasilkan tomat yang berkualitas dengan harga jual yang tinggi.

Cara Budidaya Cabe Supaya Panen Berlimpah Dan Kualitas Unggul

budidaya cabe

Cabe merupakan suatu tanaman yang sangat mudah di temui di Indonesia. Karena cabe merupakan salah satu bahan atau penyedap rasa seperti misalnya cabe merah atau cabe rawit.

Cabe ini memang menjadi bumbu yang selalu hadir di hampir semua jenis masakan di Indonesia. Hal ini di sebabkan oleh orang Indonesia sendiri yang suka sekali makan masakan yang pedas. Sehingga harga cabe di pasaran ikut naik.

Selain cabe rawit dan cabe merah, ada beberapa jenis cabe yang sering dikonsumsi di Indonesia yakni cabe kathur, cabe keriting, cabe Jalapeno, cabe gendot, serta paprika. Namun cabe yang jadi primadona di Indonesia merupakan tipe cabe rawit dan cabe merah.

Kini harga cabe di pasaran memang mengalami naik turun dimana disebabkan oleh cuaca dan juga industri restoran, rumah makan, dan hotel yang memesan cabe dengan jumlah yang banyak sehingga pasokan cabe dipasaran menjadi lebih sedikit. Pada pas terjadi kelangkaan cabe, maka tentu saja biayanya menjadi melesat.

Bila Kamu merupakan penggemar cabe, daripada beli cabe dipasar alangkah baiknya jikalau Kamu cuma tinggal memetik saja di halaman Kamu sendiri. Tidak perlu takut, metode menanam cabe mudah kok. Dan juga tidak memerlukan lahan yang luas untuk penanaman cabe ini.

Sebelum membahas tentang langkah budidaya cabe rawit sebaiknya kita ketahui dahulu beberapa jenis cabe yang bisa kamu budidaya juga seperti beberapa tanaman cabe dibawah ini.

Budidaya Cabe Keriting

Hingga saat ini mungkin masih banyak orang yang bertanya akan cara membudidayakan cabe yang baik dan benar. Hal ini menandakan bahwa cabe masih sangat diminati banyak orang.

Baik petani cabe yang sudah ahli ataupun pemula juga mengalami banyak kendala dalam membudidayakannya. Ya benar saja bahwa cabe ini termasuk jenis tanaman yang mudah sekali terkena gangguan hama dan penyakit.

Maka dari itu ada beberapa teknik budidaya cabe keriting yang bisa kamu gunakan mulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman dan perawatan, sampai panen dan penanganan pasca panen.

Walaupun begitu ada beberapa hal yang berbeda terutama jika kamu menanam jenis cabe keriting ini. Untuk cabe keritin biasanya dapat tumbuh di berbagai tempat namun untuk hasil yang optimal ada jenis cabe untuk dataran rendah dan dataran tinggi.

Untuk keberhasilan penanaman cabe keriting ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti teknik budidaya, penanganan panen dan pasca panen, dan juga pemasaran.

Budidaya Cabe Merah

Cabe merah adalah salah satu jenis tanaman cabe yang paling diminati oleh petani cabe. Pada waktu tertentu harga cabe merah bisa naik berkali-kali lipat loh.

Namun begitu ada juga waktu yang membuat cabe merah ini nyaris tidak ada harganya sama sekali, hal ini menjadikan penanaman cabe merah lebih menantang untuk dibudidayakan ketimbang jenis cabe yang lain.

Selain harganya yang naik turun budidaya cabe juga rentan akan berbagai resiko seperti misalnya faktor cuaca hingga serangan hama.

Tanaman cabe merah ini sebenarnya berasal dari benua Amerika loh yang mana memiliki iklim tropis dan subtropis maka dari itu cabe merah cocok untuk ditanam juga di Indonesia.

Tanaman cabe ini bisa tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter dpl. Sedangkan untuk di dataran tinggi malah cabe ini tidak bisa tumbuh dengan maksimal.

Untuk pertumbuhan yang optimal cabe merah ini berkisar antara 24-28 derajat Celcius. Di suhu yang terlalu dingin seperti 15 derajat atau terlalu panas di 32 derajat maka pertumbuhan cabe akan terganggu.

Cabe juga bisa tumbuh di musim kemarau asal mendapatkan perairan yang cukup. Curah hujan yang dibutuhkan oleh cabe sekitar 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%.

Budidaya Cabe Dalam Polybag

Kebutuhan cabe di Indonesia memang sangat merata mulai dari daerah pedesaan hingga daerah perkotaan sekalipun. Hal ini membuat berbagai orang juga berusaha menanam tanaman cabe ini walaupun dengan lahan yang sangat terbatas. Maka dari itu orang yang tidak memiliki lahan biasanya mengunakan media pot atau polybag untuk dijadikan tempat tanaman cabe ini.

Cara menanam cabe dalam pot atau polybag cukup mudah untuk dilakukan. Umumnya dalam menanam cabe bisa dilakukan baik di dataran tinggi ataupun dataran rendah.

Untuk ketinggiannya bisa dilakukan penanaman di ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Untuk Suhu yang optimal bagi tanaman cabe ada pada kisaran 24-27oC lebih dari ini cabe cukup bisa bertahan tergantung jenis cabenya juga.

Untuk salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam dipekarangan adalah cabe keriting. Jenis cabe merah juga lebih cocok terhadap iklim tropis dan juga rasanya yang disukai dipasaran.

Budidaya Cabe Rawit

Cabe rawit (Capsicum frutescens) adalah salah satu tanaman dari benua Amerika juga. Cabe rawit ini cocok dikembangkan di daerah tropis terutama di daerah khatulistiwa.

Budidaya cabe rawit di Indonesia memang beragam biasanya menggunakan cabe rawit putih dan cabe rawit hijau. Di beberapa tempat cabe rawit ini memiliki ragam yang berbeda pula.

Budidaya cabe rawit memiliki resiko yang lebih rendah dibandingkan dengan cabe besar. Yang mana tanaman cabe rawit ini sangat tahan sekali terhadap berbagai jenis hama.

Langkah-Langkah Budidaya Cabe Rawit Yang Tepat

Berikut cara budidaya cabe rawit yang dimulai dari penyemaian hingga panen:

Siapkan Media Semai

Untuk proses penyemaian alangkah baiknya kamu sediakan media semai dari campuran tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1.

Dalam rangka pencegahan serangan penyakit maka media semai ini harus di sterilkan terlebih dahulu. Sterilisasi ini dilakukan dengan cara mengukus media semai atau menjemurnya di bawah terik sinar matahari.

Setelah itu dapat di dinginkan dengan cara dimasukan kedalalam wadah penyemaian dan menyiramnya dengan air.

Kamu bisa memilih media semai yakni antaranya polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.

Siapkan Benih Benih

Untuk benih dapat kamu ambil dari tanaman yang sehat yakni dengan buah yang matang penuh dan sehat. Sebelum benih ini disemai maka sebaiknya di rendam terlebih dahulu kedalam air hangat dengan suhu berkisar 45-50 derajat celcius selama 1 jam untuk mempercepat pertumbuhan benih itu sendiri.

Selain menggunakan air hangat kamu juga bisa menggunakan rendaman larutan fungisida Previcur N dengan dosis 1-2 cc per liter air selama 1 jam. Tujuannya yakni untuk membuatnya cepat tumbuh juga dapat mencegah serangan jamur.

Selama perendaman maka benih yang tidak layak atau mengapung dapat kamu buang, setelahnya benih dapat ditiriskan dan dikeringkan diatas kertas koran agar tidak lengket ditangan.

Penyemaian

Selanjutnya yakni proses penyemaian. Penyemaian dapat kamu lakukan satu demi satu ke dalam wadah semai yang sudah disiapkan tadi kemudian ditutup dengan media semai halus dengan cara diayakan.

Agar kelembaban lebih terjaga biasanya penyemaian ditutup dengan karung plastik atau goni atau daun pisang. Pada saat penyemaian bisa kamu lakukan penyiraman dengan cara memercikan air.

Benih akan tumbuh di usia antara 5-7 hari setelah disemai, maka kamu bisa membuka tutup persemaiannya. Setelah umur 20-30 hari atau sudah berdaun 4-5 helai, bibit dapat dipindah ke dalam sebuah pot atau polybag besar.

Media Tanam dan Penanaman

Proses budidaya cabe selanjutnya adalah media tanam dan penanaman menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1.

Apabila tanah yang dicampur cukup padat maka bisa ditambahkan sekam bakar atau sekam yang sudah lapuk dengan perbandingan antara tanah dan juga pupuk kandan dan sekam yakni 3:2:1. Untuk ukuran pot atau polybagnya disarankan minimal 40×50 cm.

Proses pemindahan bibit dari media kecil ke media besar sebaiknya kamu lakukan di sore hari supaya bibit memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi pada malam hari.

Bibit yang ditanam adalah yang sudah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 lembar. Sebelum bibit ditanam atau dipindahkan, terutama disiram dulu bersama dengan air sampai medianya jenuh.

Selanjutnya bibit dikeluarkan dari wadah pembibitan dengan hati-hati dan ditanam terhadap pot/polybag besar. Media dijaga sehingga tidak pecah.

Pemeliharaan Tanaman

Untuk proses pemeliharan inilah yang menentukan proses keberhasilan kamu dalam budidaya cabe rawit. Proses pemeliharan haruslah teratur dan disiplin mulai dari penyiraman, penyiangan, dan pemupukan.

Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari di saat cuaca cerah atau tidak ada hujan. Juga kamu perlu melakukan penyiangan untuk membuang rumput-rumput liar selama dua minggu sekali.

Kamu juga perlu memangkas daun yang sudah tumbuh disamping dengan ketinggian 15 – 25 cm. pemangkasan ini agar dapat mencegah percikan air yang menempel di batang tanaman cabe sehingga membuatnya lebih kokoh dan kuat. Pertumbuhan bagian atas tanaman lebih sempurna, dan sirkulasi udara menjadi lebih baik.

Pemasangan penegak juga bisa kamu lakukan menggunakan bahan yang kuat baik itu kayu ataupun bambu.

Pemupukan

Proses pemupukan bisa kamu lakukan setelah tanaman sudah berumur 1 bulan. Pupuk kimia yang bisa kamu berikan yakni NPK. Kemudian laruan pupuk disiram pada tanaman sebanyak kurang lebih 200 ml per pot/polybag, satu kali dalam 10 hari.

Adapun pupuk tambahan yang bisa kamu berikan yakni menggunakan air cucian beras, air cucian daging, atau pupuk cair, dan pupuk nabati seperti daun titonia. Untuk air cucian beras atau daging bisa kamu saring terlebih dahulu.

Pengendalian Hama

Ya pengendalian hama ini sangatlah sulit untuk dilakukan karena serangan hama dan penyakit ini memang sering menyerang tanaman cabe. Kebanyakan hama yang menyarang tanaman cabe yakni ulat tanah, ulat grayak, ulat buah, kutu kebul, kutu daun, trips dan tungau.

Adapun penyakit yang dapat menyerang tanaman cabe yakni Virus kuning, busuk buah Antraknos, Layu Fusaium, layu bakteri, bercak daun serkos poradan rebah kecambah.

Pengendalian hama dan penyakit ini bisa menerapkan prinspip pengendalian hama terpadu atau PHT. PHT ini melakukan dengan cara memilih jenis cabe yang tahan, benih yang bebas serangan OPT, perlakuan benih, sterilisasi pada media semai, penyiraman tanaman, pemupukan yang teratur, dan juga pengawasan yang dilakukan setiap pagi dan sore hari.

Pengamatan ini dilakukan agar dapat menemukan hama atau penyakit yang bisa ditangani secara langsung. Kemudian bisa kamu tambahkan pestisi dan abati atau bio pestisida ke tanaman cabe tersebut.

Panen dan Pasca Panen

Untuk proses budidaya cabe rawit yang terakhir adalah panen. Tanaman cabe ini bisa panen antara usia 80-90 hari setelah ditanam hal ini tergantung juga dengan jenis dari tanaman cabenya dan juga ketinggian tempat tanamnya.

Pemanenan sebaiknya dilakukan di cuaca yang cerah yang mana cabe rawit ini bisa dipanen setiap 1 minggu sekali, apabila sudah benar dalam membudidayakan cabe ini maka cabe rawit bisa di panen hingga 2-3 tahun kedepan.

Demikianlah cara budidaya cabe rawit yang mungkin dapat membantu kamu yang masih pemula dan dapat hasil yang lebih maksimal. Semoga sukses!

Budidaya Tanaman Hias Gak Sulit Kok, Kamu Hanya Perlu Melakukan Ini Saja

Budidaya Tanaman Hias

Tanaman hias adalah sebuah tanaman yang berbeda dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman ini sangat bisa membuat bangunan, taman, kolam, bahkan kamar bisa terlihat sejuk dan terlihat indah dengan adanya tanaman hias ini.

Dengan keindahan bentuk tanamannya, bunga, bahkan daun dari tanaman hias ini bisa membuat sebuah ruangan atau tempat menjadi lebih segar dan enak dipandang.

Tanaman hias ini terdiri dari 2 tipe, yaitu yang cocok untuk outdoor dan juga indoor.

Biasanya, sarana yang digunakan dalam budidaya tanaman hias adalah hampir sama dengan tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan yang bisa dilakukan juga dengan metode penanaman menggunakan pot maupun polybag.

Media tanam ini tentunya bisa membuat Anda bercocoktanam tanaman hias dengan mudah dan dengan hanya mengandalkan halaman rumah Anda.

Manfaat dari penanaman tanaman hias ini adalah untuk mempercantik sebuah tempat atau ruangan.

Tanaman hias juga bisa menghasilkan oksigen yang membuat udara akan terasa sejuk dan terbebas dari polutan.

Bahaya polutan tentunya sudah sangat jelas, yaitu seperti alergi, mudah lelah, bahkan yang lebih berbahaya adalah dapat menyebabkan kanker dan kematian.

Dengan adanya tumbuhan hias ini, dapat membantu mengurangi polutan yang ada dirumah Anda. Jangan salah, ada juga polutan yang betah bersarang di dalam ruangan.

Manfaat Budidaya Tanaman Hias

Budidaya tanaman hias memang sangat banyak manfaatnya, seperti:

  1. Mempercantik Lingkungan

Ini memang sudah sangat jelas kalau sebuah tanaman hias dapat membantu mempercantik suatu lingkugan. Dengan indahnya bunga, daun, bahkan bentuk tanaman yang unik bisa memberikan kesan yang cantik bagi sebuah lingkungan. Sehingga lingkungan tersebut jadi enak dipandang dan Kamu bisa betah di lingkungan tersebut.

  1. Penghasil Oksigen

Sebuah tanaman tentunya adalah penghasil oksigen yang membantu dalam penyejukan udara di bumi. Bercocoktanam tanaman hias selain untuk mempercantik rungan sudah pasti membuat udara pada lingkungan yang ada tumbuhan hias tersebut menjadi segar dan bebas dari polutan atau udara kotor yang dapat membahayakan pernafasan. Dengan suplai oksigen tiap pagi hari, membuat jelas kalau manfaat budidaya tanaman hias itu sangat penting.

  1. Membantu Meredakan Stress

Salah satu manfaat dalam budidaya tanaman hias adalah bisa meredakan stress. Ini karena berbagai tanaman hias memiliki bentuk yang unik dan dengan berbagai bunga yang cantik.

Tentunya Kamu juga tahu kalau warna hijau adalah warna yang bisa membuat pikiran tenang.

  1. Meredam Suara

Suara bising perkotaan atau Kamu yang tinggal di pinggir jalan raya tentunya sangat mengganggu. Dengan Kamu melakukan budidaya tanaman hias,

Kamu bisa meredam suara bising hiruk pikuk perkotaan yang membuat stress. Seperti sama halnya dengan rumput dan juga semak-semak, tanaman hias juga dapat meredam suara.

***

Setelah tahu berbagai manfaat dari budidaya tanaman hias? Apakah Kamu berminat untuk menekuninya?

Tanaman hias yang sangat cantik dan juga banyak peminatnya adalah mawar dan anggrek.

Kedua tanaman hias ini memiliki bunga yang indah dan juga memiliki beragam jenis yang bisa dibudidayakan untuk memperindah lingkungan rumah Kamu.

Budidaya Tanaman Hias Mawar

Mawar merupakan tanaman hias dengan batang berduri. Mawar sangat terkenal di kalangan budidaya tanaman hias karena berbagai jenisnya yang banyak dan juga memiliki keindahan bunga yang menakjubkan dan aroma bunga yang wangi.

Tak heran kalau mawar dikenal dengan sebutan “Ratu Bunga” dan sebagai simbol dari kehidupan religi dan peradaban manusia.

Mawar juga memiliki nilai ekonomis. Bunga mawar biasanya dijadikan bunga untuk taburan paada sebuah acara kenegaraan atau tradisi ritual.

Ekstrak dari bunga mawar juga bisa dijadikan sebagai parfum dan obat-obatan.

Tanaman mawar ini sangat cocok untuk Kamu yang menginginkan budidaya tanaman hias dengan media pot atau polybag jika digunakan untuk hiasan pada rumah Kamu.

Budidaya Tanaman Hias Anggrek

Budidaya Tanaman Hias Anggrek

Siapa sih yang nggak tahu akan jenis tanaman hias yang sangat terkenal akan bunganya yang indah dan dengan harga jual tanaman hias yang selangit?

Anggrek adalah tumbuhan hias yang mudah ditemukan di negara dengan iklim yang tropis, salah satunya adalah Indonesia.

Anggrek sendiri memiliki bagian batang dan daun dengan tekstur yang tebal yang banyak menyimpan air, sehingga memiliki daya tahan hidup yang tinggi untuk menyimpan makanannya.

Di habitat aslinya, hampir seluruh jenis anggrek menempel pada tumbuhuan lain, epifit. Bunga anggrek memiliki bentuk yang khas, yaitu bunganya yang memiliki 5 kelopak dan ada lidahnya.

Keunikan tanaman hias anggrek ini menjadi faktor yang sangat kuat untuk Kamu yang ingin budidaya tanaman hias, karena anggrek adalah solusi yang sangat tepat untuk tanaman hias yang sangat layak dibudidayakan.

Proses Budidaya Tanaman Hias

Membudidayakan tanaman hias memang gampang-gampang sulit. Namun, dengan ketelatenan dan dengan bekal ilmu yang cukup, bukan tidak mungkin untuk mendapatkan penghasilan dari jual tanaman hias yang Kamu tekuni.

Selain bisa memperindah lingkungan, mendapatkan profit dari budidaya tanaman hias tentunya adalah hal yang sangat menarik.

Maka dari itu, Saya akan memberikan tips untuk mulai menanam tanaman hias agar mengurangi proses kegagalan sampai mendapatkan keuntungan dari berjualan tanaman hias.

1. Memilih Jenis Tanaman Hias

Tentunya Kamu sudah tahu kalau ada banyak sekali jenis tanaman hias terutama yang dapat tumbuh subur di iklim tropis seperti Indonesia.

Tanaman hias terkadang memiliki tren tersendiri dari masa ke masa layaknya seperti fashion. Kamu pasti tahu kan, tanaman Gelombang Cinta?

Tanaman hias tersebut sangat terkenal pada tahun 2000-an dan harga jualnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Sekarang ?

Nah, untuk trend tanaman hias tahun 2020 ini, Saya punya rekomendasi yang bagus dimana berbagai tanaman ini memiliki harga jual yang melambung dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Anggrek Mutiara Hitam (Ludisia)

Budidaya Tanaman Hias Ludisia

Salah satu jenis anggrek ini terbilang anggrek yang cukup langka. Jenis anggrek ini tidak seperti anggrek lainnya yang Kita tanam di rumah Kita.

Karena sebagai tanaman hias, anggrek mutiara hitam dihargai atau diminati karena dedaunan daripada bunganya. Tanaman hias ini juga merupakan anggrek yang dapat ditemukan di Indonesia.

Tanaman hias anggrek ini mudah dirawat, tumbuh cepat dan masih menghasilkan bunga-bunga putih kecil yang indah.

Memang, jenis tanaman hias ini memberikan bunga lebih sedikit daripada banyak tanaman hias lainnya. Namun letak keindahannya adalah pada dedaunan mereka.

Hanya ada satu jenis Anggrek Ludisia dan ini memiliki daun hijau sangat gelap dengan tanda garis-garis putih halus.

Dalam cahaya tertentu warna merah marun di bawah daun dapat bersinar dan mengubah garis putih menjadi warna merah.

Monstera

Budidaya Tanaman Hias Monstera

Monstera adalah tanaman tropis dari keluarga Araceae. Namanya, seperti yang bisa diduga, berasal dari bahasa Latin yang berarti “tidak normal” karena daunnya yang tampak aneh dan berlubang seperti tampak sering dilubangi.

Di hutan belantara, Monstera dapat tumbuh menjadi sangat besar: puluhan meter dengan daun yang menyebar hingga hampir dua meter.

Varietas yang paling terkenal adalah Monstera Deliciosa, atau Sukun Meksiko, mengacu pada buahnya yang berbentuk tongkol jagung (yang dikatakan rasanya seperti kombinasi nanas, pisang, dan mangga).

Hoya Carnosa

Budidaya Tanaman Hias Hoya Carnosa

Hoya carnosa, tanaman bunga porselen atau lilin, adalah spesies tanaman berbunga Asclepiad dalam keluarga dogocini Apocynaceae.

Tanaman hias ini adalah salah satu dari banyak spesies Hoya yang berasal dari Asia Timur dan Australia.

Ini adalah tanaman rumah biasa yang menjadi trend akhir-akhir ini karena dedaunan dengan lapisan lilin yang menarik, dan bunga beraroma manis.

Budidaya tanaman hias ini menjadi prospek yang menguntungkan, karena memiliki potensi untuk menjadi tanaman hias yang sangat populer karena beberapa alasan, salah satunya adalah bunganya yang indah.

Wangi bunganya memang sangat unik, serasa ingin memakannya karena memang seperti mencium wangi permen.

Sebenarnya ada banyak trend tanaman hias 2020 yang bisa menjadi kegiatan budidaya tanaman hias Kamu.

Namun, 3 tanaman hias tersebut bisa menjadi tanaman hias pilihan kamu, karena perawatannya yang cukup mudah jika dilakoni dengan telaten.

2. Memilih Bibit

Dalam budidaya tanaman hias. Langkah awal dalam eksekusinya adalah dalam hal pemilihan pemilihan bibit tanaman hias.

Semakin bagus bibit tanaman hias, semakin bagus pula tanaman hias yang dihasilkan agar bisa menarik pembeli. Dengan bibit yang baik juga, tanaman hias akan tumbuh sehat dan juga terhindar dari berbagai macam penyakit.

Ada faktor utama yang bisa Kamu perhatikan dalam memilih bibit unggul tanaman hias. Yaitu diperhatikan dari kuntun bunga indukan. Pastikan kamu memilihnya yang memiliki kuntum bunga indukan yang bagus dan banyak.

3. Penyiapan Media Tanam

Penggunaan media tanam dalam hal budidaya tanaman hias juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan lebih.

Pasalnya, pemilihan media tanam yang tidak baik malah bisa menimbulkan penyakita yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman hias Kamu.

Pastikan kamu memilih media tanam yang masih baru.

Penambahan pupuk kompos pada media tanam yang baru juga merupakan hal yang wajib Kamu lakukan.

Ada berbagai media tanam yang bisa Kamu gunakan dalam budidaya tanaman hias seperti pot dan juga polybag yang memiliki sistem irigasi yang bagus.

4. Perawatan Tanaman Hias

Perawatan tanaman hias merupakan hal yang perlu kamu perhatikan. Karena dengan perawatan secara rutin dan juga intens dapat menghasilkan tanaman hias yang berkualitas dan juga memiliki harga jual yang tinggi. Perawatan yang perlu kamu lakukan seperti:

Penyiraman

Penyiraman air yang bersih merupakan hal yang wajib dilakukan, namun juga memerhatikan kebutuhan tanaman hias tersebut.

Intinya, jangan menyiram tanaman hias secara berlebihan ataupun secara kekurangan agar menghindari tanaman hias yang sedang kamu budidayakan layu dan mati.

Pemupukan

Pemberian pupuk pada tanaman hias merupakan hal yang sangat bagus. Menambahkan nutrisi yang baik untuk menjaga tumbuh kembang tanaman hias dan bisa mendapatkan hasil tanaman hias yang indah.

Kamu bisa menambahkan pupuk kompos ataupun pupuk kimia berdasarkan kebutuhan tanaman hias.

Pemberian Pestisidan dan Insektisida

Pestisida digunakan untuk mencegah tanaman hias yang sedang kamu budidayakan dari rumput liar atau gulma dan juga pemberian insektisida dapat mencegah datangnya hama yang dapat membuat tanaman hias sakit.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk merawat tumbuh kembang tanaman dan juga dapat meningkatkan keindahan dari tanaman hias yang kamu budidayakan sehingga dapat menarik perhatian pembeli.

***

Setelah semua proses tersebut kamu lakukan, kamu bisa memasarkan tanaman hias kamu dengan menjualnya secara online.

Sudah bukan rahasia lagi kalau memasarkan barang secara online dapat menambah penghasilan dari usaha kamu, seperti budidaya tanaman hias.

Budidaya Alpukat Dari Nol Sampai Jadi Juragan

Alpukat Hasil Budidaya

Apakah kamu seorang yang suka sekali meminum jus alpukat? Apalagi dengan dicampur dengan susu kental manis dan juga es batu lalu di blender hingga halsus.

Waw sungguh nikmat sekalikan hehe. Kalau iya maka kamu sudah meminum sumber kesehatan yang banyak manfaatnya yakni seperti menjaga kesehatan mata, rambut, dan juga kulit kamu loh.

Ya memang mengkonsumi buah alpukat yang tanpa pemanis juga baik untuk mencegah juga mengatasi berbagai penyakit loh.

Alpukat juga sangat baik diberikan untuk ibu hamil, anak-anak hingga bayi dikarenakan alpukat ini banyak mengandung zat asam folat yang dapat membantu perkembangan otak sehingga mempengaruhi kecerdasan.

Alpukat ini berasal dari benua Amerika bagian Tengah, yang mana konon katanya dibawa ke Indonesia oleh bangsa Belanda sejak zaman koloni hingga sekarang.

Makanya tak asing apabila alpukat dijadikan salah satu kuliner yang populer di Indonesia.

Budidaya Alpukat Unggul

Tips-Budidaya-Alpukat-Mini

Jenis dari alpukat memang banyak yang mana bisa Kamu pilih untuk hal budidaya alpukat.

Salah satunya yakni alpukat miki yang merupakan salah satu jenis alpukat yang unggul khusus untuk daerah dataran rendah.

Perlu kamu tahu bahwa hampir semua jenis tanaman alpukat itu tumbuh di dataran tinggi.

Maka dari itu alpukat miki ini menjadi favorit petani yang menanam alpukat di dataran rendah yang mampu tumbuh dan berbuah dengan optimal.

Alpukat miki ini bisa mencapai bobot sekitar 400-600 gram per-buah.

Karakter dagingnya juga tebal dan memiliki ciri khas warnanya yang kuning juga memiliki rasa yang pulen, manis, dan bebas dari getir.

Ada lagi keunggulan lainnya yakni alpukat miki ini tidak disukai oleh hama ulat buah loh. Hal ini di karenakan alpukat miki memiliki kulit yang tebal sehingga sulit untuk di tembus oleh ulat.

Budidaya Alpukat Mentega

Ada lagi satu jenis alpukat mentega yang mana sering sekali di jadikan favorit para budidaya alpukat di Indonesia.

Hal ini bukan tanpa alasan yang mana alpukat mentega memiliki tekstur daging yang lembut layaknya mentega dan memiliki daging yang tebal dan tidak berserat.

Pada umumnya alpukat mentega ini di budidaya di kebun. Namun begitu alpukat ini bisa di tanam di rumah loh.

Tetapi sebelum menanam alpukat ini harus kamu ketahui dahulu karakteristik pohon alpukat mentega dengan linkgunan yang cocok untuk dapat berkembang dengan optimal.

Spesies alpukat ini ada 3 kelompok besarnya yakni kelompok Mexico, Indian Barat, dan Guatemala.

Masing-masing spesies memiliki kunggulan dan juga kekurangannya seperti misalnya di segi ukuran buah, tekstur kulit buah, rasa, kandungan lemak, ketahanan terhadap penyakit dan penyimpanannya dan juga adaptasinya terhadap lingkungan.

Untuk kamu yang tertarik untuk budidaya alpukat ini maka kamu harus mengetahui beberapa hal dibawah ini untuk dapat meningkatkan hasil panen kamu nantinya.

Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

jarak tanam ideal budidaya alpukat

Pertama-tama kamu harus mengetahui syarat tumbuh tanaman alpukat itu sendiri. Dimana ada beberapa jenis alpukat yang memiliki syarat tumbuh masing-masing untuk bisa tumbuh dengan maksimal.

Berikut ini penjabaran syarat tumbuh tanaman alpukat dalam budidaya alpukat:

Jenis dan PH tanah

Ya pohon alpukat ini bisa tumbuh maksimal di tanah yang gembur, tidak mudah tergenang air, subur, dan banyak megandung bahan organik.

Utnuk jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir, lempung liat, dan juga lempung endapan.

Untuk tingkat keasamannya atau pH tanah harus berkisar 5,6 – 6,4. Apabila di bawah 5,5 tanaman bisa mengalami keracuran akibat unsur Al, Mg, dan Fe yang larut dalam jumlah cukup banyak.

Ketinggian Lokasi Budidaya

Untuk budidaya alpukat ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi yakni sekitar 5 – 1500 mdpl.

Alpukat akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada tingkat ketinggian 200-1000 mdpl. Oh iya, untuk tanaman spesies Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di ketinggian 1000-2000 mdpl, kalau spesies Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 mdpl.

Iklim atau Suhu

Ngomongin soal suhu alpukat ini bisa tumbuh jika suhunya berkisar antara 12,8-28,3 oC. kalaupun tidak maka alpukat bisa mentolelir suhu dari 15-30 oC saja.

Kebutuhan akan cahaya matahari juga mempengaruhi tumbuhnya alpukat ini yakni harus terpapar sinar matahari sekitar 40-80%.

Juga harus adanya akses angin yang lewat untuk membantu penyerbukan alpukat itu sendiri namun perlu di perhatikan juga angin berkecepatan lebih dari 63,-73,6 km/jam dapat mematahkan pohon alpukat tersebut yang terbilang rapuh dan mudah patah.

Jarak Tanam Alpukat

Social distancing juga berlaku untuk tanaman alpukat loh hehe, yang mana lahan yang harus di persiapkan minimal dibuat lubang tanam dengan ukuran 75x75x75 m tergantung dari kondisi tanah.

Spesies alpukat dan juga tujuan penanamannya juga. Untuk tanah yang cenderung tidak subuh, keras, maka lubang tanamnya dapat lebih diperbesar.

Jarak aman untuk alpukat ini disarankan minimal 9×12 m lubang tanam untuk alpukat sebaiknya disiapkan 1-2 bulan sebelum melakukan budidaya alpukat.

Persiapan Benih Alpukat Unggul

kebutuhan bibit budidaya alpukat

 

Nah kalau sudah siap budidaya alpukat maka kamu harus memilih spesies yang unggul untuk hasil yang maksimal.

Untuk varietas alpukat yang unggul bisa memilih varietas Ijo Panjang, Ijo Bundar, Merah Panjang, Merah Bundar, Mega Gegauan, Mega Paninggahan, dan Mega Murapi.

Juga yang harus diperhatikan adalah asal usul benih dari alpukat tersebut supaya bisa mengetahui kualitas dan juga buah yang dihasilkan dapat maksimal.

Untuk benih yang diambil adalah bibit yang sudah tua dan masak pohon juga memilih yang bernas, padat, dan tidak keriput. Ukuran benih yang berkualitas sekitar 65-68 gram.

Kemudian benih direndam dengan pupuk organik cair khusus buah sekitar 30 ml dicampur dengan 1 liter air hangat dan direndam selama 4-5 jam.

Setelah itu bisa ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau bahan penyerap air lainnya. Setelah sekitar 2-3 hari benih alpukat akan mulai tumbuh kecambahnya dan siap dipindah pada media semai.

Perendaman dilakukan bertujuan untuk mencegah penyakit pada benih tersebut

Penyemaian Benih Alpukat

Dalam budidaya alpukat penyemaian benih alpukat dilakukan di tempat yang aman dari berbagai gangguan hewan ataupun manusia, stategis dan dekat dengan air.

Dan juga ruang yang cukup untuk melindungi bibit dari terik matahari langsung dan air hujan yang deras.

Bahan Penyemaian Benih Alpukat

Persiapan bahan dalam proses penyemaian benih alpukat adalah:

  • Polybag ukuran 15 x 21 cm
  • Campuran tanah + pupuk kandang + pasir/sekam (2:1:1)

Cara Penyemaian Benih Alpukat

Penyemaian benih kedalam polybag yakni bagian pangkal benih yang agak rata diletakan di bawah dan bagian ujung benih yang runcing menghadap keatas.

Kemudian ditempatkan di bawah naungan kurang lebih 3 minggu setelah ditanam maka benih akan tumbuh kecambah dan membentuk anak semai.

Pengolahan Lahan Tanam Alpukat

Lahan alpukat ini haruslah di tanah yang gembur. Untuk membuat tanah menjadi lebih gembur maka dilakukan pembajakan kemudian dibuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos sebanyak 10-20 ton per ha.

Pupuk kandang ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, jika tingkat keasaman tanah masih rendah maka bisa di tambahkan dolomite/kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah hingga menjadi pH 6 -7.

Langkah-Langkah Pembuatan Lubang Tanam Alpukat

Persiapan lubang tanam budidaya alpukat bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Galilah tanah kemudian pisahkan tanah bagian bawah dan tanah bagian atas, yang mana tanah bagian atas di campur dengan pupuk kandang yang “matang” atau kompos sebanyak 20 kg per lubang.
  • Setelah di gali maka lubang tanam dibiarkan selama 14 hari sehingga tanah dan lubang galian cukup terpapar matahari. Bisa juga kamu semportkan fungisida untuk mencegah adanya mikroba yang dapat menyerang akar tanaman.
  • Jika keasaman tanahnya kurang maka bisa ditambahkan dolomite atau kapur pertanian sebanyak 0,5 – 1 kg per lubang tanam.
  • Sekitar 1 minggu sebelum melakukan penanaman maka lubang bisa di berikan pupuk (15-15-15) sebanyak 100 g.

Langkah-langkah Cara Menanam Alpukat

Berikut adalah langkah-langkah penanaman budidaya alpukat yang efektif.:

  • Bibit dapat dikeluarkan dari polybag dengan hati-hati supaya akar tidak rusak.
  • Bibit dapat ditanam sebatas pangkal batang atau leher batang, usahakan pada saat menanam akar tidak menggerombol pada satu sisi, sebaiknya di atur agar lebih menyebar ke semua arah. Posisikan bibit untuk tegak lurus agar bisa tumbuh dengan optimal.
  • Tanah galian dapat dimasukan ke dalam lubang agar bibit bisa berdiri kokoh, kemudian bibit bisa disiram air supaya cepat tumbuh. Usahakan bibit tidak terkena sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman hujan.

Cara Pemupukan Alpukat

Untuk hasil yang maksimal maka dapat dilakukan pemupukan 1 minggu sekali dengan menggunakan pupuk NPK dan KNO3.

Pemeliharaan Dalam Budidaya Alpukat

Dalam pemeliharaan budidaya alpukat ini harus dilakukan dengan tekun dan berkala supaya tanaman alpukat tidak terserang penyakit.

Kamu bisa mengikuti langkah-langkah pemeliharaan tanaman alpukat berikut ini:

Penyulaman

Apabila bibit yang telah ditanam kemudian mati, maka sebaiknya langsung diganti dengan yang baru atau disulam supaya agar bisa menyamai pertumbuhan bibit yang lainnya.

Pemberantasan Gulma

Pemberantasan tanaman pengganggu haruslah dilakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak tanaman alpukat kamu, karena biasanya akar alpukat ini cukup peka.

Lakukan penyiangan tergantung banyaknya gulma yang tumbuh disekeliling tanaman. Pengendalian gulma juga bisa di lakukan menggunakan herbisida selektif.

Pengairan

Untuk asupan air maka dilakukan dilakukan penyiraman pada tanaman yang masih muda. Karena sistem akarnya masih belum cukup mampu menyerap air di tempat yang lebih dalam. Penyiramannya haruslah teratur supaya tanaman tidak mati.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat, atau bisa juga pangkas ranting-ranting yang sudah mati supaya tidak mengganggu seluruh tanaman alpukat tersebut.

Pertahankan tinggi dari pohon alpukat sekitar 4-5 meter dari permukaan tanah dan letak cabang paling rendah dengan jarak 1-1,5 m dari permukaan tanah.

Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Alpukat

Serangan hama dan penyakit memang tidak bisa di duga maka dari itu harus dilakukan proses pengamatan secara berkala untuk mengetahuinya lebih awal.

Jika hama hanya di ambang batas ekonomi maka kamu bisa menggunakan insektisida dan juga fungisida atau bakterisida.

Tahap Panen Alpukat

Untuk masa panen biasanya alpukat bisa dipetik pada umur 6-7 bulan dari saat bunganya mekar dan tergantung varietasnya.

Pada saat pemetikan haruslah buah memiliki kematangan sekitar 80% dan dipotong bersama dengan tangkainya sekitar 3-5cm untuk mencegah memar atau luka pada bagian dekat tangkai buah alpukat tersebut.

***

Demikianlah cara budidaya alpukat yang mungkin bisa kamu praktekan sendiri. Memang tidaklah mudah dalam membudidaya alpukat ini namun dengan ketekunan dan kerja keras pasti akan menuai hasilnya, selamat bercocok tanam.